HomeBeritaPermintaan Menurun, BMW dan Mini Berhenti Produksi Mobil Diesel

Permintaan Menurun, BMW dan Mini Berhenti Produksi Mobil Diesel

Mobil Diesel BMW dan Mini
BMW X6 M50i salah satu mobil diesel yang dihentikan produksinya (Foto: Autocar)

London – BMW dan Mini putuskan berhenti produksi sekaligus menjual beberapa model mobil bermesin diesel karena permintaan terhadapnya terus mengalami penurunan.

Diberitakan Autocar, Selasa (24/11/2020), para pelanggan BMW dan Mini cenderung tidak memilih atau membeli mobil diesel.

Ditambah lagi beberapa mobil diesel keluaran BMW dan Mini tidak memenuhi standar emisi Euro6d yang tidak lama lagi akan diberlakukan di Inggris.

Saat ini, hanya BMW 2 Series Coupe dan 2 Series Convertible versi mesin bensin yang tersedia. Mulai dari mesin berkonfigurasi tiga silinder 1,5 liter pada 218i hingga mesin 3.0 liter straight six di M240i.

BMW akan menghentikan produksi sekaligus penjualan SUV-nya di seluruh Eropa, seperti X5, X6 dan X7 versi M50d. Model mobil tersebut dibekali mesin 3.0 liter turbodiesel dengan tenaga hingga 400 hp dan 760 Nm.

Sedangkan Mini akan berhenti menerima pesanan untuk Countryman Cooper D, meskipun memiliki mesin yang sesuai dengan Euro6d. Alasan utama penghentiannya adalah berkurangnya permintaan dari pelanggan.

BMW dan Mini adalah dua dari beberapa merek mobil yang mulai memangkas jajaran produknya yang bermesin diesel di Eropa.

Bulan lalu, Honda menghentikan semua model dieselnya dari Inggris, karena perusahaan ingin mengalihkan fokusnya pada model bermesin bensin-listrik dan listrik murni.

Mobil Diesel BMW dan Mini
Mini Countryman (Foto: Autocar)

Secara umum, pangsa pasar diesel di Inggris telah turun menjadi sekira 20% pada 2020. Data awal yang dikumpulkan oleh Autocar menunjukkan bahwa jumlah varian diesel yang ditawarkan untuk dijual di Inggris hampir setengahnya berkurang dalam lima tahun terakhir.

Inggris Larang Mobil Bermesin Konvensional

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengkonfirmasi bahwa negaranya akan mengajukan larangan penjualan mobil konvensional berbahan bakar bensin dan diesel pada 2030.

Diberitakan Paultan, Kamis (19/11/2020), Johnson memberikan kesempatan tenggat waktu mobil baru berbahan bakar bensin dan diesel untuk hidup 10 tahun lagi.

Sedangkan khusus mobil berteknologi hybrid masih diizinkan untuk dipasarkan dan dibeli oleh konsumen paling tidak sampai 2035.

Kebijakan tersebut akan menjadikan Inggris sebagai negara netral karbon pada 2050. Larangan mobil konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) pada 2030 bertujuan untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik.

Mobil Diesel BMW dan Mini
BMW 2 Series Coupe (Foto: Autocar)

Johnson menyebutkan bahwa pemerintah akan menginvestasikan lebih dari 2,8 miliar Pound sterling atau sekira Rp52 triliun. Dana sebesar itu akan dimanfaatkan untuk percepatan pengembangan kendaraan listrik, dan membuat baterai di gigafactories Inggris.

Ini sangat memungkinkan untuk mengakhiri penjualan mobil bermesin bensin dan diesel baru pada 2030.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga: Hati-hati Jika Ingin Jual Mobil BMW Bekas

Previous post
Review Spesifikasi BMW F900R, Punya Mesin Buas dan Fitur Melimpah
Wuling Almaz Limited Edition
Next post
Wuling Almaz Limited Edition Meluncur, Simak Ubahannya