Home » Mobil » Review VW Tiguan Allspace, SUV ‘Lokal’ Bercita Rasa Eropa

Review VW Tiguan Allspace, SUV ‘Lokal’ Bercita Rasa Eropa

VW Tiguan Allspace mengakomodir hingga 7-penumpang

Jakarta – Bicara nama Volkswagen, mobil rakyat ini seperti mati suri di Indonesia. Peminatnya sedikit tapi brand yang dinaungi PT Garuda Mataram Motor selaku agen pemegang merek masih kuat bertahan. Bahkan, GMM baru saja meluncurkan VW Tiguan Allspace, dan kali ini Carmudi akan membahasnya dalam sebuah review.

Kali ini Tiguan hadir dengan embel-embel Allspace, dan menandakan bila kapasitas angkutnya ikut bertambah. AllSpace ini panjang keseluruhannya melar 215 mm dan wheelbasenya juga nambah 109 mm dari yang biasa. Ubahan ukuran ini bisa dilakukan dengan mudak karena platform fleksibel, yang mereka sebut Volkswagen MQB alias (Modularer Querbaukasten).

Hasilnya, panjang total Tiguan Allspace menjadi 4,7 meter dan mendekati panjang Santa Fe. Dimensi Tiguan Allspace bahkan melampaui beberapa SUV 7-seater rivalnya seperti CR-V, CX-5, X-Trail, Almaz dan Koleos. Ukuran yang bertambah panjang ini membuat bagian belakang bisa dijejali kursi baris ketiga.

  • Panjang: 4.701 mm
  • Lebar: 1.839 mm
  • Tinggi: 1.674 mm
  • Wheelbase: 2.787 mm

Kerennya lagi, akhirnya VW Indonesia merakit Tiguan Allspace secara lokal. Ini adalah mobil pertama mereka yang dirakit di Indonesia, tepatnya di pabrik mereka yang ada di Cikampek. Hasilnya, harga versi 7-seater lebih murah dibanding versi 5 seaternya, tepatnya ini 598 juta on the road Jakarta.

Hebatnya, harga VW Tiguan Allspace lebih murah dibanding Grand Santa Fe dan nggak beda jauh dari CX-5. Tiguan AllSpace jadi satu-satunya mobil di kisaran harga ini yang punya fitur tingkat kekerasan suspensi yang bisa diubah-ubah, atau mereka sebutnya Adaptive Chassis Control. Penasaran kan sama kehebatan SUV Eropa garapan lokal ini kan?

Kabin Tiguan Allspace Membengkak, Kursi Paling Belakang Tetap Sempit

Tambahan nama Allspace ini secara otomatis membuat dimensi Tiguan membesar. Tujuannya, supaya SUV medium ini bisa dimuati oleh tujuh penumpang, dan memiliki kursi di baris ketiga.

Dalam review VW Tiguan Allspace kali ini kita akan menyoroti soal hadirnya kursi di baris ketiga. Tapi namanya mobil Eropa, kursi di baris ketiga sifatnya hanya add-on alias tambahan saja.

Kursi baris ketiga VW Tiguan Allspace hanya cocok untuk anak-anak

Sebab, kursi belakang kurang nyaman bila dipakai orang dewasa. Meskipun ada dua headrest adjustable, tapi buat penumpang yang tingginya di atas 170 cm udah pasti nggak bakal bisa di belakang sini. Dimensi headroom-nya sempit dan kepalanya bakal langsung mentok.

Lebih repotnya lagi, ruang kaki ikutan sempit meskipun kursi tengah sudah dimajukan. Sudut kaki akan menekuk seperti hampir jongkok begitu dan membuat pegal sekalipun untuk perjalanan jarak dekat. Kalau ingin lebih lega, terpaksa mengorbankan ruang kaki di kursi baris kedua yang jadinya ikutan sempit.

Bicara soal kursi baris ketiga ini Carmudian, sebenarnya ditujukan untuk anak-anak. Sudut sandaran jok sini fixed dan termasuk tegak, lalu jendelanya termasuk kecil di belakang sehingga membuat feel clausterphobic. Artinya, kursi di belakang memang lebih pas buat didudukin anak kecil atau yang tingginya jauh di bawah 170 cm.

Kursi Depan dan Tengah Nyaman, Khas Mobil Eropa

Kursi depan di sisi penumpang cuma pakai setting manual tapi desainnya bikin rileks

Masih dalam review interior VW Tiguan, kali ini kita bahas soal kenyamanan kursi depan dan tengah. Saat buka pintu depan, bukaannya lebar, masuknya masih lumayan rendah jadi gampang napaknya. Posisi duduk paling rendahnya nggak terlalu tinggi tapi visibiliitasnya jempolan banget.

Pengaturan jok driver elektrik 8 arah plus ada 3 memori, lalu desain joknya sangat sangat suportif nih bawah dan belakangnya, berasa meluk. Headrestnya juga selain bisa dinaik-turunin juga bisa dimaju mundur supaya kepala tidak nunduk atau mendongak saat nyetir, Setirnya juga selain bisa tilt, bisa telescopic juga nih dan jaraknya lumayan jauh, jadi serba pas.

Pengaturan kursi pengemudi di VW Tiguan Allspace

Makin asyik lagi saat duduk di kursi penumpang, karena pengaturannya manual tapi lengkap. Duduk di sisi kiri, ada pengaturan ketinggian, bahkan ada juga pengaturan lumbarnya. Bebas pegal kemanapun perginya.

Agar pengemudi dan penumpang depan bisa rileks selama perjalanan, sandaran tangan di tengah berlapis kulit bisa dimaju-mundurin. Bahkan, sandaran ini bisa juga dinaik-turunin supaya sudut sandaran tangannya lebih pas sambil nyetir.

Pindah ke kursi tengah, posisi duduknya enak untuk penumpang di kursi kiri dan kanan tapi tidak di bagian tengah. Jok bagian kiri-kanan konturnya cukup tebal jadi duduk di belakang masih termasuk berasa dipeluk. Adanya sandaran tangah di pintu udah dilapis kulit jadi empuk, bikin posisi duduknya lebih santai.

Desain kursi di baris kedua ideal untuk dua orang

Sialnya waktu duduk bertiga dan kebagian di tengah, posisinya agak sulit soalnya bentuk busa tengahnya mundur banget. Jadi, kakinya harus menekuk sedikit, gundukannya juga termasuk tinggi banget jadi kaki kita harus ke kiri kanannya kalau ingin agak selonjoran.

Posisi duduk penumpang di kursi baris kedua serasa bukan naik mobil tapi seperti di kereta api kelas eksekutif. Selain lega, Allspace mempertahankan fitur dari Tiguan lawas yaitu ada meja lipat di kiri kanannya, dan ada cupholder yang bisa dikeluarin di ujung-ujungnya. Enggak usah repot harus memangku makanan saat harus makan di dalam mobil.

Review Fitur VW Tiguan Allspace, Paling Canggih Dikelasnya

Brand VW memang kalah tenar dibandingkan merek-merek SUV asal Asia. Jangan remehkan kemampuan si ‘Mobil Rakyat’ bila bicara soal fitur mobil. Sekalipun sudah disunat sana-sini, Fitur Tiguan Allspace masih paling oke di antara lainnya.

Head unit dan panel instrumen di VW Tiguan Allspace menunjukkan banyak informasi dan fitur

Sebut saja fitur instrument cluster full digital yang mereka sebut Active Info Display. Ini adalah layar 12,3 inci yang bisa dicustom jadi beberapa pilihan jenis tampilan sesuka kita, dikontrolnya pake tombol yang sebelah kanan setir.

Ada lagi Adaptive Chassis Control yang bisa berubah jadi super empuk kalo mode berkendaranya kita ubah ke Comfort dan jadi rigid kalo dipindah ke Sport. Anti limbung dan anti sakit pinggang deh.

Yang keren, head unit layar sentuh 8 inci yang di kiri kanannya ada tombol kapasitif. Ada dua kenop buat operasi yang lebih mudah sambil jalan. Head unitnya bisa setel media dari CD yang tersembunyi di balik laci ini dan dari dua USB port di depan plus AUX input dan SD card.

Head unit VW Tiguan kaya fitur

Head unit ini bisa mengatur detail setting fitur mobilnya, mulai dari lihat informasi tentang berkendara, TPMS, mengoperasikan fitur stability control, set indikator tekanan ban, settings lampu cornering light, lampu otomatis di hujan, lampu sein one touch, lampu follow me home dan welcome light, kemudian masih banyak lagi.

AC pun jadi yang paling canggih dikelasnya, karena Tigual Allspace memakai tri-zone auto climate control. Pengaturannya bisa diset jadi tiga zona suhu yang berbeda beda, pengemudi, penumpang depan dan penumpang belakang.

Pengaturan AC di Tiguan canggih

Meski sangat disayangkan, penumpang di baris ketiga nggak dapet kontrol AC ataupun ventilasi AC tambahan. Suhu paling dingin 15,5 derajat celcius, paling panasnya 30 derajat celcius. Lumayan lah untuk wilayah tropis di Indonesia waktu lagi kemarau atau musim hujan dan dingin.

Spesifikasi VW Tiguan Allspace

  • Mesin: EA211 1.4 TSI
  • Jumlah Silinder: 4, Segaris
  • Teknologi Mesin: DOHC, Gasoline Direct Injection, Turbocharger
  • Kapasitas Mesin: 1.395 cc
  • Tenaga Maksimum: 148 hp (150 PS) @ 5.000-6.000 rpm
  • Torsi Maksimum: 250 Nm @ 1.500-3.500 rpm
  • Transmisi: Otomatis Dual Clutch 6-percepatan
  • Layout Mesin: Mesin Depan Penggerak Roda Depan
  • Kapasitas Tangki: 58 liter

Previous post
Harga Masih Abu-Abu, Garuda Indonesia Borong Ratusan Renault Triber
Next post
Review Renault Kwid, SUV Mungil Sekelas LCGC Minim Fitur Keselamatan