Berita

Prediksi Pasar Mobil Bekas 2021, Naik atau Turun?

Mobil bekas 2021

Prediksi penjualan mobil bekas 2021 bisa naik (foto: Gogo Mobilindo)

Jakarta – Memasuki 2021, pandemi Covid-19 telah berjalan hampir 10 bulan dan berdampak cukup besar bagi sektor industri otomotif di Indonesia, baik dari sisi pasar mobil baru maupun bekas.

Secara nasional, penjualan mobil baru sepanjang 2020 mencapai sekira 578 ribu unit, atau turun 45% dibandingkan 2019. Sedangkan mobil bekas tidak ada data pasti, namun perkiraan penurunan penjualannya sekira 40 persen dibanding tahun sebelumnya.

Hampir semua pabrikan mobil berharap penjualan pada tahun ini bisa lebih baik ketimbang 2020. Harapan serupa juga disampaikan oleh penjual mobil bekas.

Halomoan Fischer, Chief Operating Officer (COO) Mobil88 mengungkapkan, semoga penjualan mobil bekas pada 2021 tidak lebih buruk dibanding tahun lalu. Apalagi, saat ini vaksinasi Covid-19 sudah mulai didistribusikan dan mudah-mudahan berjalan sesuai yang diharapkan banyak orang.

“Secara market di 2021, ya pasti kita semua berharap baik-baik saja, kami enggak pernah berharap yang buruk. Tapi kalau kami skenarionya begini, kalau seandainya vaksinasi Covid-19 ini berhasil, saya rasa market akan kembali lagi. Paling tidak angka penjualannya mendekati normal seperti 2019, walaupun memang tidak akan lebih baik dari 2019,” ungkap Fischer, dalam jumpa pers secara virtual, Jumat (15/1/2021).

Akan tetapi, lanjut dia, jika seandainya vaksinasi Covid-19 tidak berjalan dengan maksimal, pihaknya berharap penjualan mobil bekas lebih baik dari capaian pada 2020.

“Nah, prediksi paling pesimis kami di tahun 2021 ini adalah paling enggak penjualannya bisa naik 15 persen dibandingkan tahun 2020,” tambah dia.

Perkiraan Jenis Mobil Bekas yang Akan Laku pada 2021

Mobil bekas 2021

Mobil LCGC dan Low MPV bekas paling laris (Foto: Carsentro)

Akhir-akhir ini mobil bekas mendapat sambutan positif dari konsumen. Faktornya beragam, salah satunya karena harganya yang lebih terjangkau ketimbang mobil keluaran terbaru.

Umumnya mobil bekas yang laris terjual adalah jenis MPV berharga terjangkau, seperti Avanza, Xenia, dan lainnya. Fischer memprediksi mobil keluarga jenis MPV masih tetap diburu oleh konsumen sepanjang 2021.

“Untuk jenis mobil yang diminati, sebenarnya gini, kalau mobil bekas itu mengacu pada pasar mobil baru sekira 4 sampai 5 tahun lalu. Kalau penjualan mobil baru 4 sampai 5 tahun lalu itu didominasi oleh MPV, maka tahun 2021, mobil bekas tetap akan didominasi oleh MPV,” ujar Fischer.

Kendati demikian, lanjut Fischer, mobil-mobil berukuran kecil seperti LCGC, mobil kompak, dan hatchback juga bakal lebih banyak diburu oleh konsumen di tahun ini.

Mengingat dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, tidak sedikit orang yang menghindari berpergian menggunakan kendaraan atau transportasi umum. Sehingga, kebanyakan dari mereka lebih memilih membeli mobil murah berukuran tidak besar supaya terhindar dari kerumunan.

“Kalau kami lihat ini karena di dorong juga situasi pandemi. Di mana orang lebih nyaman di dalam mobil, dan lebih private. Secara umum penjualan mobil bekas masih didominasi MPV. Tetapi akan ada pergeseran ke arah mobil-mobil berkuran kecil,” pungkas dia.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts