Tips dan Trik

Perbedaan Power Steering Hidrolik dan Elektrik, Pahami Biar Makin Tahu

Power steering hidrolik dan elektrik

Power steering

Jakarta – Power steering yang lumrah ditemui pada mobil biasanya terdiri dari dua jenis; hidrolik dan elektrik. Keduanya pun mempunyai perbedaan yang cukup besar.

Baik power steering hidrolik maupun elektrik memiliki komponen dan cara kerja yang cukup berbeda. Power steering hidrolik punya cara kerja yang dibantu mesin, sedangkan elektrik tidak dibantu mesin.

Selain itu, power steering ini jadi sangat penting bagi sebuah mobil karena bisa membantu atau meringankan kemudi saat berbelok.

Pengertian Power Steering

Sebelum membahas perbedaannya antara hidrolik dan elektrik, ada baiknya mengenal lebih dalam mengenai power steering itu sendiri. Power steering sendiri merupakan sistem yang bertugas meringankan kemudi.

Saat mobil hendak berbelok, power steering inilah yang bekerja. Jika tidak ada power steering, maka bisa dipastikan setir akan terasa berat.

Biasanya mobil yang belum menggunakan power steering adalah mobil produksi tahun tua, kisaran 1950-an sampai 1970-an.

Power steering hidrolik dan elektrik

Ilustrasi power steering pada mobil

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas, power steering sebenarnya ada dua jenis. Pertama adalah power steering hidrolik dan kedua adalah power steering elektrik.

Power Steering Hidrolik

Power steering hidrolik merupakan sistem penggerak setir yang memanfaatkan tekanan oli. Sistem ini masih banyak digunakan karena performanya masih dianggap cukup mumpuni.

Untuk power steering hidrolik sendiri terdiri dari tipe recirculating ball dan rack and pinion. Namun yang lebih banyak dipakai adalah model rack and pinion.

Komponen Utama Power Steering Hidrolik

Pada model hidrolik, ada empat komponen utama yang digunakan. Komponen tersebut terdiri dari pompa, reservoir tank, pipa dan selang, serta steering rack assembly.

Pompa Power Steering

Pompa power steering ini berguna untuk menghasilkan daya dan tekanan oli power steering. Tujuannya adalah bisa menekan piston dalam power steering rack assembly. Pompa ini diputar oleh mesin mobil menggunakan fanbelt.

Kalau pernah bertanya-tanya kenapa fanbelt melingkar-lingkar, salah satunya adalah untuk menggerakkan power steering.

Reservoir Tank

Reservoir tank berguna untuk menampung oli power steering. Tank ini juga biasanya jadi salah satu komponen yang sering dicek, apakah olinya berkurang atau tidak.

Pipa dan Selang

Pipa dan selang bertugas mengalirkan tekanan yang dikirimkan oleh pompa power steering. Biasanya pipa dan selangnya memakai model seperti AC karena tekanan power steering harus kencang sehingga dibutuhkan pipa dan selang yang sangat kuat.

Rack Assembly

Rack assembly punya tugas meringankan tenaga saat sedang memutar setir. Di dalam komponen ini ada 3 perangkat utama; rotary control valve, pressure chamber, dan rack and pinion linkage.

Power steering hidrolik dan elektrik

Power steering hidrolik.

  1. Rotary control valve bekerja mengatur arah tujuan dari oli yang bertekanan menuju chamber pressure. Arah ini disesuaikan dengan putaran roda.
  2. Pressure chamber berguna mendorong piston yang menjadi satu dengan steering rack shaft.
  3. Rack and pinion linkage berguna meneruskan putara roda langsung ke roda.

Power Steering Elektrik

Model kedua adalah power steering elektrik, atau lebih dikenal sebagai electronic power steering (EPS).

Power steering jenis ini merupakan pengembangan dari model hidrolik. Secara komponen, memang power steering elektrik ini lebih canggih.

EPS pada dasarnya memakai system otomatis yang diatur oleh komputer, sehingga tidak memakai cairan atau oli. Tapi, komponen yang dimiliki lebih banyak.

Power steering elektrik. (Foto: Istimewa)

Komponennya meliputi electronic control module, motor listrik, torque sensor, steering clutch, noise suppressor dan on board diagnostic.

Komponen Power Steering Elektrik

  • Electronic control module berfungsi sebagai otak dari EPS. Komponen ini memberikan perintah kepada komponen lainnya.
  • Motor listrik berguna menggerakkan sistem kemudi secara langsung. Perintah tersebut pastinya dikirimkan oleh ECM.
  • Torque sensor berfungsi sebagai pemberi informasi saat kemudi mulai diputar.
  • Steering clutch berguna menghubungkan dan melepaskan motor listrik dengan batang kemudi.
  • Noise suppressor berfungsi mendeteksi mesin sedang bekerja atau tidak.
  • On board diagnostic berguna memberikan informasi apabila EPS mengalami gangguan.
Power steering hidrolik dan elektrik

Komponen yang ada pada elektrik power steering. (Foto: Istimewa)

Cara kerjanya jauh lebih simple. Biasanya saat mesin hidup, ECM akan mendapat suplai aliran listrik dari baterai. ECM akan meneruskan ke clutch sehingga main shaft dan motor steer akan terhubung.

Saat setir mulai dibelokkan, sensor akan mendeteksi seberapa besar momen punter yang diterima. Cara ini lebih efektif menggerakkan setir dibanding model hidrolik.

Cara Menjaga Power Steering Agar Awet

Baik power steering hidrolik dan elektrik secara garis besar punya prinsip kerja yang sama. Tapi, banyak orang mengabaikan cara penggunaannya.

Alhasil, power steering malah jadi cepat rusak dan bermasalah.

Cara kerja elektrik power steering. (Foto: Istimewa)

Maka dari itu, berikut beberapa cara menjaga power steering awet:

  1. Tidak menggerakkan setir sebelum kendaraan bergerak. Misalnya saat parkir setir diputar terlebih dahulu sebelum digas.
  2. Sering membelokkan power steering sampai mentok, atau berbelok patah dalam waktu lama.
  3. Salah memilih oli power steering pada model hidrolik.
  4. Memilih spare part yang salah saat perbaikan.
  5. Sering parkir namun posisi setir tidak lurus.
  6. Memakai ban dengan tingkat gesekan yang tinggi.

Nah, itu tadi perbedaan power steering hidrolik dan elektrik. Walaupun kelihatannya berbeda, namun prinsip dan cara kerjanya masih cenderung sama. Hanya dibedakan komponennya saja.

Semoga bermanfaat.

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

Tips Berburu Spare Part Mobil Copotan, Kenali Untung dan Ruginya

Rizen Panji

Hobinya menghabiskan bahan bakar di akhir pekan. Dan pastinya tergila-gila dengan mobil tua apalagi mobilnya model pintu dua. Oiya, dirinya juga senang melihat interior mobil yang sangat rapih dan bersih, lho!

Related Posts