Sepeda motor

Satria 2 Tak Masih Menggoda, Setuju Generasi Lumba-Lumba Paling Keren?

Jakarta — Suzuki Satria 2 tak masih menggoda para penggemarnya walau sudah lama berhenti dijual di Indonesia. Motor ini hadir dalam beberapa generasi dengan julukan-julukan unik, misalnya “lumba-lumba” atau “hiu”.

Suzuki Satria 2 Tak

Suzuki Satria 2 tak masih menggoda para penggemarnya walau sudah lama berhenti dijual di Indonesia. (Foto: Kaskus)

Pada era 1990-an hingga 2000-an awal, motor 2 tak menuai kepopuleran yang sangat luar biasa. 

Motor 2 tak banyak menjadi pilihan konsumen yang doyan kecepatan karena karakter mesinnya terkenal responsif dan kencang.

Pasar otomotif Indonesia pun sempat diramaikan beberapa motor 2 tak legendaris. Salah satunya adalah Suzuki Satria.

Ya, sebelum lahir sebagai motor ayam jago seperti sekarang, Suzuki Satria merupakan motor bebek 2 tak yang sangat disegani performanya.

Penelusuran Carmudi, Rabu (30/11/2022), diketahui Suzuki Satria 2 tak pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 1997. Motor ini menjadi lawan yang tangguh bagi rivalnya, Yamaha F1ZR.

Hal yang membuat Suzuki Satria berbeda pada saat itu ialah menggunakan mesin berdiri pada saat mayoritas motor bebek dibekali mesin tidur.

Ditambah lagi dengan rangka Twin-Spar dan shockbreaker belakang monoshock.

Alhasil, membuat motor ini terlihat lebih gagah dan sporty dibandingkan kebanyakan motor bebek di eranya.

Suzuki Satria 2 Tak dari Generasi ke Generasi

Selama masa penjualannya, Suzuki Satria 2 tak hadir dalam 4 generasi, seperti diuraikan di bawah ini.

Suzuki Satria 120 S (1997—1999)

Suzuki Satria 120 S

(Foto: Kaskus)

Inilah generasi pertama dari Suzuki Satria 2 tak yang dipasarkan di Indonesia selama tahun 1997 hingga 1999.

Model ini dibekali mesin 120,7 cc yang diambil dari basis Suzuki RD Sport 110. Namun, Suzuki menambah diameter bore dan stroke sehingga kapasitasnya membesar.

Dengan tenaga puncak 13 hp, performa Suzuki Satria 120 S sebenarnya sudah unggul di kelasnya.

Namun, generasi ini belum menggunakan kopling manual jadi terasa kurang maksimal potensinya.

Suzuki Satria RU 120 R (1998—2000)

Suzuki Satria RU 120 R

(Foto: Lacak Harga)

Membaca keinginan konsumen, produsen akhirnya menghadirkan Suzuki Satria RU 120 R pada tahun 1998. 

Tampilan luarnya sekilas masih sama dengan generasi sebelumnya, tapi ada beberapa perubahan di mesinnya.

Pertama, generasi ini sudah menggunakan transmisi manual dan jumlah kecepatannya bertambah menjadi 6 kecepatan dari sebelumnya 5 kecepatan.

Menariknya, pola perpindahan gigi juga berubah menjadi seperti motor sport dengan urutan 1-N-2-3-4-5-6. 

Perubahan lain terdapat pada penggunaan karburator baru lebih besar dan starternya hanya tersisa sistem selah.

Usia generasi ini tergolong singkat, tapi rupanya pabrikan telah menyiapkan produk yang lebih spesial.

Suzuki Satria RU 120 R (2000—2003)

(Foto: Kaskus)

Kehadiran model baru ini disambut gembira oleh konsumen anak muda yang doyan modifikasi atau balap.

Pasalnya Suzuki Satria 2 tak mendapatkan pengembangan yang menjadikannya sebagai paket lengkap untuk ukuran bebek sporty pada masa itu.

Hal tersebut di antaranya penggunaan pelek racing dan rem belakang cakram. Di samping itu, pabrikan juga menghadirkan grafis baru mengikuti livery tim MotoGP Suzuki Telefonica Movistar.

Keberadaan Suzuki Satria 2 generasi ini makin lekat di hati konsumen dengan julukan Satria Lumba-Lumba.

Suzuki Satria RU 120 LSCM (2003—2005)

(Foto: Suzuki)

Hadir sebagai generasi terakhir Suzuki Satria 2 tak, tampilan model ini mengalami perubahan yang signifikan.

Generasi ini memiliki desain yang lebih lancip untuk lekukan-lekukan di bodinya. Pada saat itu konsumen menjulukinya dengan panggilan Satria Hiu.

Selain pada desain bodi, perubahan juga terlihat dari hadirnya tachometer pada meter custer motor ini.

Usia Satria Hiu tergolong sangat singkat karena dihadang regulasi emisi. Kiprah Suzuki Satria 2 tak akhirnya tamat pada 2005 dan diteruskan model ayam jago bermesin 4 tak.

Penulis: Mada Prastya
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play StoreDownload Carmudi di App Store

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts