Home » Carmudi Jurnal » Dua Sasis Bus Mercedes-Benz Perbanyak Opsi Pengusaha Otobus Layani Penumpang

Dua Sasis Bus Mercedes-Benz Perbanyak Opsi Pengusaha Otobus Layani Penumpang

bus mercedes-benz
Dua varian baru bus Mercedes-Benz (Foto: Yongki/Carmudi)

Penulis: Yongki Sanjaya

Tangerang Selatan – Bisnis transportasi darat terus menggeliat dalam beberapa tahun terakhir. Bus-bus premium populasinya terus meningkat dengan menawarkan kenyamanan untuk para penumpang jarak jauh.

PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), agen tunggal penjualan kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia, hari ini meluncurkan dua varian bus besar terbaru, yaitu Mercedes-Benz OF 1623 RF dan Mercedes-Benz O500RS 1836.

Sebagai merek premium asal Eropa, Mercedes-Benz ingin semakin memberikan banyak pilihan dengan kepada para pengusaha otobus di Indonesia. Masing-masing sasis ini mengisi kelas yang berbeda, dimana OF 1623 untuk sasis entry level dan O500RS 1836 tergolong sasis premium dengan tenaga besar.

“Mercedes-Benz OF 1623 RF merupakan simbol kembalinya bus Mercedes-Benz bermesin depan di Indonesia setelah lebih dari 20 tahun, yang menjadi jawaban untuk memenuhi kebutuhan pasar pada segmen ini. Sedangkan Mercedes-Benz O500RS 1836 lebih dilengkapi dengan beberapa fitur pengereman dan suspensi canggih untuk segmen bus premium,” jelas Markus Villinger, Presiden Direktur dan CEO DCVI saat peluncuran.

Terakhir, sasis bus Mercedes-Benz bermesin depan yaitu OF 1113. Unit ini hadir di akhir ’80-an sampai awal ’90-an. Sementara untuk 1836 ini merupakan pembaharuan dari model sebelumnya dengan ubahan teknis yang lebih mudah dalam perawatannya.

Peluncuran ini bekerjasama dengan dua perusahaan karoseri nasional, Laksana dan Tentrem untuk merakit sasis menjadi bus utuh. Karoseri Laksana menggarap sasis O500RS 1836 dalam balutan body SR2 XHD dan karoseri Tentrem asal Malang merakit OF 1623 dalam ‘baju’ Max HDD.

“Mercedes-Benz OF 1623 memakai mesin OM 406 LA seperti yang digunakan pada OH 1526 atau 1626. Kita pelajari spesifikasi yang cocok seperti apa. Mesin ini punya torsi 810 Nm jadi yang paling baik di kelasnya, mumpuni untuk stop-n-go,” jelas
Adri Budiman, Head of Sales Bus DMVI.

Dalam pemaparannya, Adri menyebut bila peruntukkan sasis bus Mercedes-Benz OF 1623 ini digunakan sebagai bus dengan jarak yang cukup dekat atau bus wisata. Dengan mesin flat torque characteristics dikenal sebagai mesin tangguh dengan napas panjang terutama di tanjakan.

Mercedes-Benz O500RS 1836 Bercita Rasa Lokal

Sasis bus Mercedes-Benz lainnya yang ikut diperkenalkan yaitu O500RS 1836. Unit ini adalah penyempurnaan dari O500R 1836 yang diperkenalkan beberapa tahun silam.

Adri menuturkan bila DMVI meminta saran dan masukan kepada banyak pengusaha otobus termasuk IPOMI soal spesifikasi yang ideal dengan kondisi nyata jalanan Indonesia. Perawatan unit ini disebut lebih mudah ketimbang seri O500R yang sebelumnya.

“O500RS 1836, memiliki arti bobot 18 ton dengan tenaga 360 hp, dari mesin OM 457 LA yang sama di 2542. Produk ini didesain untuk market indonesia, dan kami mendapat masukan customer bagaimana produk ini supaya cocok,” tutur Adri.

Berbagai ubahan teknis dilakukan supaya perawatan O500RS 1836 semakin mudah. DMVI Bahkan mengubah bagian axle yang tidak lagi memakai suspensi independen di depan dan kipas pendingin mesin agar sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Cooling system jadi hal yang krusial bagi customer karena pakai mesin yg besar. 1836 tidak lagi pakai propeller dan sekarang pakai cooling system yang ada di 1526/1626, sehingga saat maintenance akan mudah. Salah satu andalan di 1836 secara teknis pendinginan sangat baik, braking performance sangat baik dan akurat,” jelas Adri. (dna)

Charging Station
Previous post
Banyak Kendaraan Listrik, Bermunculan Fasilitas Charging Station
Next post
Demi Pasar Indonesia, Bus Mercedes-Benz Kuat Minum Biosolar

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *