Home » Berita » Renault Mau Rakit MPV Baru Pesaing Avanza di Indonesia

Renault Mau Rakit MPV Baru Pesaing Avanza di Indonesia

Perkenalan Renault Triber
Perkenalan Renault Triber. (Foto: Carmudi/Santo)

Jakarta – Mobil terbaru keluaran PT Maxindo Renault Indonesia (MRI), Triber akan diperkenalkan untuk pertama kalinya ke publik di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Renault Triber untuk pasar Indonesia dibawa dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) dari India. Tidak mau selamanya melakukan impor, MRI berambisi ingin merakitnya di Indonesia.

“Renault Triber diimpor dari India. Kami punya rencana untuk merakitnya secara lokal atau Complete Knock-Down (CKD) di Indonesia,” kata Chief Operating Officer (COO) PT MRI Davy J Tuilan, pekan lalu, Jumat (12/7/2019).

Hanya saja, soal kepastian kapan Renault Triber akan dirakit secara lokal, Davy belum bisa memberikan informasi pasti. Termasuk tempat perakitan Renault Triber apakah menumpang pabrik Nissan atau Mitsubishi. Hal ini mungkin saja terjadi karena seperti diketahui Renault merupakan bagian dari aliansi global Nissan dan Mitsubishi.

“Visi kami CKD. Apakah kami akan memanfaatkan aliansi atau tidak, itu kami akan bahas secara internal. Apakah kami akan jalan sendiri atau apakah pakai aliansi tentunya itu akan melibatkan Renault global dan juga (aliansi) Renault, Nissan dan Mitsubishi,” terang Davy.

Saat ini, lanjut Davy, diskusi mengenai Renault Triber dirakit secara lokal sudah bergulir. Akan tetapi detail informasinya belum bisa disampaikan sekarang juga.

“Terus terang saya belum bisa beritahu sekarang, artinya masih banyak studi yang harus kami tempuh, prosesnya untuk memutuskan kapan (dirakit). Yang jelas diskusi sudah kami mulai,” sambung pria berkacamata itu.

Supaya Bisa Bersaing Renault Triber Harus CKD

Perkenalan Renault Triber
Davy saat menjelaskan mesin Renault Triber kepada awak media. (Foto: Carmudi/Santo)

Sebelum membawa masuk Renault Triber ke dalam negeri, MRI sempat melakukan pertemuan dengan Kemeterian Perindustrian, sebagai bentuk pelaporan bahwa Renault ingin bangkit di Indonesia. MRI juga menyampaikan bila pihaknya berencana merakit Triber secara lokal.

“Harjanto (Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian) sudah bicara, kami tahu kalau enggak CKD kuota impor dibatasi enggak bisa besar. Tapi bukan karena takut kuota impor dibatasi makanya kami rakit lokal, tapi karena kami mengerti untuk bisa bersaing dengan lebih heboh lagi ke depannya ya memang harus CKD,” terang Davy.

Selain itu Davy pun mengatakan untuk melakukan impor mobil dari negara lain itu sangat sulit. Sebab pabrikan harus melakukan jumlah mobil jauh-jauh hari.

“Kalau kami bawa mobil utuh atau CBU itu repot order-nya harus 6 bulan sebelumnya. Jadi CBU itu banyak kesulitannya termasuk order, ongkos logistik, naik kapal, naik truk dan lain-lain. Jadi pertimbangannya kalau kami mau besar yang pilihannya CKD,” pungkas Davy.

Perkenalan Renault Triber
Renault Triber coba tantang Toyota Avanza meski masih belum jelas harganya. (Foto: Carmudi/Santo)

Seperti diketahui Triber pertama kali meluncur di dunia bulan lalu di India. Multi Purpose Vehicle (MPV) pesaing baru Toyota Avanza itu rencananya dibekali spesifikasi sama seperti yang dipasarkan di India. Renault Triber dilengkapi dengan mesin bensin 3 silinder berkapasitas 1,0 liter. Berkat mesin ini Triber mampu menghasilkan daya hingga 72 HP dengan torsi puncak mencapai 96 Nm. Transmisi yang ditawarkan adalah transmisi manual 5-percepatan dan Sutomated Manual Transmission (AMT) 5-percepatan. (dms)

pajak kendaraan bermotor
Previous post
Makin Gampang Urus Cabut Berkas STNK Kendaraan Antar Provinsi
Next post
Ini yang Bikin Renault "Pede" Triber Bisa Bersaing dengan Kompetitor