Sumber informasi

Pinjam Uang di Bank untuk Beli Motor, Gampang-gampang Susah

Pernah berpikir pinjam uang di bank untuk beli motor impian? Hal tersebut mungkin saja dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Tapi jangan senang dulu. Ada baiknya Carmudian mengetahui keuntungan dan kekurangan cara tersebut dibanding memanfaatkan layanan yang lebih umum, yakni kredit lewat leasing atau lembaga pembiayaan.

Pinjam Uang di Bank untuk Beli Motor

(Foto: Lucky Penny Cycles)

Sampai saat ini sepeda motor masih menjadi transportasi andalan bagi banyak orang. Anda bisa melihat sendiri betapa banyaknya jenis kendaraan ini beredar di jalan raya.

Data menunjukkan populasi sepeda motor di Indonesia telah mencapai 137,7 juta unit lebih. Kenapa dibilang lebih? Karena angka tersebut mengacu pada perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) sampai 2018 lalu.

Seiring bertambahnya waktu kemungkinan besar angka tersebut sudah jauh bertambah.

Sebagai perbandingan kini jumlah penduduk Indonesia ada di angka 270,6 jiwa (2019). Dengan begitu bisa dibilang lebih dari setengah penduduk Indonesia memiliki sepeda motor.

Populasi sepeda motor yang begitu banyak bukan tanpa alasan.

Kendaraan bermotor roda dua dinilai lebih praktis untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Selain itu biaya kepemilikannya juga jauh lebih terjangkau dibanding mobil.

Ilustrasi Pengguna Sepeda Motor

(Foto: Pinterest)

Umumnya masyarakat punya dua pilihan cara untuk membeli sepeda motor yang diinginkan, yakni membayarnya secara tunai atau melakukan kredit lewat leasing.

Untuk pembelian dengan cara tunai rasanya tak perlu dijelaskan karena langkahnya sangat simpel. Anda tinggal datang ke dealer dan membayar lunas sepeda motor yang diinginkan.

Sedangkan untuk pembelian dengan cara kredit memang ada beberapa hal yang perlu diketahui. Tapi biasanya petugas leasing atau dealer akan dengan senang hati membantu prosesnya.

Di luar kedua cara tersebut sebenarnya masih ada alternatif lain yang bisa ditempuh, yaitu pinjam uang di bank untuk beli motor. Bagaimana caranya?

Pinjam Uang di Bank untuk Beli Motor

Aktivitas pinjam meminjam dana sudah bukan lagi hal baru. Terlebih lagi dewasa ini semakin banyak fasilitas pinjaman online (pinjol) tersedia. Tapi kita bukan akan membahas hal tersebut walau ada sedikit kemiripan.

Pernah dengar yang dinamakan Kredit Tanpa Agunan (KTA)?

Buat mereka yang awam, KTA atau yang juga dikenal dengan nama pinjaman tanpa jaminan merupakan salah satu layanan perbankan yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keuangannya.

Pada dasarnya layanan ini memungkinkan seseorang untuk meminjam uang dari bank. Kemudian menggunakan dana tersebut untuk berbagai keperluan. Misalnya membayar pendidikan, memenuhi kebutuhan mendadak, sampai liburan.

Karena kegunaannya yang sangat luas maka tak menutup kemungkinan juga untuk dipakai membeli sepeda motor impian.

Jumlah dana yang bisa didapat variatif. Bahkan tak jarang bank bisa memberi pinjaman KTA sampai Rp200 juta ke atas.

Sampai pada tahap ini pinjam uang di bank untuk beli motor lewat fasilitas KTA terdengar menggiurkan.

Tapi sebelum membahasnya lebih jauh, perlu diingat saat ini banyak pihak tak bertanggung jawab yang menawarkan KTA. Biasanya disertai iming-iming bunga rendah atau cepat cair.

Jangan sampai terjebak. Disarankan hanya menggunakan layanan KTA resmi dari bank dengan reputasi yang sudah diakui.

Terlepas dari hal tersebut masyarakat juga perlu tahu bedanya KTA dan pinjaman online.

Pada dasarnya layanan KTA hanya bisa diberikan oleh lembaga perbankan. Terlepas dari prosesnya yang bisa dilakukan secara online.

Di lain sisi, pinjaman online lebih banyak diberikan oleh perusahaan financial technology (fintech).

Kemiripan antara keduanya adalah sama-sama tidak membutuhkan jaminan.

Syarat Pengajuan Pinjaman

Pinjam uang di bank untuk beli motor dengan KTA sudah barang tentu ada tahap yang mesti dilalui. Dimulai dari pengajuan pinjaman.

Carmudi merangkum beberapa syarat yang ditetapkan oleh sejumlah bank. Nampak ada sedikit perbededaan antara satu bank dengan yang lainnya.

Pada dasarnya dokumen yang diminta cukup umum. Tapi ada satu atau dua syarat yang bisa menghalangi.

Contohnya, harus memiliki kartu kredit dari bank yang bersangkutan. Jika tidak, calon kreditur (peminjam) harus memiliki rekening payroll atau gaji pada bank tersebut.

Berikut ini beberapa contoh syarat pengajuannya dari beberapa bank.

Bank Negara Indonesia (BNI)

  1. Kreditur adalah Warga Negara Indonesia
  2. Kreditur merupakan pegawai aktif dengan level staff (pegawai tetap)
  3. Memiliki pembayaran payroll di BNI
  4. Berusia 21 sampai 65 tahun dibuktikan dengan Surat Keputusan Instansi
  5. Melengkapi formulir dan dokumen yang ditetapkan
  6. Persyaratan dokumen:
  • Fotokopi KTP Pemohon
  • Fotokopi NPWP pribadi/SPT PPH 21
  • Rekening koran (tidak diperlukan jika memiliki rekening payroll BNI)
  • Slip gaji asli
  • Pas foto 4×6 terbaru
  • Surat Keterangan Masa Kerja
  • Surat pernyataan tidak akan memindahkan payroll sampai kredit lunas

Dari daftar syarat di atas nampak BNI tidak mengharuskan calon kreditur untuk memiliki kartu kredit BNI. Namun diharuskan memiliki rekening payroll atau gaji di bank tersebut.

Dalam situs web resminya BNI menyebut plafon pinjaman ini bisa sampai Rp500 juta dengan tenor paling lama hingga 15 tahun.

Sekarang kita tengok persyaratan dari bank lain, misalnya BCA.

Bank Central Asia (BCA)

  1. WNI yang tinggal di Jabodetabek, Makassar, Bali, Palembang, Batam, Medan, Surabaya, Yogya-Solo, Semarang, Bandung, dan Jabodetabek
  2. Pemegang kartu BCA
  3. Karyawan tetap, wiraswasta, atau profesional setidaknya dengan masa kerja dua tahun
  4. Minimal penghasilan Rp2.500.000 per bulan (untuk Batam, Medan, Surabaya, Bandung, dan Jabodetabek)
  5. Minimal penghasilan Rp2.000.000 untuk daerah lainnya
  6. Berusia antara 21-55 tahun pada saat lunas
  7. Persyaratan dokumen:
  • Melengkapi formulir aplikasi
  • Fotokopi KTP
  • Slip gaji terakhir
  • Rekening koran 3 bulan terakhir
  • Fotokopi kartu kredit sisi depan dan belakang
  • NPWP khusus pinjaman di atas Rp50 juta

Seperti bisa dilihat, BCA meminta calon kreditur untuk memiliki kartu kredit ketika hendak memanfaatkan fasilitas KTA. Adapun plafon pinjamannya mencapai Rp100 juta dengan tenor 36 bulan.

Diketahui pula bunga pinjamannya berkisar antara 1% sampai 1,07% per bulan.

Nah, besarnya bunga KTA juga penting untuk diketahui karena dengan begitu Carmudian bisa membandingkannya dengan besar bunga kredit lewat leasing.

Pinjam Uang di Bank untuk Beli Motor

(Foto: JBA)

Kesimpulan

Sampai pada tahap ini Carmudian mungkin sudah bisa menangkap cara pinjam uang di bank untuk beli motor. Begitu juga dengan secuil keuntungan dan kerugiannya.

Untuk memperjelas, cara ini mungkin saja dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas KTA. Prosesnya bisa jadi cukup mudah bagi mereka yang sudah memegang semua persyaratannya.

Terkait besarnya jumlah pinjaman yang disetujui tergantung hasil peninjauan bank terhadap background calon kreditur. Kalau hasilnya bagus bisa jadi disetujui sepenuhnya.

Sebaliknya, jika hasilnya kurang memuaskan ada kemungkinan jumlah pinjaman dikurangi atau malah ditolak.

Bagaimana dengan mereka yang tidak memegang semua persyaratan? Kredit lewat leasing adalah cara terbaik. Karena pada akhirnya kreditur sama-sama harus membayar cicilan setiap bulan.

Tidak perlu harus mengajukan kartu kredit dulu ataupun membuka rekening baru untuk payroll. Praktis mana?

Oiya, sebenarnya bank juga memiliki layanan serupa dengan kredit leasing yang dinamakan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Tapi untuk hal tersebut mungkin akan dibahas pada artikel terpisah agar lebih fokus.

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *