Berita

Produksi Mobil Daihatsu di Indonesia Tak Terdampak Krisis Semikonduktor

Jakarta – Krisis chip semikonduktor yang melanda industri otomotif global ternyata tidak terlalu berdampak besar bagi produksi mobil Daihatsu di Indonesia.

Kelangkaan komponen semikonduktor telah membuat banyak pabrikan otomotif terpaksa melakukan penyesuaian agar aktivitas produksi di pabrik tetap berjalan.

Daihatsu Krisis Semikonduktor

Krisis semikonduktor tidak mengganggu produksi mobil Daihatsu (Foto: ADM)

Bahkan ada juga di antara pabrikan otomotif terpaksa mengorbankan beberapa model mobil agar di setop sementara perakitannya demi mendahulukan model yang memiliki banyak permintaan dari konsumen.

Sejauh ini memang sudah ada beberapa pabrikan otomotif di Indonesia yang turut merasakan dan mengalami krisis chip semikonduktor. Sebut saja satu di antaranya Honda.

Pabrikan mobil asal Jepang itu dengan sangat terpaksa menghentikan sementara produksi Mobilio pada bulan lalu, supaya chip semikonduktor yang mereka miliki bisa digunakan untuk Brio.

Di sisi lain, Daihatsu sampai saat ini mengklaim belum merasakan dampak dari kelangkaan semikonduktor. Produksi mobil Daihatsu baik di pabrik Sunter, Jakarta Utara dan Karawang, Jawa Barat masih berjalan normal.

“Sampai hari ini di Daihatsu masih berproduksi dengan normal. Jadi bisa dilihat dari hasil bulan September produksi mobil Daihatsu bahkan naik cukup siginifikan ke level 18 ribu unit atau tertinggi di tahun ini,” ungkap Marketing Director dan Corporate Planning Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/10/2021).

Promo mobil Daihatsu

Daihatsu Sirion dan Ayla (Foto: Daihatsu)

Bagi Daihatsu, lanjut wanita yang akrab disapa Amel ini ketersediaan semikonduktor saat ini masih bisa dikendalikan, karena prinsipal mereka di Jepang berusaha maksimal mendapatkan alokasi yang cukup untuk pasar Indonesia.

Boleh dikatakan Daihatsu mendapat dukungan yang cukup dari prinsipal, sehingga masalah semikonduktor belum terimbas di produksi mobil Daihatsu.

“Secara umum kelangkaan semikonduktor ini terjadi bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Saya dan teman-teman di produksi mencermati ini dengan seksama dan berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan alokasi. Karena pasar Indonesia dengan dukungan pemerintah melalui relaksasi PPnBM harus didukung maksimal oleh tim produksi. Kalau tidak tim penjualan bisa saja marah-marah, sudah dapat relaksasi PPnBM tapi produksi tidak maksimal,” sambungnya.

Prediksi Daihatsu ke Depan

Krisis chip semikonduktor bermula sejak kemunculan pandemi. Di mana produksinya mengalami gangguan sehingga berpengaruh pada industri otomotif maupun produksi industri elektronik.

Daihatsu memperkirakan krisis semikonduktor masih akan terjadi hingga tahun depan.

Test drive New Daihatsu Sigra di Bandung, Jawa Barat.

Test drive New Daihatsu Sigra di Bandung, Jawa Barat.

“Masalah ini menurut perkiraan masih akan terus berlanjut. Bahkan sampai kuartal pertama 2022 masih akan menjadi masalah besar buat sebagian besar merek-merek di dunia. Bukan hanya untuk otomotif, tapi juga untuk pabrikan ponsel,” terang Amel.

Dirinya berharap, ke depan ada terobosan baru dari para pemasok untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

“Sehingga tahun depan bisa lancar produksinya,” pungkas dia.

Baca Juga:

 

Penulis: Santo Sirait

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts