HomeReviewsReview Singkat Vespa GTS 150, Si Gembul Spesialis Jalan Santai

Review Singkat Vespa GTS 150, Si Gembul Spesialis Jalan Santai

Review singkat Vespa GTS 150, punya banyak keunikan (Foto: Carmudi)

Jakarta – Nama Vespa menjadi legenda hidup otomotif dunia termasuk di Indonesia. Merek asal Italia ini terus berevolusi menjadi pabrikan skuter premium dengan lini produk yang cukup lengkap. Kali ini, Carmudi berkesempatan menguji Vespa GTS 150 dan akan kami ulas dalam sebuah review.

Pada Selasa (25/8) kemarin PT Piaggio Indonesia menggelar sesi test ride terbatas untuk kalangan media. Mengingat kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang, maka rute yang dilalui pun tidak ditentukan atau dibebaskan, supaya tetap ada social distancing.

Dalam sesi test ride tersebut, Piaggio Indonesia menyediakan beberapa unit, antara lain Vespa Primavera, Vespa S, Vespa GTS, dan Piaggio Medley. Carmudi berkesempatan mencoba dua model terbaru yaitu Vespa GTS 150 dan Piaggio Medley. Untuk model kedua, akan kami bahas pada tulisan lain berikutnya.

Kali ini, kita akan mengulas sosok Vespa GTS 150, skuter baru Vespa yang meluncur Juni tahun lalu. Memang sih sudah cukup lama peluncurannya, namun ketersediaan unit dan sesi test ride gabungan baru sempat digelar sekarang karena sulitnya mencari waktu di tengah wabah Corona ini.

Impresi pertama saya saat melihat sosok Vespa GTS 150 itu terpikir kata gembul. Bodi sayapnya lebar dan cover body sampingnya yang menggembung. Tapi sayangnya, dengan postur gembrot seperti itu ternyata dimensi mesin Vespa GTS 150 relatif compact atau padat dan ruang penyimpanannya tidak begitu besar.

Itu baru teasernya, bagaimana soal impresi berkendara dan kenyamanannya? Yuk simak tulisan di bawah ini.

Review Vespa GTS 150, Desain Gembul Terinspirasi Model Lawas

Siluet desain Vespa GTS 150 mempertahankan gaya dari versi lama (Foto: Carmudi)

Secara portofolio produk, GTS mengisi segmen atas dalam keluarga Vespa. Namun, jelas bukan sebanding dengan Vespa 946 yang merupakan model flagship. Untuk pasar Indonesia, Vespa GTS tersedia dalam versi 150 dan 300 cc.

Secara dimensi, Vespa GTS 150 memiliki panjang 1.950 mm, lebar 740 mm, jarak sumbu roda 1.350 mm, dan tinggi sadel 790 mm. Secara angka sih terlihat wajar, namun ketika melihat sosoknya, langsung terlihat skuter berpostur gemuk.

Ciri khas kisi-kisi samping masih tetap ada di cover body sebelah kanan. Kisi-kisi ini dahulu adalah lubang pembuangan udara panas dan ada kipas di balik cover untuk mendinginkan mesin. Sekarang, pendinginan mesin memakai radiator yang posisinya di sisi bawah sebelah kanan, sebelahan dengan knalpot.

Ciri khas Vespa GTS yaitu ada kisi-kisi di balik shield, yang posisinya ada di samping. Pada Vespa GTS 150, dipercantik dengan front tie, chromed horn cover, dan chrome-plated crest.

Vespa GTS Super 150 i-get ABS terbaru hadir dengan dua velg berukuran 12 inci berwarna black glossy. Soal pengereman patut diapresiasi karena memakai double disc brake dengan sistem ABS. Sangat membantu untuk pengendalian skuter bertubuh tambun.

Berpostur Gembul, Bagasi Vespa GTS 150 Minimalis

Ukuran bagasi Vespa GTS 150 cukup besar tapi tidak bisa menyimpan helm (Foto: Carmudi)

Dengan harga di atas Rp 50 juta, Vespa GTS 150 jadi motor yang serba nanggung. Sebab, bagasinya juga tidak terlalu besar bila dibandingkan skutik bongsor bikinan merek Jepang. Saat kami coba ukur, bagasinya bahkan tidak muat menyimpan helm half face sekalipun.

Ini karena desain dari panel plastik jok yang cenderung rata, tidak ada coakan untuk mengakomodir desain helm yang cembung ketika disimpan dalam bagasi. Mau tidak mau, kita terpaksa menggantungkan helm pada hook yang ada.

Posisi jok yang tidak bisa tertutup saat bagasi terisi helm half face (foto: Carmudi)

Apabila sedang bepergian berdua, bakal kerepotan saat ingin menyimpan helm karena semuanya harus tergantung di luar. Bagainya untung masih bisa dipakai untuk penyimpanan jas hujan dan barang-barang lainnya dengan tinggi tidak melebihi bibir bagasi. Bila masih kurang, masih ada bagasi di shield depan yang memakai cover tertutup.

Review Impresi Berkendara Vespa GTS 150

Karena punya bobot yang berat, Vespa GTS 150 cukup stabil namun lambat (Foto: Carmudi)

Tidak perlu berpanjang lebar, kali ini kita ulas seperti apa impresi berkendara dari Vespa GTS 150. Dengan postur yang besar, dan body terbuat dari besi, maka motor ini cukup berat sekalipun sudah didukung mesin 150 cc i-get terbaru dari Piaggio.

Untuk digunakan sebagai kendaraan harian? Agak kurang nikmat rasanya melihat motor seharga nyaris Rp 60 juta ini digunakan untuk pergi ke kantor yang macet.

Secara akselerasi, tarikan awal Vespa GTS 150 tidak menghentak dan cukup halus. Tapi terasa cukup lambat bila dibandingkan dengan Vespa S yang bodinya ramping. Konsekuensi lainnya, kita pun sulit untuk bermanuver di tengah ramainya jalanan ibukota.

Untuk menyalip di antara dua mobil yang sejajar pun tidak lincah dan butuh ancang-ancang, selain memperkirakan haluan dan ruang yang cukup. Karena bodinya yang besar ini, Vespa GTS lebih nyaman dikendarai santai untuk cruising di kecepatan 60 km/jam.

Sekalipun badannya besar, tapi handlingnya cukup stabil dan tidak limbung. Ini karena bodinya terbuat dari besi sehingga cukup berat bila dibandingkan model Vespa lainnya yang bermesin 150 cc. Berbelok dengan posisi motor cukup miring pun tidak masalah karena GTS 150 masih nurut berbekal ban dengan tapak lebar.

Hal yang tak kalah ribet yaitu ketika kita akan parkir dengan cara mundur. Panel body samping yang gembung membuat kita harus mengambil haluan lebih besar supaya buntutnya masuk dan tidak menyenggol kendaraan di sampingnya.

Suspensi Empuk Khas Motor Premium Eropa

Mengendarai Vespa GTS 150 dalam keadaan santai memang sangat nikmat dan menyenangkan. Karakter suspensinya sangat empuk dan tidak limbung meredam guncangan dari jalanan yang keriting. Melewati celah sambungan aspal dan beton pun tidak terasa.

Sebagai gambaran, suspensi standar bawaan Vespa biasanya sudah empuk dengan penyetelan tingkat rebound kekerasan per. Ini masih ditambah lagi bobot motor yang lebih berat ketimbang Vespa 150 cc lain. Jadi, tekanan yang diterima shockbreaker lebih besar dan membuat ayunan suspensi melambat.

Akselerasi Halus tapi Lambat

Mesin di Vespa GTS 150 tenaganya lebih besar (Foto: Carmudi)

Kinerja sistem CVT pada GTS 150 sama saja seperti pada Primavera atau Vespa S, menawarkan akselerasi yang halus dan tidak menghentak. Sayang karena bodi besarnya ini, Vespa GTS 150 terasa lambat dan berat saat kita paksa akselerasi spontan. Untuk mencapai kecepatan 60 km/jam pun lebih responsif Primavera daripada GTS 150.

Impesinya jelas beda jauh dibanding kakaknya, GTS 300 yang mesinnya jumawa. Secara dimensi, Vespa GTS 300 memang lebih besar sedikit tapi kapasitas mesinnya juga hampir dua kali lipat. Bila dikendarai sendiri sudah agak berat, bisa-bisa motor ini ngeden bila dipaksa berakselerasi spontan saat berboncengan.

Pengereman Lambat dan Kurang Responsif

Sistem pengereman di Vespa GTS 150 telah memakai cakram ganda berikut ABS (Foto: Carmudi)

Nah, sisi negatif dari bodi berat dan besar ini terdapat pada pengereman yang terasa kurang responsif. Untungnya, pengereman di Vespa GTS 150 sudah memakai double disc brake yang dikenal pakem. Kita memang butuh waktu pengereman yang lebih lama ketika mengendarai kendaraan yang ukurannya lebih besar.

Dengan kinerja rem seperti itu, kurang enak bila motor kita gunakan berkendara agresif. Kita perlu memperlakukan GTS 150 seperti motor ningrat, berkendara santai tidak terburu-buru sambil menikmati suasana jalan. Buat orang yang sering dikejar waktu, mengendarai GTS 150 akan cukup merepotkan.

Repotnya Mengoperasikan Tombol di Vespa GTS 150

Desain tombol di Vespa GTS 150 (Foto: Carmudi)

Bila melihat desainnya yang besar, sepertinya Vespa GTS 150 ini ditujukan untuk orang-orang Eropa dengan perawakan bongsor. Untuk orang Asia, bodinya terasa berat dan bahkan untuk mengoperasikan tombol sein dan klakson agak repot.

Kondisi motor yang berat ini membuat posisi tangan memegang grip setang agak ke ujung dengan tujuan membuat handling lebih ringan dan lincah. Karena grip lumayan lebar, tangan pun harus sering bergeser ke dekat tombol klakson atau sein untuk mengoperasikannya. Desain saklar seinnya juga aneh, dan rentan kemasukan kotoran atau air ketika berkendara pada guyuran hujan.

Kesimpulan

Vespa GTS 150 hadir dengan desain premium dan postur besar khas skuter Eropa. Mesin yang digunakan sama seperti pada Primavera dan S namun tenaganya lebih besar. Ternyata, selisih tenaga 2.8 hp dan torsi 1,5 Nm masih kurang mengkompensasi bodi motor yang lebih berat.

Membaca karakter mesinnya, Vespa GTS 150 ini memproduksi tenaga puncak pada putaran 8.250 rpm dan torsi pada 6.750 rpm. Artinya, baik tenaga dan torsi berada di putaran menengah sampai atas. Kita dipaksa harus gaspol sejak awal supaya mendapat akselerasi yang cukup bertenaga.

Sayangnya, ada beberapa poin minus yang menjadikan Vespa GTS 150 ini jadi skuter mahal yang serba nanggung. Misalnya saja pada desain bagasi yang tidak bisa menyimpan helm serta bokong belakang yang lebar membuat kita sedikit kesulitan parkir dengan cara mundur.

Soal impresi berkendara, skutik dengan harga Rp 59,5 juta ini sangat nyaman untuk cruising dan berkendara santai. Namun untuk berkendara agresif, butuh effort lebih mengendalikan bodinya yang besar ini. Kalau untuk sunmori atau jalan-jalan santai di akhir pekan sih memang asik.

Penulis: Yongki

Editor: Lesmana

Varian Wuling Almaz
Previous post
Belum Lama Meluncur, Harga Mobil Bekas Wuling Almaz Mulai dari Rp235 Juta
Next post
Harga Mini Cooper Edisi Terbatas, Mahal dan Paling Dicari