BeritaMobilSumber informasi

Hasil Uji Tabrak, Renault Kwid yang Dijual di Indonesia Tidak Aman

pasar indonesia

Renault Kwid, mobil murah pesaing mobil-mobil LCGC (Foto: Carmudi)

Kuala Lumpur – Lembaga pengujian mobil-mobil baru di Asia Tenggara atau dikenal juga dengan ASEAN NCAP, baru-baru ini melakukan uji tabrak terhadap Renault Kwid buatan India yang dijual di Indonesia. Hasilnya sangat jauh dari kata sempurna.

Dilaporkan Paultan, setelah menjalani berbagai tes Renault Kwid tidak mendapat bintang sama sekali, itu artinya Sport Utility Vehicle (SUV) kompak berkelas Eropa ini tidak aman.

Sesuai dengan metodologi ASEAN NCAP, Renault Kwid mencetak 10,12 poin untuk hasil tes bagi perlindungan penumpang dewasa atau Adult Occupant Protection (AOP). Sedangkan perlindungan terhadap penumpang anak-anak atau Child Occupant Protection (COP) nilainya di bawah batas aman yaitu 14,56 poin dan nol poin pada kategori Safety Assist Technologies (SATs).

Renault Kwid yang menjalani uji tabrak ASEAN NCAP sangat minim sekali fitur keselamatan. Mobil ini hanya menawarkan satu airbag saja itu pun khusus untuk pengemudi. Tidak ada ABS, stability control, pengingat penggunaan seat belt dan ISOFIX.

“Kami benar-benar kecewa menemukan bahwa masih ada mobil yang dijual di luar sana tidak menawarkan tingkat keselamatan tingkat tinggi bagi para penumpang dan pengemudi untuk pasar di kawasan ASEAN. Yang lebih mengecewakan lagi adalah mobil ini (Renault Kwid) dijual di negara-negara yang mencatat angka kematian jalan yang sangat tinggi. Berdasarkan data yang dimiliki WHO, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah kematian di jalan sebanyak 26.416 korban,” ujar Sekretaris Jenderal ASEAN NCAP Khairil Anwar Abu Kassim.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Global NCAP juga ikut menanggapi hasil buruk yang diterima oleh Renault Kwid.

“Sangat mengecewakan melihat hasil buruk yang diraih Kwid. Renault telah menunjukkan bahwa mereka dapat membuat mobil yang lebih aman dan hebat di Amerika Latin, tapi mengapa tidak dilakukan pula di pasar Asia Tenggara? Wilayah yang berbeda dan standar ganda dari Renault sangat mengecewakan,” ujarnya.

Bukan kali ini saja. Renault Kwid juga sempat menjalani uji tabrak sekira dua tahun lalu. Hasil yang diterbitkan oleh Global NCAP pada Mei 2016, mobil tersebut mendapat nol bintang. Namun, ketika dites ulang pada September, Kwid bisa meningkatkan skornya menjadi 1,5 bintang karena perusahaan telah menambahkan sejumlah fitur baru.

Uji tabrak Renault Kwid (Foto: ASEAN NCAP)

Renault memproduksi Kwid di pabrik milik aliansi Renault-Nissan di Tamil Nadu. Dari sana mobil dijual ke beberapa negara seperti di Asia Tenggara, Afrika Selatan dan tentu saja India.

Renault Kwid Tidak Laku di Indonesia

Renault Kwid pertama kali masuk Indonesia pada Oktober 2016. Sejak kehadirannya, Kwid kurang mendapat sambutan yang positif dari konsumen sampai saat ini.

Berdasarkan data penjualan wholesales (pabrik ke dealer) yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), tercatat sepanjang enam bulan pertama di 2018 Renault hanya mendistribusikan Kwid sebanyak 46 unit saja.

Rinciannya, pada Januari dan Februari Renault hanya mengirim mobil ke dealer sebanyak 5 unit (total 10). Maret dan April masing-masing terdistribusi 7 unit (total 14). Bulan berikutnya cukup baik yaitu 19 unit. Sedangkan pada Juni mobil yang dikirim ke dealer menurun drastis, hanya 3 unit saja.

Mobil yang dijual dengan harga terjangkau ini sudah dibekali mesin bensin berkode 1.0 SCe kapasitas 999 cc. Mesin ini mampu mengeluarkan tenaga maksimal 68 ps pada 5.500 rpm dan torsi puncak 91 Nm pada 4.250 rpm. Tenaga disalurkan ke roda melalui transmisi manual lima percepatan. (dna)

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts