HomeBeritaPenyebab Persneling Mobil Susah Masuk, Coba Cek Bagian Ini

Penyebab Persneling Mobil Susah Masuk, Coba Cek Bagian Ini

Mengendarai mobil manual saat mudik

Jakarta – Bagi para pengendara, terkadang pernah mengalami kesulitan saat persneling mobil susah masuk atau pindah gigi. Perseneling mobil yang susah masuk ini terkadang membuat hati jengkel dan risih saat berkendara. Selain membuat tidak nyaman, persneling yang susah masuk juga bisa menyebabkan kecelakaan.

Lalu, apa sih penyebab persneling susah masuk atau pindah gigi?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan persneling mobil susah masuk. Suwarno, Technical and Training Development Staff Emergency Road Assistant PT Toyota Astra Motor (TAM) memberikan sedikit alasannya.

“Masalah ini bisa muncul, salah satunya setelah free play pedal kopling terlalu besar. Bisa juga komponen di dalam persneling ada yang rusak,” buka Suwarno.

Penyebab Persneling Susah Masuk Gigi

Namun, sebelum benar-benar memvonis kerusakan, ada baiknya pemilik mobil juga turut melakukan diagnosa. Ada beberapa hal yang dapat dilihat.

  • Kabel Tuas Persneling Macet

Hal pertama kalau persneling mobil susah masuk adalah dengan cara melihat kabel tuas persnelingnya. Hal ini dilakukan karena kabel tuas persneling ini bisa saja macet. Kalau sudah macet, biasanya tuas persneling akan terasa lebih berat dan keras. Jika sudah demikian, Carmudian lebih baik langsung membawa mobil kesayangan ke bengkel terdekat agar langsung ditangani tangan profesional.

  • Bushing Tuas Persneling Rusak

Hal ke dua yang bisa menjadi penyebab persneling mobil susah masuk atau oper gigi adalah karena bushing rusak. Bushing tuas persneling mobil memang terbuat dari bahan karet. Biasanya, kalau sudah rusak maka bahan ini akan menjadi getas. Oleh karena itu, kalau bushing tuas persneling rusak maka masuk gigi pun jadi susah saat hendak berkendara.

  • Kabel Kopling Mulai Keras

Hal ke tiga yang menjadi penyebab adalah kabel kopling yang sudah mulai keras. Kopling yang digunakan pada mobil saat ini terdiri dari dua macam. Mulai dari model kopling kabel dan kopling hidrolik.

Nah, khusus untuk mobil yang masih memakai kabel kopling, biasanya kabel kopling akan mulai kotor dan berkarat. Kabel kopling yang berkarat dan kotor ini mampu menyebabkan jarak geser kopling menjadi lebih pendek. Maka dari itu, persneling mobil jadi susah masuk gigi.

Sementara itu, untuk kopling model hidrolik yang perlu diingat, adalah jangan lupa mengecek bagian master kopling. Karena model hidrolik, master kopling menjadi bagian yang penting karena untuk mengatur tekanan pada kopling. Cek bagian ini. Biasanya persneling mobil yang susah masuk gigi disebabkan oleh adanya kebocoran di master kopling ini. Jika ada kebocoran, tekanan pada hidrolik yang dihasilkan juga tidak akan menjadi sempurna.

Ilustrasi mobil transmisi otomatis (Foto: my-otomoto)

Nah, itu tadi beberapa bagian yang bisa dicek atau diperiksa ketika persneling mobil Carmudian susah masuk gigi. Jika masih ragu tentang bagaimana memeriksanya, lebih baik langsung datangi bengkel terdekat langganan Carmudian. Tapi ingat, saat berkendara tidak perlu buru-buru lantaran persneling sedang dalam keadaan kurang beres.

Kondisi persneling yang kurang baik sehingga susah masuk gigi, sebenarnya adalah buah dari perlakuan kita terhadap mobil kesayangan. Sebut saja misalnya penggantian oli rutin yang kerap dilewatkan. Apalagi, ada beberapa bagian yang berpengaruh terhadap kinerja persneling.

Antisipasi Persneling Mobil Susah Masuk

Untuk menghindari persneling mobil susah masuk, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Seperti yang disinggung di atas, mulai dari rajin mengganti oli hingga pengecekan berkala menggunakan alat hidrolik sangat penting dilakukan.

Oli yang dimaksud di sini adalah oli transmisi atau oli gir boks. Imbauan bagi para pemilik mobil, rajinlah mengganti oli transmisi di interval 10 ribu km. Atau bisa juga mengganti oli transmisi setiap dua kali penggantian oli mesin.

Transmisi Dual Clutch Masih Digunakan Sebagian Kecil Pabrikan Mobil (Foto: Paultan)

Oli gir boks atau oli transmisi juga merupakan salah satu komponen yang wajib dilakukan pengecekan. Banyak pengguna kendaraan kerap melupakan hal ini. Selain oli transmisi, usahakan juga pengendara tersebut mengganti oli gardan.

Khusus untuk mobil berpenggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD), oli gardan juga wajib diganti pada interval waktu yang sudah ditentukan. Kendati rajin mengganti oli transmisi, jangan melupakan pengecekan di bagian transmisi dan kopling.

Bagian transmisi dan kopling juga wajib mendapat sentuhan setidaknya setiap 20 ribu km. Cek komponen seperti pelat kopling, matahari, hingga syncromesh ring.

Untuk komponen syncromesh ring memang perlu diketahui lebih dalam. Bagian ini berfungsi untuk menyamakan putaran antara roda gigi transmisi. Putaran yang sama akan membuat proses perpindahan gigi menjadi lebih mudah dan halus. Ketika syncromesh ring ini mengalami aus, maka proses untuk menyamakan kecepatan antara masing-masing roda gigi akan semakin sulit dan menyebabkan gigi persneling susah masuk.

Gantilah komponen di area transmisi dan kopling yang sudah mulai rusak, dan yang terpenting adalah cara berkendara juga sangat mempengaruhi keawetan kopling dan transmisi. Sayangilah kendaraan Carmudian dengan mengganti gigi di timing yang pas.

Rangkuman Perawatan Persneling Mobil

  1. Rutin mengganti oli transmisi atau oli gir boks di interval 10 ribu km
  2. Rutin mengganti oli gardan
  3. Lakukan pengecekan di bagian transmisi dan kopling secara berkala
  4. Cek pelat kopling
  5. Cek matahari
  6. Cek syncromesh ring
  7. Ganti gigi di timing yang pas

Nah, itu tadi beberapa indikasi dan cara mengantisipasi persneling mobil susah masuk gigi. (dms)

Transmisi
Bagian dalam dari transmisi mobil. Foto/Istimewa.
uji coba tilang elektronik
Previous post
Anies Terbitkan Ingub, Terkait Perluasan Daerah Sistem Ganjil-Genap
Next post
Daftar Mobil Matic Bekas di Bawah Rp 50 Juta, Banyak Motuba Mewah