HomeSepeda motorPlus Minus Honda Astrea Grand, Motor Bebek Tua yang Menolak Punah

Plus Minus Honda Astrea Grand, Motor Bebek Tua yang Menolak Punah

Honda Astrea Grand harganya terus meroket

Jakarta – Dalam lima tahun terakhir, tren motor klasik kembali booming di kalangan penghobi roda dua. Motor-motor era 90-an kembali jadi buruan, sebagai barang koleksi dan mengenang memori. Salah satu motor yang juga jadi buruan yaitu Honda Astrea Grand.

Motor bebek yang satu ini kembali banyak dicari karena gayanya yang klasik khas 90-an. Di manapun kita berada, sudah pasti akan dengan mudah melihat sosok Honda Astrea Grand.

Selain itu, populasinya saat itu cukup banyak yang memilikinya sehingga membuat rasa kangen ingin kembali mengendarai si bebek irit ini.

Astrea Grand cukup laris karena terkenal irit dan kemudahan perawatan. Padahal dari segi ketangguhan, motor bebek ini sedikit ringkih, seperti misalnya bagian las rangkanya sedikit rawan keropos.

Namun demikian, aura klasik di Astrea Grand membuat motor bebek ini jadi buruan kolektor.

Pesona Honda Astrea Grand pun membuat motor bebek ini harganya kian meroket. Untuk kondisi full original yang belum pernah digunakan, bahkan ada yang menjual hingga Rp70 juta. Sementara untuk harga pasaran normal, motor ini dijual berkisar antara 2-7 jutaan rupiah.

Lantas, apa saja kelebihan dan bagaimana cara memilih unit Astrea Grand yang sehat? Ayo kita ulas lebih mendalam dalam tulisan di bawah ini.

Cari Sparepart Honda Astrea Grand Masih Gampang

Honda Astrea Grand populasinya masih banyak di luar Jakarta (Foto: Carmudi)

Sebagai salah satu motor terlaris pada masanya, salah satu alasan mengapa Astrea Grand ini banyak dibeli yaitu karena sparepart yang mudah dan murah. Mudah dicari dan murah harganya. Suku cadangnya juga gampang ditemui mulai dari yang ori, KW 1, KW 2, sampai KW 3.

Bila ingin melakukan restorasi terutama di seputaran mesin, lebih baik memakai part yang asli karena bicara masalah daya tahan.

Untuk bodi, sekarang sudah banyak part KW yang kualitasnya tak kalah bagus dibanding yang asli. Selain itu, berburu part bodi yang asli juga semakin sulit.

Untuk kalian yang mencari sparepart asli Honda Astra Grand, bisa mengakses situs web resmi main dealer Honda Cengkareng. Mungkin, kita butuh inden selama beberapa waktu karena sparepart tersebut jarang pembelinya.

Motor Bebek Paling Irit, Nyium Bau Bensin Bisa Jalan

Irit adalah sebuah hal yang pasti bagi klan Astrea terutama Astrea Grand. Bahkan ada anekdot kalau motor bebek ini nyium aroma bau bensin pun bisa jalan saking iritnya.

Sebagai gambaran, motor ini konsumsi bahan bakar paling borosnya di angka 60 km/liter.

Modal bensin dua liter, kalian bisa berangkat ke Bandung dari Jakarta. Tambah seliter lagi, kalian bisa jalan-jalan memutari kota Bandung sampai capek memakai Astrea Grand.

Selain itu, jenis bensin yang digunakan masih RON 88 sejenis Premium jadinya murah banget. Artinya, soal biaya pemakaian Astrea Grand ini sangat irit. Jenis oli yang digunakan juga SAE 20W-50 yang cukup terjangkau.

Honda Astrea Grand, Si Bebek Nyaman

Era 90-an, setiap pabrikan motor seolah memiliki ciri khasnya masing-masing. Honda terkenal irit dan nyaman, sedangkan Yamaha terkenal lincah dengan performa agresif.

Bagi kalangan dewasa yang tidak mengejar performa, maka Astrea Grand sudah sangat cukup menjadi tunggangan sehari-hari karena nyaman.

Saat kita kendarai, joknya cukup tebal seperti kita duduk di sofa. Bokong saya nggak pernah merasakan panas ketika riding jauh karena ditopang oleh busa yang sangat tebal. Posisi pijakan kaki pengendara dan penumpang juga proporsional, tidak membuat kaki menekuk ke belakang ala motor sport.

Selain itu, shockbreaker Astrea Grand bagian depan dan belakang juga empuk. Ketika ada jalanan rusak dan ada polisi tidur yang sudutnya tajam, peredam kejut ini bekerja dengan baik sehingga motornya pun mudah dikendalikan dalam medan jalan yang buruk.

Bermacam Kelemahan Honda Astrea Grand, Tidak Membuat Motor Bebek Ini Dibenci

Rangka Honda Astrea Grand patah

Knalpot Bocor

Masalah yang satu ini menjadi kelemahan atau masalah yang sering terjadi pada Astrea Grand. Penyebab utama yaitu karena usianya yang sudah tua, rata-rata di atas 20 tahun.

Selain itu, cipratan becek dari roda depan membuat batang leher knalpot ini mudah korosi alias karatan.

Solusi yang pasti mengatasi knalpot bocor yaitu dilas. Tapi karena usia motor yang sudah tua, pasti besinya sudah semakin tipis dan keropos karena terpapar panas mesin dan cipratan becek.

Untuk mengatasinya bisa dengan mengganti leher knalpotnya dengan leher knalpot racing.

Kita hanya pakai bagian lehernya saja, sedangkan silencer masih bawaan motor. Keduanya lantas kita satukan dengan cara dilas. Dengan pipa leher knalpot yang baru, setidaknya kita terbebas dari risiko patah lagi karena keropos.

Rangka Keropos, Masalah Khas Honda Astrea Grand

Seperti motor jadul Honda pada umumnya, Astrea Grand menggunakan jenis rangka monokok. Maksudnya, rangka motor ini sekaligus menjadi bodi motor itu sendiri.

Jenis rangka monokok di Astrea Grand yaitu gabungan antara pipa besi (pada bagian depan motor) dengan plat besi (pada bagian belakang motor).

Sambungan pipa dan plat ini sering keropos dan patah karena usia dan kotor. Titik patahnya persis di atas baut dudukan mesin. Titik yang kedua berada di kolong motor bagian belakang. Untuk motor yang rangkanya patah disinyalir karena kurang terawat.

Bila motor senantiasa bersih, maka risiko karat yang membuat keropos bisa kita hindari. Dengan demikian, sambungan pipa dan plat tetap awet.

Memilih Unit Honda Astrea yang Masih Sehat

Kalian yang kangen bernostalgia dengan bebek klasik ini perlu memahami beberapa poin penting sebelum membelinya. Tujuannya, supaya kita bisa mendapat unit yang sehat dan siap pakai.

Karena motor tua, tidak jarang muncul masalah di mesin atau rangka karena salah urus oleh pemakai sebelumnya.

Hal pertama yang perlu kita cek yaitu mesin, jangan ada yang rembes pakingnya. Kemudian perhatikan suara dari mesinnya, terutama pada bagian head, tempatnya klep, keteng, dan noken as.

Kita harus cari yang tidak berisik karena menandakan kalau part-nya sehat.

Sebaiknya kita perlu melakukan test ride, untuk memastikan rangka masih kokoh atau mulai reot. Apabila terasa goyang dan setang tidak lurus, sebaiknya jangan dipilih.

Apalagi bila saat mesin digeber muncul asap putih, pertanda ring seher atau boringnya aus.

Apabila sekadar bodi kusam masih bisa kita poles atau cat ulang. Untuk mesin dan rangka adalah bagian yang vital, kondisi yang sehat menandakan motor ini siap pakai.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga: Serba-Serbi Honda Astrea Grand, Motor Bebek Sejuta Umat Paling Bandel

Nissan Kicks e-Power mulai dikirim
Previous post
Kabar Gembira, Nissan Mulai Lakukan Pengiriman Kicks e-Power ke Konsumen
Kawasan Blok M kerap menjual mobil bekas lawas
Next post
Ini Daftar Mobil Bekas di Bawah Rp50 jutaan, Pilihannya Banyak