Berita Mobil Sumber informasi Tips dan Trik

Rendy Specialist Body Repair & Paint, Harga Lebih Murah Kualitas Pabrikan

Bengkel Cat

Bengkel Rendy Specialist Body Repair dan Cat di kawasan Depok, Jawa Barat. Foto/Carmudi Indonesia/Zie

Jakarta – Usai libur Lebaran seperti saat ini, bengkel-bengkel perbaikan atau bengkel cat bodi banyak disambangi konsumen. Baik itu bengkel rekanan asuransi maupun bengkel lepasan milik pribadi.

Wajar saja, selepas melakukan perjalanan mudik dan balik, tentu tidak lepas dari risiko saat di jalan. Seperti bodi lecet atau penyok karena tersenggol.

Banyak bengkel cat dan bodi yang jadi referensi di Jakarta dan sekitarnya, namun kembali lagi, semua akan mengerucut kepada kualitas dan harga. Bengkel yang bisa memberikan kedua jaminan tersebut, tentunya bakal diserbu oleh konsumen.

Salah satunya adalah bengkel bodi dan cat milik Rendy, yang terletak di Perumahan Bukit Cengkeh 2, Depok, Jawa Barat.

“Kami tidak mematok tarif mahal untuk proses perbaikan bodi mobil untuk kembali ke kondisi seperti semula. Rata-rata harga di kami 350 ribu rupiah per panel untuk mobil sekelas sedan dan MPV. Kalau untuk mobil SUV dan MPV besar, kami patok di harga 750 ribu rupiah per panel,” ujar Rendy, Selasa (18/7) saat ditemui Carmudi Indonesia di lokasi kerjanya.

Menurutnya, bengkel bodi dan cat di kisaran Jabodetabek memang banyak dan harganya juga variatif. Tentu hasilnya juga beda-beda. “Semua tergantung dari keahlian serta bahan yang digunakan untuk melakukan pengecetan,” sambung pria yang sudah bergelut di bengkel perbaikan bodi dan cat mobil selama 22 tahun ini.

Bengkel Cat Rendy Jadi Rujukan Komunitas dan Sales Mobil Baru

Bengkel Cat

Proses pengerjaan mobil konsumen di bengkel Rendy. Foto/Carmudi Indonesia/Enda

Harga untuk perbaikan dan pengecatan mobil di beberapa tempat lain rata-rata biayanya ditaksir sekitar 450 ribu rupiah per panel untuk mobil sedan dan MPV. Sementara untuk model SUV dan big MPV ditaksir mencapai 1 juta rupiah per panel.

Rendy mengakui, meski bengkelnya memberikan harga yang lebih murah untuk proses pengecatan, bukan berarti Rendy tidak memberikan jaminan hasil kerja.

Berkat kepuasan pelanggan atas hasil kerja bengkelnya, tiap hari ada saja dua-tiga mobil yang masuk untuk melakukan perbaikan dan pengecatan.

“Yang datang bukan hanya konsumen di sekitar wilayah Depok saja, beberapa juga ada yang dari Kemayoran, Lenteng Agung, Ragunan dan Pasar Minggu,” sebut Rendy.

Ini juga bukan hanya datang dari kalangan pemilik mobil pribadi saja. Juga meluas pada konsumen yang berasal dari komunitas yang datang untuk memperbaiki kendaraan mereka. Bahkan sales-sales kendaraan baru juga banyak yang menggunakan jasa bengkelnya.

“Mobil baru biasanya masih di cover asuransi, tetapi sales banyak yang memilih bengkel kami dengan pertimbangan waktu pengerjaan yang lebih cepat. Satu-dua hari mobil selesai dan mulus seperti semula,” cerita Rendy.

Masuk bengkel cat rekanan asuransi, mobil bisa tertahan sampai 10 hari, padahal ini hanya untuk perbaikan ringan saja. Kalau yang berat-berat malah sampai 20 hari bahkan sebulan.

Di lain sisi, ongkos kerja yang lebih murah juga memberikan keuntungan lebih dibanding ketika mengklaim lewat asuransi. Harga tepat dan kendala yang dialami

Warna dan Tingkat Pekerjaan Sulit, Harganya Lebih Mahal

Bengkel Cat

Pengerjaan bagian kap mesin punya tingkat kesulitan tinggi. Foto/Carmudi Indonesia/Enda

Memang, Rendy mengklaim bengkel cat miliknya lebih murah dan kualitasnya juga baik. Namun ia mengakui ada beberapa bagian serta warna yang agak spesial dengan tingkat kesulitan pengerjaan yang juga tinggi. Ini biasanya akan mempengaruhi soal harga.

“Di bagian kap mesin pengerjaannya sedikit lebih sulit. Biasaanya harga untuk panel ini beda, sekitar 500 ribu rupiah. Itu pun kalau warnanya bukan merah. Kalau merah sedikit lebih mahal mengingat harga bahannya juga tinggi,” jelas Rendy.

Untuk kap mesin mobil sedan dan MPV dengan warna merah dikenakan biaya 750 ribu rupiah. Kalau SUV dan big MPV dikenakan biaya lebih mahal 150 ribu sampai 200 ribu rupiah.

“Kendala lainnya adalah pas ngerjain warna-warna seperti champaigne serta biru telor asin. Untuk warna tersebut sedikit memakan waktu lebih lama. Ini karena hasilnya kadang berubah, bisa lebih terang ataupun lebih gelap. Padahal warna bahan yang dibeli sudah sesuai dengan warna asli mobil,” keluhnya.

Sehingga menurutnya pengerjaan untuk warna tersebut tidak bisa hanya sekali pengerjaan saja. Butuh proses pengecataan berulangkali agar menghasilkan warna yang sesuai dengan warna keseluruhan bodi mobil. Itu alasan kenapa memakan waktu lebih lama dan harganya lebih mahal.

Harga tersebut sudah termasuk proses pengecatan dan perbaikan penyok ringan. Tapi kalau kondisi penyok berat, tentu harganya beda lagi. (Enda/Zie)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts

/