Sepeda motor

Perbandingan Konsumsi BBM NMax dan PCX 160, Skutik Premium Juga Harus Irit

Perbandingan konsumsi BBM NMax dan PCX lebih irit mana?

Pertanyaan seperti itu cukup sering terdengar. Wajar saja karena kedua produk memang tengah bersaing untuk merajai segmen skuter matik dengan bodi besar.

Di satu sisi Yamaha memasarkan NMax dengan harga Rp29.850.000 – Rp33.850.000. Sementara itu Honda PCX terbaru yang kini menggunakan mesin 160 cc dilepas ke pasar Rp30.745.000 – Rp34.345.000.

Perbandingan Konsumsi BBM NMAX dan PCX

Dari segi harga nampak keduanya punya selisih yang sangat tipis.

Sebenarnya PCX memiliki satu model lagi yang lebih mahal, yakni tipe e:HEV yang ditawarkan Rp43.550.000. Tapi karena mesinnya berbeda maka kita kesampingkan dulu varian tersebut.

Perbandingan Konsumsi BBM NMax dan PCX 160

Baik NMax atau PCX tergolong baru mendapat penyegaran. Punya usut, pengembangan yang didapat oleh salah satu produk rupanya juga berhasil meningkatkan konsumsi bahan bakarnya menjadi lebih baik.

Maka itu kita coba berkenalan dengan masing-masing produk.

Yamaha NMAX Generasi Terbaru

Pertama adalah Yamaha NMax yang hadir dalam wujud baru pada Desember 2019. Desainnya sedikit berubah ditambah ada beberapa fitur baru, seperti traction control, start stop system, dan Smart Motor Generator (SMG).

Pabrikan juga membekalinya dengan Communication Control Unit (CCU) yang membuat sepeda motor bisa terkoneksi dengan ponsel lewat aplikasi Y-Connect.

Di samping itu NMax juga hadir dengan mesin baru yang tentunya masih tetap mengusung teknologi Blue Core dan Variable Valve Actuation (VVA).

Mesin baru tersebut menggunakan piston milik R15. Kemudian desain kepala silindernya juga berbeda yang kini menggunakan katup intake lebih besar.

Kredit-Motor-PCX

Honda PCX 160 yang resmi diluncurkan pada 5 Februari 2021. (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Lalu bagaimana dengan PCX? Tak mau kalah dengan rivalnya, wakil Honda ini juga menggendong mesin baru yang sudah dilengkapi teknologi Smart Power Plus (eSP+). Kapasitas mesin dari yang sebelumnya 149 cc bengkak jadi 157 cc.

Di samping itu jumlah katupnya pun bertambah menjadi empat buah dari yang sebelumnya hanya dua. Perubahan tersebut cukup menjanjikan untuk membuat PCX bisa lebih bersaing dengan NMax dalam urusan tenaga.

Perbandingan Spesifikasi Mesin NMax dan PCX 160

Yamaha NMax menggendong mesin 1 silinder dengan kapasitas 155 cc yang berasal dari bore dan stroke berukuran 58 mm x 58,7 mm. Tenaga tertinggi yang bisa dihasilkan mesin tersebut mencapai 15,1 hp dan torsi puncak 13,9 Nm.

Di lain sisi PCX juga menggunakan mesin 1 silinder dengan kapasitas 156,9 cc dari ukuran bore dan stroke 60 mm x 55,5 mm. Dengan mesin baru yang digunakannya, PCX boleh sombong soal tenaga dan torsi.

Lembar spesifikasi menunjukkan skuter matik ini punya power tertinggi 15,8 hp dan torsi 14,7 Nm. Lebih unggul dari Yamaha NMax.

Lalu untuk teknologi mesinnya. Yamaha NMax mengandalkan teknologi katup variabel VVA yang membuat sebaran tenaga jadi lebih merata di setiap putaran mesin. Cara kerjanya mirip teknologi yang umum dijumpai pada kendaraan roda empat.

Teknologi VVA bekerja dengan memanfaatkan tiga profil noken as. Terdiri dari dua profil intake dan satu untuk exhaust. Profil intake masing-masing berfungsi untuk memaksimalkan tenaga pada putaran mesin rendah dan tinggi.

Nah, profil mana yang digunakan tergantung dari aktuator solenoid. Komponen ini akan bekerja pada putaran mesin 6.000 rpm. Gampangnya, di bawah putaran mesin tersebut maka profil yang digunakan adalah profil intake rendah dan sebaliknya.

Sejatinya Honda juga memiliki teknologi serupa yang dinamakan Variable Valve Timing and Lift Electronic Control atau akrabnya disebut VTEC.

Bisa dibilang mayoritas mobil Honda yang beredar di Indonesia atau bahkan dunia sudah menggunakan teknologi katup variabel tersebut. Bahkan versi yang lebih cerdasnya yakni i-VTEC.

Tapi di ranah roda dua khususnya pasar domestik entah mengapa Yamaha yang justru menerapkannya lebih dulu.

Walau begitu bukan berarti Honda PCX tak punya apa-apa. Pada kenyataannya pabrikan melakukan pengembangan menyeluruh terhadap mesin PCX terbaru.

Istilah eSP+ menjadi kata yang digaungkan oleh pabrikan pada masa-masa peluncuran. Berdasarkan pengamatan, teknologi eSP+ terdiri dari banyak hal.

Mesin-eSP+-Honda-PCX-160

Mesin eSP+ yang digunakan Honda PCX 160. (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Mulai dari starter ACG, lightweight piston, dan dan roller rocker arm seperti halnya yang sudah bisa ditemui pada mesin eSP biasa. Tapi masih ada tambahan lagi, contohnya penggunaan empat buah katup seperti yang sudah disampaikan.

Kemudian juga ada Hydraulic Tensioner Lifter Stopper yang berguna mencegah rantai keteng mengalami disposisi karena getaran tinggi. Selanjutnya ialah adanya Piston Oil Jet yang fungsi menyemprot oli ke bagian belakang piston untuk mendinginkannya.

Yamaha NMaxHonda PCX
Jenis mesin1 silinder, SOHC1 silinder, SOHC
Kapasitas 155 cc156,9 cc
Jumlah katup4 katup4 katup
Tenaga15,1 hp @ 8 000 rpm15,8 hp @ 8.500 rpm
Torsi13,9 Nm @ 6.500rpm14,7 [email protected] 6.500 rpm
Diameter x langkah58 mm x 58,7 mm60 mm x 55,5 mm
TeknologiBlue Core, VVAeSP+

Hasil Perbandingan Konsumsi BBM NMax dan PCX 160

Baik NMax atau PCX dipasarkan dengan harga mencapai Rp30 jutaan. Tak jarang keduanya dikategorikan sebagai skuter matik premium.

Sisi performa, fitur, dan desain menjadi poin persaingan utama. Ibaratnya produk mana yang lebih keren dan bergengsi.

Walau begitu bukan berarti faktor efisiensi bahan bakar bisa dikesampingkan begitu saja. Pada kenyataannya kedua pabrikan tetap “menjual” konsumsi bahan bakar yang irit sebagai keunggulan produknya masing-masing.

Lantas, bagaimana perbandingan konsumsi BBM NMax dan PCX?

Performa Mesin Honda PCX

Tarikan awal tergolong ringan dengan tenaga yang tersalurkan secara halus. (Foto: Dok. AHM)

Carmudi coba mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Diketahui penyegaran yang didapat PCX lewat mesin baru bisa membuatnya lebih irit. Bukan hanya dibanding kompetitornya, namun juga dibanding model sebelumnya.

Konsumsi bahan bakar rata-rata Honda PCX memiliki perbandingan 42,2 km/liter untuk model dengan mesin 160 cc. Sedangkan sewaktu masih menggunakan mesin 150 cc perbandingan konsumsi bahan bakar rata-ratanya adalah 41 km/liter.

Di sisi lain konsumsi bahan bakar NMax berada di bawahnya meski beda tipis. Sebelum mengadopsi mesin yang mendapat penyempurnaan pada 2019 lalu rata-rata konsumsi bahan bakarnya adalah 39 km/liter. Pada model baru angkanya sedikit membaik menjadi 39,5 km/ liter.

Dari informasi tersebut bisa dilihat mana yang lebih irit.

ModelMesin LamaMesin Baru
Yamaha NMax39 km/liter39,5 km/liter
Honda PCX41 km/liter42,2 km/liter

Kenapa Honda PCX 160 Irit BBM?

Honda PCX memiliki fitur penghemat bahan bakar yang dinamakan Idling Stop System (ISS).

Seperti diketahui kondisi jalanan yang macet menjadi salah satu penyebab bahan bakar terbuang sia-sia. Honda menyiasatinya dengan fitur ini.

Contohnya pada saat berkendara di tengah kemacetan. Ketika mesin dalam posisi idle atau stasioner selama 3 detik maka mesin akan mati secara otomatis. Untuk menyalakannya lagi pengendara tinggal memutar tuas gas.

Fitur ini bisa diaktifkan lewat sebuah tombol yang ada di stang sebelah kanan.

Faktanya fitur ini sudah ada sejak PCX masih menggunakan mesin 150. Jadi wajar saja jika skuter matik ini memang irit bensin dari dulu.

Kesimpulan Perbandingan Konsumsi Bahan Bakar NMax dan PCX 160

Konsumsi bahan bakar PCX bisa dibilang lebih baik dengan angka perbandingan sekitar 41 km/liter untuk versi yang menggunakan mesin 150 cc dan 42,2 km/liter untuk model menggunakan mesin 160 cc.

Hasil tersebut dicapai dari berbagai pembaruan yang ada di mesinnya kini. Walau begitu konsumsi BBM NMax juga sebenarnya masih tergolong irit. Lantas, sudah tahu mau pilih yang mana?

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *