Berita Mobil Sumber informasi Tips dan Trik

Perhatikan Tekanan Angin Ban Sebelum Lakukan Perjalanan Jauh

Jakarta – Masih dalam suasana mudik Lebaran, pastinya banyak sekali persiapan yang harus dilakukan. Apalagi hendak melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil dengan jarak jauh.

Salah satu hal penting yang dilakukan yaitu, mengecek tekanan angin dibutuhkan pada ban. Cara mengetahui jumlah tekanan angin pada ban, bisa di cek pada dinding tulang pintu mobil bagian pengemudi.

Mobil menggunakan velg R 14 bawaan pabrik, umumnya memiliki tekanan angin ban depan 33 psi, dan belakang 36 psi. Pengisian angin standar dapat menggunakan Oksigen maupun Nitrogen, megingat banyak efek yang akan diterima jika mengalami ban kempes.

Penggunaan Nitrogen pada ban, mempunyai kelebihan khusus diantaranya membuat suhu ban tidak terlalu panas karena gesekan ban dengan aspal, selain itu kekerasan benturan ban pada aspal berkurang.

Efek Kurang Angin Menimbulkan Kerusakaan Ban

  • Ban kempes bisa merusak ban dan velg mobil, hal itu terjadi karena tekanan angin yang kurang muatan yang berlebih, bisa merusak kawat hill pada ban. Tidak hanya itu, saat diperjalanan ban mobil bisa meledak akibat gesekan ban terhadap aspal lebih banyak, karena ban mengalami kenaikan suhu panas.
  • Velg mudah rusak, dimana ban kempes mempunyai tekanan yang besar terhadap dinding ruang. Selain itu jarak bibir velg ke aspal semakin dekat, sehingga jika terjadi benturan sangat rentan untuk velg membentur aspal atau batu dijalan. Hal itu dapat mengakibatkan kerusakan pada velg yang meliputi pecah velg, atau ke tidak balancing pada velg.
  • Ban benjol sering terjadi dialami saat ban kurang memiliki tekanan angin. Ban sebagus dan sebaik apapaun, jika memiliki tekanan angin yang kurang akan benjol khususnya dibagian sisi ban. Mengapa demikian? Kurangnya tekanan angin mengakibatkan tekanan pada dinding samping ban lebih besar, karena hanya dinding samping ban memiliki tekanan yang lentur. Jika kendaraan menghantam lobang yang cukup besar dengan kecepatan yang cukup tinggi, mengakibatkan kawat hill putus, sehingga ban menjadi benjol.
  • Corak ketebalan ban lebih cepat habis, dimana gesekan lebih banyak terjadi jika ban mengalami kekurangan angin. Sehingga kerugian materi lebih cepat terjadi, selain itu membuat umur ban menjadi lebih pendek.

Sebelum melakukan perjalanan alangkah baiknya melakukan pengecekan utama tekanan terhadap ban kendaraan, sesuai dengan standar ukuran pabrik. Jika ban dan velg mobil sudah diganti dengan ukuran berbeda, bisa ditanyakan kepada mekanik tempat penggantian ban, ataupun internet untuk mengetahui ukuran normal yang digunakan pada ban.

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts

/