Home » Tips dan Trik » Perbandingan Harga Cat Mobil di Bengkel Biasa vs Bengkel Resmi

Perbandingan Harga Cat Mobil di Bengkel Biasa vs Bengkel Resmi

 

Bengkel Toyota yang melayani perbaikan. Foto/Istimewa.

Jakarta – Dalam menjaga penampilan tetap mulus, salah satu cara yang lazim dilakukan oleh pemilik mobil lawas yaitu cat ulang. Pengecatan ini bisa dilakukan baik di bengkel umum atau resmi. Dari dua pilihan tersebut, tentu menawarkan harga cat mobil yang berbeda.

Cat ulang perlu dilakukan apabila warna mobil sudah sangat kusam dan sulit untuk direstorasi. Munculnya goresan yang cukup dalam akibat terserempet juga menuntut kita supaya melakukan cat ulang. Bagi kalian yang tinggal di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, cukup mudah bila perlu mengecat mobil.

Kita tinggal memilih dari sekian banyak bengkel cat mobil baik itu bengkel resmi atau bengkel umum. Harga yang ditawarkan jelas berbeda namun hasilnya bisa hampir sama. Setelah kita mengecat ulang mobil, goresan yang ada pun sirna dan mobil bisa kembali kinclong seperti baru.

Saat kita memutuskan ingin mengecat mobil, wajib mencari tahu kualitas pengerjaan dan harga yang mereka tawarkan. Untuk bengkel umum, sebaiknya kita cari bengkel yang bisa memberikan jaminan kualitas dengan harga yang masuk akal. Kita boleh mencari referensi dengan bertanya kepada teman yang memakai asuransi mobil soal kualitas pengerjaan bengkel rekanannya.

Hal yang menjadi patokan saat ingin cat mobil yaitu harga tergantung dari tingkat kerusakan dan seberapa luas body yang penyok. Apabila hanya tergores dan tidak penyok maka hitungan harga sebatas cat ulang saja.

Dalam memilih bengkel body repair, jangan meng-under estimate bengkel body repair yang penampilannya sederhana. Tidak jarang, asuransi mobil bekerja sama dengan bengkel body repair non resmi untuk menekan harga perbaikan. Sekalipun harganya terjangkau, garapan mereka tidak banyak mengurangi kualitas pengerjaan dan bisa mendekati kualitas bengkel resmi.

Estimasi Pengerjaan di Bengkel Umum vs Resmi

mobil bekas tabrakan
Perbaikan bodi dan cat pada mobil bekas tabrakan. Foto/Istimewa.

Bicara soal bengkel cat mobil non resmi, pilihannya beragam dengan standar yang berbeda-beda. Bengkel cat yang punya fasilitas lengkap, maka proses pengerjaannya lebih baik. Pengeringan dengan ruang oven lebih sempurna, ketimbang yang cuma dijemur di bawah panas matahari.

Bengkel body repair biasanya memakai cat merek DuPont untuk standarnya karena Duco itu singkatan dari DuPont Corporation dan juga merek Nippon Paint. Bagi pemilik mobil yang ingin kualitas cat lebih baik, bisa memilih cat mobil berkualitas diantaranya yaitu Stansdoke, Spies Hecker, dan Sikkens. Harga yang ditawarkan jelas berbeda dan biasanya lebih mahal.

Selanjutnya untuk pengerjaan cat mobil di bengkel resmi, tentu sudah mengikuti standar pabrikan baik dari bahan atau cara pengerjaan. Pengerjaannya kini bisa cukup cepat, dengan memakan waktu sekitar delapan jam. Lamanya waktu pengerjaan bisa dianggap seharian, kurang lebih hampir mirip seperti bengkel cat umum.

Namun, permasalahan muncul dari panjangnya antrian mobil yang akan melakukan perbaikan body. Pemilik mobil banyak yang mengajukan klaim perbaikan ke pihak asuransi dengan memperbaiki kerusakan di bengkel resmi.

Jaminan warna cat garapan bengkel resmi akan sama dengan bawaan asli mobil. Bengkel perbaikan bodi dan cat yang resmi punya formula dan bahan yang sesuai standar pabrikan. Mereka bisa melakukan oplosan untuk warna dan bahan cat yang tepat dan itu belum tentu didapat dari bengkel cat umum.

Membandingkan Harga Cat Mobil di Bengkel Umum dan Resmi

Bengkel Cat
Bengkel Rendy Specialist Body Repair dan Cat di kawasan Depok, Jawa Barat. Foto/Carmudi Indonesia/Zie

Saat ingin mengecat mobil, kita perlu mengetahui estimasi harga dan tingkat kerusakan. Pada umumnya, baik itu bengkel biasa atau bengkel resmi mematok tarif cat mobil per panel. Biaya pengecatan tentunya jadi lebih mahal apabila harus melakukan perbaikan panel yang penyok.

Bila penyoknya masih ringan, beberapa bengkel mengkategorikan biaya perbaikannya dijadikan satu dengan pengecatan per panel. Untuk mengetahui estimasi harga pengecatan, kalian kini bisa mengakses marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya. Bengkel cat kini banyak yang membuka akun di marketplace dengan mencantumkan harga dasar dari tiap paket untuk cat mobil.

Ambil contoh Bengkel Auto 81 di daerah Kedoya, Jakarta Barat, mematok harga per panel mulai dari Rp350.000 untuk panel pintu, sepatbor/fender, bumper, sidekirt dan spoiler/wing. Kemudian bengkel Dokter Body Mobil di bilangan Citayam, Depok menawarkan harga pengecatan per panel antara Rp400-500 ribu untuk panel berukuran kecil.

Biaya pengecatan ini juga tergantung dari jenis cat yang digunakan. Cat jenis polyurethane biasanya lebih mahal dengan estimasi harga sebagai berikut:

  • Harga Per panel Rp 300.000 – Rp 450.000
    (Standart Panel Pintu, Spakbor/Fender, Bumper, Sidekirt dan Spoiler/Wing)
  • Kap Mesin & Bagasi Rp 400.000 – 600.000
  • Atap Mobil Rp 500.000 – Rp 800.000

Bila kantong sedang cekak dan butuh biaya yang lebih terjangkau, Carmudian bisa memilih cat dengan bahan Acrylic Lacquer. berikut ini estimasi harga termurah pengecatan per panel memakai cat Acrylic Lacquer:

  • Kap Mesin Rp 450.000,-
  • Kabin Atas Rp 650.000,-
  • Kap Bagasi Rp 350.000,-
  • Pintu Per-Panel Rp 350.000,-
  • Fender Per-Panel Rp 350.000,-
  • Bemper Depan Rp 350.000,-
  • Bemper Belakang Rp 350.000,-

Harga cat mobil per panel di bengkel resmi

Honda Nusantara Balikpapan melayani Body repair & Painting (Foto: HPM)

Sementara itu, bengkel Auto2000 selaku bengkel resmi Toyota memasang tarif yang berbeda-beda, tergantung dari jenis mobilnya. Auto2000 mengenakan biaya pengecatan mulai dari Rp 700 ribu per panel dan 1,8 juta untuk atap.

Untuk Toyota Avanza misalnya, harga per penel di mulai dari Rp 800 ribu, sementara untuk Innova, kisarannya mulai dari Rp 900 ribu. Bila kerusakan sebatas baret halus atau penyok ringan, bisa dikerjakan selama 8 jam menggunakan Express Body Paint.

Kemudian untuk merek Mitsubishi, bengkel resmi mematok harga per panel sekitar Rp 700-900 ribu. Harganya semakin mahal untuk pilihan warna putih mutiara, estimasinya lebih mahal 30 persen dari price list biasa.

Estimasi Harga Cat Mobil Full Body

Perbaikan mobil akibat kerusakan huru-hara demonstrasi massa.
Perbaikan mobil akibat kerusakan huru-hara demonstrasi massa.

Bila cat mobil sudah terlanjur kusam karena usia dan cuaca, mau tidak mau kita perlu mengecat ulang seluruhnya. Pengecatan full body ini di bengkel umum bisa dengan metode cat oven atau dijemur biasa di bawah terik matahari. Bila kita ingin mengecat mobil seluruhnya, sebaiknya memilih bengkel cat yang menyediakan opsi cat berkualitas bagus.

Pemilik kendaraan harus hati-hati apabila hendak memilih bengkel cat mobil non resmi, dan jangan hanya tergiur dengan harga murah. Tidak jarang, hasil pengecatan mereka pada akhirnya jadi belang karena hanya mengejar harga murah dan cepat selesai.

Berikut ini estimasi biaya yang dibutuhkan untuk cat siram full body di bengkel umum:

  • Siram full body dengan bahan Blinken,Apsara, DuPont, Nippon Paint, harga mulai dari Rp 4.000.000(Tergantung kondisi body dan pilihan warna.
  • Siram full body dengan bahan Spies Hecker atau Sikkens harga mulai dari Rp 6,5 juta sampai Rp 9 juta(Tergantung besar body dan pilihan warna).

Selanjutnya, estimasi harga untuk cat siram di Auto2000 full body yaitu mulai dari Rp 7 juta untuk kendaraan berukuran kecil seperti Toyota Agya. Harga cat mobil paling mahal itu sekira Rp 17 juta untuk kendaraan dengan body berukuran besar.

Nah, sudah terbayang kan berapa biaya yang harus kalian siapkan untuk mengecat mobil. Biaya tadi tentu hanya sebatas pengecatan saja, tidak untuk body repair yang kondisinya cukup parah. Sekarang, kalian tinggal memilah dan memilih mana bengkel yang cocok di kantong dan dekat dari tempat tinggal.

Bila berencana mengecat di bengkel umum, sebaiknya cari referensi dari pasien yang sudah masuk terlebih dahulu. Cari tahu juga riwayat kerja bengkel dari review di google maps atau forum otomotif soal bengkel tersebut. Semakin lama bengkel itu berdiri, seharusnya semakin banyak pengalaman teknik pengecatan dan juga biasanya punya pelanggan tetap.

Penulis: Yongki

Editor: Lesmana

Previous post
Komunitas Vespa Kampanyekan Bahaya Pakai Ponsel Sambil Berkendara
Next post
Jelang Akhir Tahun Daihatsu Ajak Konsumen Liburan ke Jepang Gratis