Home » Berita » Rubah Organisasi Mitsubishi Indonesia Makin Fokus di Masing-masing Segmen

Rubah Organisasi Mitsubishi Indonesia Makin Fokus di Masing-masing Segmen

Jakarta – Tahun Mitsubishi Indonesia mengalami hal penting terkait kelangsungan bisnisnya di Indonesia. Distributor PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors selaku distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia lakukan perubahan organisasi skema bisnis.

Sejak memasuki tahun fiskal 2017 dipisahkan jadi 2 pengelolaan antara kendaraan penumpang dan kendaraan niaga ringan (LCV) dengan kendaraan niaga. Sebenarnya hal ini telah dilakukan sebelumnya namun masih “satu atap”.

Perubahan skema bisnis ini diawali dengan berakhirnya masa jabatan Presiden Direktur KTB, Hisashi Ishimaki, pada 1 April 2017. Kepemimpinan Hisashi saat itu mengendalikan dua bisnis Mitsubishi di Indonesia yaitu di segmen komersil atau niaga dan penumpang.

Saat ini yang menangani kendaraan penumpang dan LCV dari Mitsubishi Motors Corps (MMC) adalah Kyoya Kondo sebagai Presdir PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). Sementara Atsushi Kurita akan menjadi Presdir KTB yang menangani kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corp (MFTBC).

Sebagai informasi KTB akan menjadi perusahaan yang fokus pada bisnis MFTBC ( kendaraan komersial). Disisi lain bisnis MMC (kendaraan penumpang dan niaga ringan) akan menjadi bisnis utama dari perusahaan baru bernama Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

“Saya akan bertugas secara resmi dan menjabat Presdir PT MMKSI mulai efektif 1 April 2017,” ujar Kondo saat memberikan sambutan sekaligus perkenalan dirinya saat acara temu media tahunan KTB di Jakarta, (23/3).

Menurutnya ini merupakan tugas yang menantang, karena pasar Indonesia buat Mitsubishi sangatlah penting. Bahkan menjadi pasar terbesar dikawasan Asia di Industri otomotif.

Ambisi Mitsubishi

Nantinya secara umum, menurut Kondo kalau tahun fiskal 2017 akan menjadi babak baru dari operasional KTB di Indonesia, khususnya kendaraan penumpang dan LCV Mitsubishi di Indonesia. Selain pemisahan operasional, nantinya akan ada dua hal elementer lain yang dihadapi MMC di Indonesia.

Hal tersebut adalah resmi beroperasinya pabrik baru mereka di Cikarang, Bekasi, sekaligus Mitsubishi memasuki ceruk terbesar pasar otomotif nasional, yakni Low MPV. Dimana Mitsubishi akan menghadirkan Small MPV pada kuartal III 2017.

Kondo yang akan memulai tugas barunya di Indonesia berambisi untuk menjadikan kendaraan penumpang Mitsubishi sebagai Top of Mind Brand. Salah satunya, yaitu menekankan kepuasan konsumen terhadap pelayanan Mitsubishi.

XM concept
Mobil XM concept yang telah dipamerkan dibeberapa kota besar di Indonesia. Foto/Carmudi Indonesia.

“Saya punya rencana signifikan yang ingin saya wujudkan dalam kepemimpinan saya, yaitu menjadikan Mitsubishi sebagai Top of Mind Brand atau pilihan utama para konsumen di Indonesia,” ujar Kondo.

Selain itu dari segi produksi MMKI yang dibawahinya akan melakukan eksport dari model produksinya ke beberapa negara ASEAN seperti Thailand dan Philipina. Serta mempertimbangkan untuk melakukan eksport ke beberapa negara di Afrika maupun Amerika Latin.

Peningkatan Target 2017

Tahun fiskal 2017 (April 2017 – Maret 2018) PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors sangat optimistis dengan membidik volume penjualan mencapai 91.000 unit.

Bila dibandingkan tahun sebelumnya diperiode yang sama angka tersebut melonjak jauh, yang hanya ditarget 65.100 unit. Alasan dilakukan peningkatan menurut pihak KTB karena kondisi ekonomi Indonesia mengalami perbaikan.

Ditempat yang sama, Kepala Grup Penjualan dan Pemasaran MMC KTB, Imam Choeru Cahya, mengungkapkan pihaknya juga memasuki ceruk yang besar yang nanti akan dihadirkannya small MPV baru.

“Kemunculan Small MPV menjadi salah satu dari tiga produk baru yang rencananya akan diperkenalkan pada tahun fiskal 2017, bersama Pajero Sport produksi lokal dan Triton Single Cab 4×2 Hi-Rider,” ujarnya.

Pajero Sport.
Pajero Sport akan diproduksi lokal dengan fitur yang lebih lengkap. Foto/Carmudi Indonesia.

Ketiganya akan memiliki target masing-masing, namun Small MPV dan Pajero Sport diyakini akan menjadi kontributor utama penjualan Mitsubishi. Kendaraan penumpang pada tahun fiskal 2017 ditargetkan masing-masing 21.000 unit atau sekitar 20 persen dari total target.

Sedangkan untuk Outlander Sport diharapkan mampu terjual 1.300 unit, Mirage 1.800 unit, Delica 300 unit, Triton 8.200 unit, L300 24.000 unit serta T120SS 13.400 unit.

Setelah Resmikan Pabrik akan Luncurkan 3 Produk Baru

Tahun fiskal 2017 (April 2017 – Maret 2018) akan meluncurkan tiga produk baru yaitu Pajero Sport, Triton Single Cab 4×2 Hi-Rider serta Small MPV.

Untuk varian Pajero Sport produki lokal akan dilengkapi dengan fitur-fitur keselamatan yang lebih lengkap. Meskipun tak menyebutkan tanggal pastinya rencananya akan diperkenalkan bebarengan dengan peresmian pabrik baru mereka pada akhir April 2017.

“Nanti untuk Pajero Sport produksi lokal akan kita hadirkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017. Juga bersamaan dengan peluncuran Triton Single Cab 4×2 Hi-Rider,” ujar Imam.

Nantinya di stan Mitsubishi di IIMS 2017 akan ada tiga mobil utama yakni Pajero Sport produksi lokal, Triton Single Cab 4×2 Hi-Rider dan penyegaran Triton.

Sayangnya untuk harga Pajero Sport produksi lokal pihak KTB masih menutup kran informasi. Terkait perubahan harga apakah lebih murah atau lebih mahal.

XM Concept
XM concept cikal bakal small MPV baru yang akan meluncur tahun ini. Foto/Carmudi Indonesia.

Sementara untuk  jagoan baru Mitsubishi di kelas small MPV, akan diluncurkan di ajang Gaikindo International Auto Show 2017. Serta akan menjadi dan menjadi World Premiere, ini babak baru Mitsubishi berperang di segmen yang pemainnya sudah teruji.(Dol)

Wuling Hongguang
Previous post
Masuk Indonesia, Wuling Hongguang Pastikan Avanza Sebagai Lawan
Motor Koleksi dari Bimo Motor Custom.Foto/Carmudi Indonesia/Ben
Next post
5 Bengkel Rekomendasi untuk Modifikasi Motor