Home » Tips dan Trik » Perpanjangan SIM Selama Masa PSBB, Tidak Perlu Buru-buru

Perpanjangan SIM Selama Masa PSBB, Tidak Perlu Buru-buru

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di banyak wilayah tentunya membuat kantor pemerintahan dan pelayanan publik mengurangi intensitas jam kerjanya. Sementara di sisi lain, perpanjangan SIM tidak bisa ditunda karena bila terlambat harus membuat lagi yang baru dari awal. Untungnya, pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan keringanan selama masa pandemik ini.

Bahkan di beberapa daerah, layanan SIM keliling masih beroperasi secara normal meskipun dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Polri memberikan dispensasi untuk SIM yang habis masa berlakunya selama pandemi COVID-19 hingga 29 Juni 2020. Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya kerumunan masyarakat di Satpas SIM.

“Sampai dengan 29 Juni itu dispensasinya diperpanjang, jadi artinya masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu buru-buru. Ini dilakukan untuk menghindari antrean membludak,” ungkap Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Lalu Hedwin Hanggara sebagaimana dikutip dari laman NTMC Polri.

Dispensasi atau keringanan ini diberikan karena antusiasme masyarakat yang ingin segera memperpanjang SIM setelah Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) SIM mulai dibuka kembali. Sejak mulai beroperasinya kembali perpanjangan masa berlaku SIM, antrean terlihat di sejumlah SATPAS.

“Satpas, Samsat dan BPKB dapat dibuka kembali dengan tetap mempedomani protokol kesehatan secara ketat,” demikian bunyi surat Telegram Kapolri Nomor St/1537/V/YAN.1.1./2020 pada Jumat 29 Mei 2020 lalu.

Pembukaan Layanan Satpas SIM

Smart SIM. (Foto: Ilustrasi)

Pelayanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) kembali dibuka pada 2 Juni kemarin. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan, sampai 29 Juni 2020 masyarakat tetap dapat perpanjangan SIM meski masa berlakunya habis pada Maret-Mei 2020.

Polisi juga telah mengaktifkan kembali layanan SIM keliling. Saat ini layanan SIM Keliling hanya ada di TMII dan Satpas SIM Daan Mogot. Selain terkait SIM umum, Korlantas Polri juga membuka layanan pembuatan dan perpanjangan SIM internasional.

Argo mengatakan, dalam pelaksanaannya, pihaknya bakal memberlakukan protokol kesehatan terkait Covid-19. Masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan selama proses perpanjangan SIM di SATPAS untuk pencegahan penularan Covid-19.

“Hand sanitizer, maupun cuci tangan manual sudah kami siapkan. Masyarakat diminta menggunakan masker, dan perhatikan ada tanda-tanda di tempat duduk juga ada tulisannya menggunakan jaga jarak,” kata Argo.

Sementara itu, gerai-gerai layanan SIM di pusat perbelanjaan masih ditutup. Kepastian dibukanya kembali, masih menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta, soal Pembatasan Sosial Berskala Besar yang berakhir 4 Juni. Apabila gerai layanan SIM di pusat perbelanjaan sudah dibuka, maka kepadatan antrian di SATPAS dan mobil SIM Keliling bisa diminimalisir.

Ditlantas Polda Metro Jaya juga membuka layanan SIM keliling di kawasan TMII, tepatnya di samping Masjid At-Tin. Dengan lokasi yang lebih luas, diharapkan antrean bisa lebih tertib dan tetap menjaga jarak. Sehingga warga Jakarta Timur atau Selatan yang tetap ingin mengurus SIM diimbau untuk langsung ke At-Tin bila kantor Satlantas wilayah penuh.

Pembatasan Jam Operasional Satpas SIM

Lokasi sim keliling
Lokasi sim keliling di Jakarta. Foto: Istimewa

Untuk jadwal operasional, Hedwin menerangkan berbeda dengan sebelum pandemi COVID-19. Di wilayah Jadetabek, Satpas SIM hanya melayani selama 5 jam pada Senin sampai Jumat, dan 4 jam pada Sabtu. Penutupan lebih awal bisa saja dilakukan jika jumlah pemohon di dalam gedung sudah memenuhi batas.

“Kami tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan pembatasan jam operasional. Untuk Senin sampai Jumat buka jam 8 sampai 13 siang, Sabtu dari jam 8 sampai 12 siang,” terangnya.

Hal ini dilakukan guna kemungkinan terjadinya penyebaran COVID-19 saat masyarakat ingin membuat atau memperpanjang SIM. Pihaknya mengimbau supaya masyarakat yang ingin memperpanjang SIM tetap menjalankan protokol kesehatan selama Covid-19. Dengan adanya dispensasi ini bertujuan mengurangi kerumunan dan antrean panjang di SATPAS SIM atau mobil SIM Keliling.

“Tentu kita antisipasi, bila antrean dinilai sudah banyak yang berkerumun langsung kita batasi dan tutup. Untuk itu, masyarakat juga jangan terburu-buru, karena dispensasi sampai bulan depan,” jelasnya.

Evaluasi Perpanjangan SIM Selama PSBB

Lokasi pembuatan SIM Internasional
Lokasi pembuatan SIM Internasional. Foto: Istimewa

Untuk memasuki periode New Normal ini, pihak kepolisian juga terus memantau dan melakukan evaluasi terhadap layanan perpanjangan SIM selama masa PSBB. Untuk masa dispensasi, Hedwin menyatakan ada kemungkinan untuk diperpanjang. Hal ini mempertimbangkan situasi dan perkembangan kasus penyebaran virus corona, khususnya di Jakarta dan sekitarnya yang belum sepenuhnya membaik.

“Nanti dievaluasi lagi, misalnya situasi masih harus diperpanjang dispensasinya. Itu pun kita menunggu kebijakan dari Korlantas, Nanti Korlantas akan menilai, misalnya bulan Juli sepertinya perlu dispensasi lagi, tidak menutup kemungkinan kita perpanjang,” jelasnya.

Dispensasi memang perlu diberikan mengingat banyaknya masyarakat yang ingin memperpanjang SIM mereka. Warga terutama di ibukota sejak pagi hari sudah datang untuk mengambil nomor antrean.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Suhli, mengatakan antrean parah memang terjadi di hampir semua kantor layanan SIM di Jakarta. Ini disebabkan karena antrean dibatasi hanya 200 orang.

Warga yang tidak tahu soal dispensasi ini terus datang dan membuat kondisinya semakin membludak. Kantor yang tidak besar akhirnya penuh sesak oleh warga yang perpanjang SIM. Bahkan, antrean warga sampai ke bahu jalan karena masyarakat tak lagi memperdulikan protokol kesehatan.

Prosedur Baru Dalam Proses Perpanjangan SIM Selama PSBB

Proses Perpanjang SIM di Mobil SIM Keliling (Foto: Carmudi)

Karena jumlah pemohon SIM yang dibatasi, maka masyarakat perlu mengatur waktu supaya kebagian jatah di SATPAS SIM atau mobil SIM Keliling. Di massa pandemi Covid-19, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan sistem First In First Out untuk masyarakat yang hendak melakukan perpanjangan SIM.

Bila kuota sudah habis, masyarakat diminta untuk kembali lagi keesokan harinya untuk perpanjangan SIM. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyebut bila kuota ini berdasarkan jumlah kapasitas ruang tunggu pelayanan.

“Jadi untuk kouta perhari kita lihat jumlah kapasitas ruang tunggu pelayanan. Misalkan ruang tunggu di pelayanan SIM hanya berjumlah 100 orang, 100 orang itulah yang mendapatkan kupon dan bisa melakukan perpanjangan SIM,” ungkap Sambodo.

Sambodo mengatakan, antrean masyarakat akan terpecah apabila pelayanan di gerai Samsat Mall sudah buka kembali. Untuk diketahui, saat ini pusat-pusat perbelanjaan masih ditutup karena pandemi Corona. Gerai yang berada di mal akan dibuka ketika mal sudah boleh dibuka.

“Kalau Mall sudah mulai buka, nanti Gerai Samsat atau Satpas di mall akan kita buka lagi,” tuturnya.

Adapun persyaratan dalam perpanjangan SIM tidak berubah selama pandemik Covid-19, antara lain:

1. Foto Kopi KTP yang masih berlaku,

2. Foto Kopi SIM lama dan SIM asli,

3. Bukti Cek Kesehatan.

Untuk biaya perpanjangan sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah Rp 80.000,- untuk perpanjangan SIM A dan Rp. 75.000,- untuk perpanjangan SIM C.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan, masyarakat yang SIM-nya habis dalam masa dispensasi namun tidak diperpanjang hingga 30 Juni, maka harus mengikuti prosedur membuat SIM baru.

“Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa SIM yang masa berlakunya habis selama masa pandemi Covid-19 terhitung mulai dari tanggal 24 Maret 2020 – 29 Mei 2020 diberikan dispensasi. Proses perpanjangan SIM bisa dilakukan mulai tanggal 2 Juni – 30 Juni 2020,” ucap Ahmad.

Penulis: Yongki

Editor: Lesmana

Previous post
Resmi Meluncur, 7 Fakta Menarik Tentang Toyota Fortuner Terbaru
Antrean pemohon SIM
Next post
Antrean SIM Membludak Sejak Pukul 3 Pagi

1 Comment

  1. Sularman
    Juni 16, 2020 at 12:03 pm

    Saya perpanjang SIM tgl 16 Juni, habis SIM 15 Juni. Knp harus disuruh bikin SIM baru lagi?