Sumber informasi

Prinsip Kerja Motor Listrik: Beda Jenis, Beda Juga Caranya

Prinsip atau cara kerja motor listrik mulai bikin penasaran seiring mulai ramai digunakan dan muncul produk-produk barunya.

Secara teori, prinsip kerja motor listrik sangatlah berbeda dengan motor konvensional. 

Supaya Carmudian lebih tahu, kami akan coba membahas mengenai prinsip kerja motor listrik. Sudah siap beralih ke kendaraan listrik?

Prinsip Kerja Motor Listrik

Jika diartikan secara teori, prinsip kerja motor listrik sebenarnya bertugas untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanis (gerakan). Komponennya pun umumnya terbagi menjadi 3 golongan atau jenis.

Golongan atau jenis pertama yakni motor DC, lalu motor induksi, dan motor sinkron. Berikut prinsip kerja masing-masing motor listrik yang sudah disebutkan tadi.

Prinsip Motor DC

DC sendiri memiliki arti direct current (DC) atau arus satu arah.

Namun, ada juga motor listrik yang menggunakan daya alternative current (AC) arus bolak balik atau dua arah.

Motor listrik jenis ini utamanya dibekali dengan adanya 2 terminal yang dialirkan arus searah untuk menggerakkan.

Komponen seperti ini umumnya sering kita jumpai di perkakas rumah tangga seperti bor listrik, dan alat rumah tangga lainnya.

Komponen motor listrik jenis DC terbagi 2 bagian utama yang terdiri dari rotor dan stator

Motor Listrik Atom Alpha

(Foto: Quest Motor)

Rotor sendiri merupakan bagian yang bisa berputar. Umumnya rotor terdiri dari kumparan jangkar yang ditanam di bagian rotor tersebut.

Sementara stator sendiri tidak bisa bergerak layaknya rotor. Komponen di dalam stator terdiri dari kumparan medan dan rangka.

Prinsip kerja motor listrik jenis DC ini menggunakan gaya elektromagnet.

Arus listrik awalnya akan disalurkan ke bagian kumparan hingga bagian magnet utara akan bergerak ke magnet selatan.

Sementara kumparan magnet selatan bakal menghadap ke arah magnet utara.

Ketika keduanya bertemu, akan terjadi gaya tarik-menarik yang akan membuat kumparan tersebut berhenti sesaat. 

Prinsip Kerja Motor Listrik Induksi

Selanjutnya ada jenis motor listrik dengan prinsip kerja induksi.

Banyak pakar mengatakan induksi ini lebih dikenal dengan sebutan motor asinkron

Komponen satu ini terdiri dari 2 jenis induksi, yang terdiri dari satu phase dan tiga phase dengan fungsi yang berbeda.

Pada jenis satu phase, punya ukuran yang lebih kecil dibanding tiga phase yang ukurannya lebih besar untuk kebutuhan industri.

Motor induksi memakai prinsip elektromagnet yang jika diartikan secara harfiah gerakan listriknya diinduksi dan melintasi konduktor listrik saat medan magnet berputar. 

Skuter Listrik Keeway City Ezi

(Foto: Carmudi)

Komponen ini memiliki 2 bagian utama yang terdiri dari rotor dan stator. Stator pada induksi merupakan bagian kumparan yang diam dan membawa lilitan tumpang tindih.

Medan magnet tersebut bakal berputar berlawanan dengan arah jarum jam lantaran punya polaritas. Rotornya sendiri punya fungsi membawa lilitan utama. 

Saat 3 phase dihubungkan pada stator, otomatis magnet akan berputar. Tetapi, konduktor stasioner satu ini akan memotong medan magnet yang sedang berputar.

Pada jenis ini, kelebihannya ada pada konstruksinya yang sederhana guna menciptakan putaran yang jauh lebih konstan. Motor induksi juga dikenal memanfaatkan gaya Lorentz.

Prinsip Kerja Motor Listrik Sinkron

Motor sinkron menjadi jenis motor listrik yang tentunya berbeda dengan dua jenis sebelumnya.

Motor sinkron punya cara kerja berdasarkan kecepatan tetap dengan adanya frekuensi tertentu.

Prinsip kerja motor listrik jenis ini dipengaruhi oleh adanya interaksi antar medan magnet stator dan rotor.

Secara teori, rotor pada motor listrik ini merupakan magnet permanen yang nantinya disinkronkan dengan magnet yang berputar.

Putaran yang akan dihasilkan nantinya akan sesuai dengan frekuensi arus yang sudah ditetapkan.

Van belt motor listrik Gesits punya usia pakai 3.000 km. (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Motor jenis ini punya kelebihan yakni eksitasinya bisa diatur dengan mudah dengan kecepatan konstan.

Tak hanya itu, motor sinkron juga hanya butuh 500 rpm untuk operasi sistemnya.

Jika membandingkan dari segi harga, jenis ini punya biaya produksi yang jauh lebih murah daripada jenis induksi.

Makanya, jenis ini cukup banyak diaplikasikan pada beberapa alat elektronik.

Indonesia Siap Beralih ke Kendaraan Listrik

Perlu diketahui, Indonesia sendiri saat ini sudah bersiap untuk menghadapi gempuran kendaraan listrik.

Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya terbitnya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Presiden pun memberikan arahan kepada berbagai instansi agar menggunakan kendaraan listrik sebagai contoh kepada masyarakat.

Hal tersebut dikarenakan bahan bakar fosil cepat atau lambat akan segera berakhir.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo pun menyerukan hal serupa jika kendaraan listrik keberadaannya akan semakin nyata. 

Presiden Jokowi saat menguji motor listrik Gesits (Foto: Instagram Gesits)

Kendaraan bermotor listrik seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), ataupun Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) atau kendaraan bermotor yang menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya adalah kendaraan bermotor masa depan yang saat ini keberadaannya semakin nyata,” katanya, Jumat (23/9/2022).

Eksistensi kendaraan listrik di Tanah Air pun dinilai semakin berkembang setiap tahunnya. Pada pameran GIIAS 2022 lalu, ada 1.594 unit kendaraan listrik yang sudah dibeli oleh konsumen.

“Total ada 1.594 unit kendaraan bermotor listrik, termasuk di dalamnya terdapat 320 kendaraan bermotor hybrid, dan 1.274 unit kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB/BEV),” sambungnya.

Namun, kendala yang ada di depan mata saat ini yakni meningkatkan jenis dan jumlah kendaraan listrik.

Menurutnya, hal tersebut adalah masalah bersama yang harus dipikirkan agar Indonesia semakin siap menghadapi era elektrifikasi di masa depan.

Ilustrasi Motor Listrik Grab

(Foto: Grab)

“Tantangan yang dihadapi industri otomotif Indonesia ke depan adalah untuk terus meningkatkan jenis serta jumlah kendaraan listrik hasil produksi nasional, dan terus mengembangkan industri otomotif Indonesia secara global,” tutupnya.

Menurut Gaikindo, saat ini Indonesia telah menyediakan kendaraan listrik hasil produksi dalam negeri yang terdiri dari berbagai jenis.

Salah satunya kendaraan penumpang dan kendaraan komersial ringan yang dijual Rp200 jutaan hingga lebih dari Rp600 jutaan.

Ketersediaan merek dan varian kendaraan bermotor listrik tersebut nantinya akan terus dikembangkan dan disesuaikan dengan arah kebijakan Pemerintah.

Sebagai pecinta otomotif, kita pun dituntut agar bisa menyesuaikan diri dengan kendaraan listrik nantinya.

Salah satu bentuk adaptasinya yakni menggunakan kendaraan listrik untuk beraktivitas perkotaan seperti ke kantor, berbelanja, maupun ke luar kota.

Siapkah menghadapi era elektrifikasi yang sudah ada di depan mata?

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Rizen Panji

Pikirannya selalu dipenuhi oleh mobil buatan asal Jerman, Swedia, dan Prancis dengan tahun produksi di bawah 2000. Jangan lupa, mesin yang bersemayam di dalam kap mesin tentunya harus 6 silinder guna memompa adrenalin ketika mengendarainya

Related Posts