Event Modifikasi Sumber informasi

Pesta Komunitas Penyuka Off-Road Buat Rekor Baru di BXC 2018

Jakarta – Ajang Bengkulu Xtreme Challenge 2018 (BXC) usai digelar, persaingan mobil “penggaruk tanah” ini sangat ketat. Sebanyak 77 starter yang tercatat dalam daftar panitia mengunakan mobil yang sudah dimodifikasi dengan aman.

Event yang berlangsung 2 hari, Sabtu – Minggu (7/4 -8/4) digelar di trek Pekan Sabtu, Bengkulu. Diikuti penggila off-road yang berasal dari 13 kota dan provinsi.

Ya, mereka beradu skill, nyali dan keberuntungan di event Bengkulu Xtreme Challenge 2018 (BXC). Ini adalah event sekaligus pestanya komunitas para penyuka off-road otomotif di Tanah Air.

“Rasanya ini jadi rekor terbanyak peserta kompetisi off-road adventure di Sumatera saat ini,” ujar Candra Dewana – salah satu offroader senior dari Palembang.

Seperti diberitakan sebelumnya ajang BXC 2018 terbagi dalam 3 Kelas yaitu G1 (s/d 1000 cc), G2 (s/d 2500 cc) dan G4(di atas 2500cc). Menurut HM Sasdi selaku ketua panitia meskipun dipersiapkan efektif kurang lebih 2 bulan tapi bisa sukses terselenggara. Pertandingan berlangsung seru dan menarik serta tanpa ada insiden kecelakaan.

“Terus terang saya cukup kaget dengan jumlah peserta yang membludak. Prediksi awal paling sekitar 60 an. Terima kasih kepada semua offroader yang sudah mensukseskan dan berpartisipasi di BXC kali ini,” kata Asep Sopyan – ketua pelaksana BXC 2018.

Gelaran ini juga mendapat dukungan dari berbagai stakeholder diantaranya pemerintah setempat, Korem 041/GAMA dan pihak kepolisian. Bahkan PLT Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengungkapkan harapannya kalau event BXC bisa dijadikan agenda tahunan yang akan digelar setiap tahun di bulan yang sama.

“Karena terbukti dunia off-road memiliki multi player efek yang luar biasa. Sehingga event BXC dirasa perlu masuk dalam APBD Provinsi Bengkulu 2019 nanti,”ujarnya dalam keterangan resminya (9/4).

Adu Skill Sangat Sengit Para Offroader

Trek yang dibikin Master Trek – Mendol Jeeper dari Surabaya mampu memaksa offroader untuk mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimiliki. Hal ini diakui beberapa peserta yang terjun langsung dalam ajang ini.

“Karakter treknya bikin pertandingan makin seru. Saya suka sekali dengan lokasi ini,” kata dokter Jack, offroader asal Mataram – NTB yang akhirnya jadi jawara di Kelas G4.

Dirinya menambahkan dalam mengendalikan tubular bermesin Cherokee stroker 4.500 cc, gaya ngegas agresif yang membuat jadi juara 1 kelas G4.

Ini artinya menyisihkan sejumlah offroader papan atas lainnya seperti Azis Yurianto dari Yogya, Nur Cahyo dari Sukabumi dan lain sebagainya.

Sementara pemuncak peringkat di kelas G2 dipegang oleh Andri Apau dari Tim Sukapura PSM 86 – Tasikmalaya. Pada kelas G1 peraih peringkat 1 adalah Bujang Ali dari SJI Bali.

Sayangnya offroader tuan rumah belum bisa berbuat banyak, karena memang sudah lama tidak ada pentas off-road berskala nasional yang diikuti maupun digelar di kota Bengkulu. Hujan deras menjelang selesai pertandingan di hari Sabtu tak mengurangi semangat peserta untuk tampil maksimal.

Tahun depan rencananya agan digelar lebih baik lagi, terkait penyelenggaraan dan penambahan fasilitas. Ini diungkapkan Asisten 3 Pemda Provinsi Bengkulu, Haji Gotri Suyanto saat menutup gelaran event BXC 2018.

“Saya berharap para offroader mau datang lagi tahun depan. Pasalnya di lokasi seluas kurang lebih 8 hektar ini akan diperbaiki fasilitas penunjang seperti jalan dan juga lokasi untuk paddock yang lebih luas,” pungkasnya.(dol)

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts