Home » Berita » Robotisasi Sektor Otomotif Demi Kejar Daya Saing

Robotisasi Sektor Otomotif Demi Kejar Daya Saing

robotisasi sektor otomotif

Jakarta – Indonesia memasuki era era Industry 4.0. Salah satu strategi Indonesia memasuki industri 4.0 adalah menyiapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan untuk memperkuat fundamental struktur industri Tanah Air.

Adapun kelima sektor tersebut, yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Otomotif, Industri Elektronik, Industri Kimia, serta Industri Tekstil.

Dalam penerapan industri 4.0 beberapa pekerjaan terutama di pabrik perakitan mobil akan digantikan dengan robot. Tapi penerapan robotisasi sektor otomotif ini diyakini tidak akan mengganti atau mengurangi peran tenaga kerja manusia (sumber Daya Manusia (SDM). Akan tetapi justru mendorong peningkatan kompetensi mereka untuk memahami penggunaan teknologi terkini di industri.

Kukuh Kumara Sekretaris Umum (Sekum) Gabungan Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO) mengatakan penggunaan robot di pabrik yang memproduksi mobil merupakan hal wajar. Ini sebagai upaya mengejar daya saing dengan produk yang berasal dari luar negeri.

“Penggunaan tenaga robot itu tujuannya untuk peningkatan kualitas dan kuantitas produk karena kompetisi. Namun dalam prosesnya tidak langsung seketika, pasti akan melalui suatu proses analisa terlebih dulu,” ungkap Kukuh saat menjadi pembicara di acara diskusi pintar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) Peningkatan Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Menuju Era Otomotif 4.0, di Jakarta, Kamis (14/8/2019).

Kukuh menambahkan, tidak semua proses produksi mobil akan menggunakan robot, sehingga SDM masih diperlukan. “Harus case by case, mana proses produksi yang memerlukan robot, mana yang tidak perlu,” sambungnya.

Robotisasi Sektor Otomotif Sudah Terjadi

robot rakit mobil

Hampir semua produsen otomotif yang memiliki pabrik di Indonesia sudah menggunakan robot dalam proses pembuatan mobil. Saat ini hanya ada beberapa pengerjaan yang sudah mengandalkan robot guna mengejar presisi dan detail lebih baik.

Berikut sejumlah produsen yang sudah menerapkan robotisasi sektor otomotif:

1. PT Astra Daihatsu Motor

Seperti diketahui, saat ini PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku produsen mobil Daihatsu memiliki dua pabrik pembuatan mobil, di Sunter, Jakarta Utara, dan Karawang, Jawa Barat. Pabrik Daihatsu di Sunter memiliki dua line produksi sedangkan di karawang satu line.

Total kapasitas produksi dari kedua pabrik tersebut sebanyak 530 ribu unit per tahun. Sedangkan per-harinya bisa sekira 2.000 an unit lebih. Pengunaan robot di kedua pabrik cukup banyak.

“Di Daihatsu penggunaan robot menjadi keharusan. Cukup banyak robot yang digunakan, total ada 300 unit di area kami untuk proses produksi. Di area proses pengelasan (welding) cukup banyak robot, proses pengecatan kami juga menggunakan robot untuk menghasilkan kualitas yang baik, dan sebagainya,” ujar Parardhya Nugraha, Production Enginering Welding Department Head PT ADM, dalam kesempatan yang sama.

2. PT SAIC General Motors Wuling (SGMW) Motor Indonesia (Wuling Motors)

Pendatang baru di pasar otomotif Indonesia, PT SAIC General Motors Wuling (SGMW) Motor Indonesia atau lebih dikenal dengan Wuling Motors juga sudah menggunakan robot untuk beberapa proses produksi mobil.

“Kami juga di Wuling Motors untuk penggunaan robot ada di beberapa sektor di pabrik kami, seperti di pencetakan body, press, pengecatan, dan lainya. Di mana di proses tersebut ada proses-proses yang memang kita mengunakan mesin otomatiasi. Sedangkan SDM yang mengoperasikannya,” terang Brian Gomgom selaku Media Relation Wuling Motors.

3. PT Sokonindo Automobile (DFSK)

Produsen mobil asal China DongFeng Sokon (DFSK) juga sudah menggunakan robot. Sebagai bentuk keseriusannya menggarap pasar otomotif dalam negeri, DFSK mendirikan pabrik pembuatan mobil di Cikande, Serang, Banten. Menariknya pabrik ini sudah menerapkan teknologi 4.0, di mana hampir 80% proses produksi mobil sudah memakai robot.

“Jadi kami sudah tahu manufaktur yang menganut sistem robotik itu seperti apa kualitasnya. Pasti kualitas produknya akan lebih jauh tinggi tingkat presisinya. Yang menjadi problem adalah bagaimana kami transfer SDM, jadi kami harus benar-benar mendidik dan melatih para SDM kita untuk lebih berkualitas,” jelas Public Relation & Digital Manager PT Sokonindo Automobile Arviane D.B.

Sejak awal hadir di Indonesia, pihaknya mengklaim bila pabrik DFSK sudah siap untuk memproduksi mobil listrik.

“Memang kami sudah siap memproduksi mobil listrik. Pabrik ini sudah mirroring dengan pabrk DFSK di China. Indonesia merupakan satu-satunya pabrik di luar China untuk DFSK,” tandasnya.

Penulis: Santo Evren Sirait

Editor: Tutus Subronto

 

Baca juga:

Robot Belum Bisa Gantikan Manusia Dalam Produksi Mobil

Eddy Ang
Previous post
Rincian Biaya Servis Ringan dan Besar Yamaha NMax, Tidak Bikin Kantong Bolong
Xpander tol
Next post
Kekurangan Mitsubishi Xpander, Tak Semua Orang Mengalaminya