Home » Berita » Rencana Aturan Baru Pajak Kendaraan Mewah Berlaku pada 2021

Rencana Aturan Baru Pajak Kendaraan Mewah Berlaku pada 2021

Penulis: Santo Evren
Jakarta –  Memacu pertumbuhan industri otomotif di Tanah Air, saat ini pemerintah sedang menyiapkan aturan baru Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Dalam aturan baru tersebut PPnBM tidak lagi dihitung berdasarkan kapasitas mesin, melainkan dari emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor. Semakin rendah emisi, semakin murah tarif PPnBM kendaraan.
“Insentif baru yang dikeluarkan pemerintah ini disederhanakan menjadi berbasis emisi. Skema harmonisasi ini diharapkan bisa mengubah kendaraan produksi dalam negeri menjadi rendah emisi, meningkatkan investasi dan memperluas pasar ekspor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (13/3).
Berbeda dari aturan PPnBM yang masih berlaku sekarang, di mana besar dan rendah tarif pajak ditentukan dari kapasitas mesin mobil. Aturan baru PPnBM ini sekaligus memberikan insentif produksi sepeda motor dan mobil listrik di Tanah Air, sehingga menjadi nol persen.
Bila dalam aturan sebelumnya insentif hanya diberikan untuk kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2). Namun dalam aturan baru insentif diberikan kepada Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) atau kendaraan bermotor kategori beremisi karbon rendah.
Airlangga mengatakan, perubahan skema PPnBM ini diproyeksikan berlaku pada tahun 2021. Hal tersebut mempertimbangkan pada kesiapan para pelaku usaha. Dengan tenggat waktu dua tahun, pelaku usaha bisa melakukan penyesuaian dengan teknologi dan memenuhi syarat untuk mendapatkan tarif PPnBM yang rendah.
“Kami sudah berdiskusi dengan para pelaku usaha. Mereka sudah minta waktu dua tahun untuk menyesuaikan. Pabrikan Jepang yang sudah eksisting di industri otomotif sudah siap, juga pabrikan dari Eropa,” tuturnya.

Pertumbuhan Industri Otomotif

Pertumbuhan industri otomotif di Tanah Air sangat meyakinkan dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di sektor industri nonmigas sebesar 9,98 persen. Data ekspor kendaraan bermotor jenis sepeda motor menunjukkan tren kenaikan sebesar 53 persen dan 44 persen pada 2016-2018.
“Kalau kita lihat dari unitnya roda empat ini produksinya 1,3 juta nilainya USD13,7 miliar dan ekspornya ke mancanegara 346 ribu atau USD4,7 miliar. Di ASEAN 297 ribu unit atau USD2,3 miliar,” ucap Airlangga.
Sompo
Previous post
Kolaborasi Sompo Insurance dengan Bosowa Berlian Motor Manjakan Konsumen
pasar mobil bekas
Next post
4 Mobil Mewah Bekas yang Lebih Murah daripada Toyota Kijang Innova