Home » Berita » Pertamina: Penyaluran Bahan Bakar Solar B30 Butuh Pembaruan

Pertamina: Penyaluran Bahan Bakar Solar B30 Butuh Pembaruan

DFSK Super Cab mengikuti uji coba bahan bakar solar B30 (Foto: DFSK)

Jakarta – Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai melakukan uji coba bahan bakar solar B30 . Ini merupakan bahan bakar campuran minyak nabati atau biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar.

Hal itu ditandai dengan kegiatan Road Test B30 yang melibatkan tiga unit truk dan delapan unit kendaraan penumpang berbahan bakar solar B30. Sebelas mobil itu melaju mulai dari Lembang lalu melewati beberapa wilayah hingga kembali lagi ke Lembang, Jawa Barat.

Kegiatan Road Test B30 mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Pertamina. Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan,  pihaknya secara aktif mendukung penuh pelaksanaan uji jalan ini. Dengan menyediakan produk solar sejumlah 66,5 KL.

“Salah satu dukungan kami adalah turut aktif mensosialisasikan program biodiesel yang diamanatkan kepada Pertamina, selain menyediakan bahan bakar B30 untuk diuji coba pada 3 unit truk dan 8 kendaraan berpenumpang mesin Diesel,” katanya.

Lebih lanjut Fajriyah mengatakan, infrastruktur Pertamina telah sanggup untuk melayani penyaluran B20 ke masyarakat, namun untuk penyaluran B30 masih dibutuhkan beberapa pembaruan.

“Saat ini kami memiliki 111 Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) yang siap untuk mendistribusikan B20, sedangkan titik pencampuran FAME dilaksanakan di 29 titik pencampuran yaitu 26 TBBM dan 3 kilang”, jelas Fajriyah.

Pelumas Khusus

Dukungan penuh Pertamina terhadap program biodiesel semakin lengkap melalui pelumas terbaru khusus mesin kendaraan berbahan bakar biodiesel. Produk ini diciptakan untuk mobil yang menggunakan bahan bakar campuran minyak nabati.

“Pertamina menyiapkan produk pelumas khusus untuk kendaraan yang menggunakan biodiesel (B5 – B50) yaitu Meditran SX Bio 15W-40,” tutup Fajriyah.

Bakar Solar B30 Berlaku 2020

Tujuan dikembangkannya bahan bakar solar dengan campuran nabati 30 persen untuk mengurangi ketergantungan impor dan menyediakan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Mandatori B30 ini juga merupakan langkah konkret pemerintah untuk terus mengembangkan industri kelapa sawit. Selain itu menjamin ketersediaan dan kestabilan harga BBM di dalam negeri. Pelaksanaan road test ini merupakan wujud sinergi antara lembaga litbang pemerintah dan industri dalam kebijakan sektor ESDM.(dol)

New Yaris 2018
Previous post
Daftar Harga Mobil Hatchback Terbaru yang Cocok untuk Mejeng di Kampus
kelebihan vespa klasik
Next post
Beli Vespa Tua, Perhatikan Kelengkapan Surat dan Kondisi Bodi