Home » Berita » Satu dari Tujuh Mobil Toyota yang Akan Meluncur Memiliki Dua Mesin Penggerak

Satu dari Tujuh Mobil Toyota yang Akan Meluncur Memiliki Dua Mesin Penggerak

ppnbm dihapus
Toyota Prius Berteknologi Plug-in Hybrid, Hasil Pengembangan Mobil Listrik (Foto: Carmudi)

Jakarta – Di tengah stagnasi pasar otomotif di Indonesia tak menjadi halangan bagi PT Toyota Astra Motor (TAM) untuk meluncurkan mobil baru di tahun ini. Dari 10 mobil yang direncanakan meluncur sepanjang 2019 tiga di antaranya sudah resmi dipasarkan. Mulai dari Toyota Camry, Toyota Avanza, dan Toyota C-HR Hybrid. Itu artinya masih sisa tujuh mobil baru lagi yang akan diluncurkan.

TAM masih menyimpan rapat daftar ketujuh mobil baru itu. Akan tetapi TAM memastikan bahwa dari tujuh mobil baru satu di antaranya memiliki dua mesin penggerak atau lebih dikenal dengan teknologi hybrid.

“Satu lagi (mobil hybrid) yang akan kami luncurkan. Tapi kami belum tentukan modelnya apa. Yang pasti tahun ini,” ujar Anton Jimmi Suwandy Direktur Pemasaran PT TAM pekan lalu, Kamis (10/3/2019) di Jakarta.

Selama ini mobil hybrid terkenal dengan harga jualnya yang mahal, sebab dikenakan pajak lebih tinggi ketimbang mobil yang hanya memiliki satu sumber penggerak. Untuk satu mobil hybrid baru dari Toyota ini belum dapat dipastikan apakah nanti harganya terjangkau atau sebaliknya.

“Tergantung nanti produknya apa. Apakah produknya di atas C-HR Hybrd atau di bawahnya. Saya tidak bisa katakan sekarang. Intinya, akan ada produk baru yang berteknologi hybrid,” timpal Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto pada kesempatan yang sama.

Teknologi Hybrid bisa Diterapkan di Semua Mobil

Menurut Soerjopranoto semua mobil yang ada sekarang ini sangat memungkinkan bisa mengadopsi teknologi hybrid. Akan tetapi ada banyak hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu.

“Teknologi mesin hybrid itu bisa digunakan di mobil apapun juga. Jadi sama saja misalnya kita pakai CNG, Solar, kita mau pakai yang namanya hydrogen, hybrid itu jenis engine nya saja. Tapi dengan kita merubah jenis engine, kita lihat juga platformnya apakah memenuhi dengan engine baru itu. Selain itu, kita lihat juga drivetrainnya bisa atau tidak. Nah kesesuaian inilah yang bisa membuat kendaraan itu dipasang hybrid atau tidak. Jadi itu faktornya,” terang pria yang akrab di sapa Soerjo itu.

Saat ini lanjut Soerjo, Toyota telah memasarkan beberapa mobil berteknologi hybrid yang sebelumnya hanya tersedia versi mesin konvensional saja.

“Nah ini kami ingin membuat bahwa C-HR hybrid menjadi pemicu. Karena selama ini kami punya Prius, kemudian kami punya Alphard hybrid, Camry hybrid, sekarang C-HR hybrid. Jadi kami tidak akan berhenti untuk memperkenalkan produk selanjutnya,” tutur dia.

Di Indonesia, langkah-langkah elektrifikasi dilakukan Toyota sejak 10 tahun lalu dengan meluncurkan Toyota Prius pada 2009. Dari 2009 hingga saat ini, Toyota menjual kendaraan Hybrid terbanyak di Tanah Air dengan total lebih dari 1.800 unit.

Di IIMS 2019 bulan lalu ada zona bernama Hybrid Zone yang menampilkan produk-produk Hybrid Toyota yang dipasarkan di Indonesia. Serta Interactive Hybrid Information Table yang berisi informasi tentang hybrid system Toyota.

Previous post
Ertiga dan Carry Pick Up Dominasi Pemesanan Kendaraan Suzuki di IIMS 2019
Next post
Harga Rak Atas Mobil Toyota Avanza, Siap Mudik Nih!

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *