Berita Sepeda motor Sumber informasi

Populasi Ducati Scrambler ‘Naik Daun’ di Indonesia

DNA mereka (Ducati) yang pertama adalah performance, sophistication, artinya bagaimana mereka menjual suatu produk itu tanpa cacat dengan sangat baik, yang ketiga adalah lifestyle.

Jakarta – Populasi pengguna motor scrambler mulai menjamur di Indonesia. Kalangan pengguna datang dari versi modifikasi atau pembeli dari ATPM.

Ducati Scrambler yang baru saja meluncur di Indonesia ikut memanen untung dari tren motor dual purpose ini.

Punggawa baru Ducati ini bahkan menjadi salah satu backbone penjualan Garansindo Euro Spors, agen pemegang merek Ducati di Indonesia.

Dhani Yahya, Managing Director Garansindo Euro Sports menuturkan bila Scrambler di Indonesia berhasil menyasar ke banyak segmmen pengguna.

“Pasar di Indonesia sangat diterima terutama dengan keuntungan dari scrambler sixty2 yang di bawah 500 cc, yang memang harganya cukup accessible di sini.

Jadi tiga brand positioning ini kita lihat bahwa scrambler diciptakan untuk yang lebih hips,” tutur Dhani beberapa waktu lalu.

Dhani menjelaskan bila pengguna Scrambler ini merupakan konsumen yang mencari sepeda motor berkarakter ‘jinak’. Sebagian dari mereka juga merupakan para pemain baru di ranah motor gede (moge).

“Scrambler ini tidak intimidating. Ada stigma Ducati sangat-sangat cepat, liar, susah dikendalikan, dan butuh skill yang tinggi. (Untuk penjualan) Scrambler Sixty2 yang pertama, kedua Scrambler 800,” ucapnya.

Karakteristik pemakai Ducati Scrambler

Ducati Scrambler Sled

Ducati Scrambler Sled

Adapun karakteristik pengguna motor semi off road ini, urai Dhani, terbagi dalam empat matriks. Sejumlah 30% pengguna membeli Scrambler sebagai motor tambahan.

Ia melanjutkan, ada juga pengguna Scrambler yang sebelumnya pernah memakai brand Ducati.

Karakteristik pengguna Scrambler lainnya menurut matriks, tambah Dhani, datang dari pengguna moge merek lain hingga pemain baru.

“Ada kurang lebih 30% additional, yang mengejutkan 30% konsumen baru yang belum pernah bermain motor besar sebelumnya,” ungkap Dhani.

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts