HomeMobilSebelum Beli Simak Penyakit Ford Everest, SUV Bongsor Seharga LCGC

Sebelum Beli Simak Penyakit Ford Everest, SUV Bongsor Seharga LCGC

penyakit ford everest
ford everest 2009

Jakarta – Penyakit Ford Everest atau kelemahan Ford Everest memang menjadi hal yang menarik buat dibahas. Hal ini karena harga bekas dari Ford Everest ini sudah sangat menggiurkan untuk mobil bekas.

Bagi sebuah mobil SUV, harga bekas Ford Everest ini bahkan bisa setara dengan harga LCGC baru. Tapi soal harga ini tergantung generasi keberapa dan kondisi mobil itu sendiri ya.

Karena tahun produksi dan kondisi mobil itu sendiri sangat mempengaruhi harga jual. Walaupun banyak orang menilai penyakit Ford Everest ini cukup menakutkan. Sebenarnya tidak semuanya seperti itu, lho.

Karena orang takut meminang SUV bongsor ala Amerika Serikat ini lantaran sudah tidak ada lagi APM nya di Indonesia. Tapi, bengkel spesialis dan spare partnya sebenarnya masih bisa ditemui kok.

Sebenarnya untuk penyakit serius dari Ford Everest bisa dibilang jarang ditemui. Biasanya kerusakan ini disebabkan oleh salahnya perawatan dari pemilik itu sendiri.

Mindset atau pikiran orang awam saja yang biasanya terlalu menilai penyakit Ford Everest ini menakutkan. Kira-kira apa saja sih penyakit Ford Everest yang sering ditemui?

Penyakit Ford Everest yang Sering Ditemui

Injektor Mampet

Salah satu penyakit yang cukup sering ditemui pada Ford Everest adalah injector solar yang mampet. Biasanya ini menjadi salah satu penyakit dari kebanyakan mobil bermesin Diesel.

Umumnya penyakit ini disebabkan oleh salahnya perawatan dari si pemilik itu sendiri. Karena biasanya mampetnya injector disebabkan oleh salahnya penggunaan bahan bakar.

Bahan bakar Diesel yang seharusnya digunakan adalah yang berkualitas bagus. Tapi, banyak pemilik lebih mengisi bahan bakar dengan kualitas rendah.

penyakit ford everest
Injektor Ford Everest. (Foto: Blanja)

Hasilnya, kotoran pada bahan bakar kualitas rendah jauh lebih tinggi. Seiring pemakaian, kotoran inilah yang biasanya menyebabkan injector menjadi mampet dan membuat pasokan bahan bakar terganggu.

Biasanya untuk mengatasi hal ini, bisa melakukan kalibrasi injector. Bengkel tersebut nantinya akan membersihkan seluruh jalur injector dan nosel pada mesin.

Jika memang tidak bisa diservis, maka mau tidak mau harus mengganti baru. Harga kisaran injector baru berkisar Rp3 jutaan sampai Rp4 jutaan.

Salahnya pemakaian bahan bakar juga menyebabkan asap menjadi lebih hitam tebal dan bau. Penyakit inilah yang biasanya ditemui pada Ford Everest.

Bahan Bakar Agak Boros

Bagi calon pembeli, sebaiknya ketahui dulu mesin yang ada pada Ford Everest ini. Ford Everest ini hadir dalam dua pilihan mesin yakni bensin dan Diesel.

Untuk mesin bensin, konsumsi bahan bakarnya cenderung lebih boros. Ada baiknya pilih Everest dengan mesin Diesel yang dijual di Indonesia karena konsumsi BBMnya lebih irit. Seperti diungkapkan Danang salah satu pemakai Everest bermesin bensin mengaku hal tersebut jadi salah satu kekurangannya.

kekurangan ford everest
Ford Everest gen 1. (Foto: Carousell)

“Kalau mesin bensin itu agak boros. Mungkin karena bodinya juga besar dan berat ya. Tapi sebenarnya nggak terlalu boros-boros banget kok. Dalam kota sekitar 1:7 sampai 1:8 kalau saya,” kata Danang.

Soal mesin ini diakui jika Ford Everest punya mesin yang tahan banting alias badak. Performa mesin Everest sudah teruji dan durabilitasnya tinggi.

Penyakit Kaki-kaki Ford Everest

Masalah kaki-kaki biasanya memang menjadi hal yang lumrah bagi sebuah SUV. Biasanya para pengguna SUV ini kerap menerabas berbagai jenis jalan.

Maka dari itu, penting diketahui jika kaki-kaki mobil SUV sudah harus mendapatkan peremajaan. Pada saat hendak membeli Ford Everest jangan lupa mengecek bagian kaki-kaki.

penyakit ford everest 2009
ford everest 2009

Kalaupun sudah timbul gejala bunyi, biasanya kaki-kaki sudah waktunya diperbaiki. Soal kekuatan, kaki-kaki Ford Everest tidak ringkih kok. Malah justru cukup kuat.

Penyakit Ford Everest Transmisi Matic

Hal lain yang jadi penyakit Ford Everest adalah transmisi matic yang kerap bermasalah. Sebenarnya hal ini bukanlah jadi penyakit serius Everest.

Bisa dibilang masalah transmisi matik ini jadi penyakit yang jarang ditemui. Biasanya disebabkan oleh kesalahan dari pemakai itu sendiri.

Misalnya berkendara dengan liar, telat mengganti oli matik, dan mobil jarang mendapat perawatan. Hal ini sangat berpengaruh kepada awetnya transmisi matic dari Ford Everest.

kelemahan ford
Ford Everest gen 2. (Foto: Majalah Mobkas)

Untuk mengetahui transmisi ini masih oke atau tidak harus dites jalan. Sehingga kamu yang mau membeli Ford Everest bekas ini wajib mencobanya terlebih dahulu.

Spare Part Agak Lama dan Mahal

Danang mengakui jika salah satu kendala yang dihadapi selama memelihara Ford Everest adalah spare part. Spare part Ford diakui memang tidak sebanyak merek mobil lainnya.

Untuk itu ia harus memesan kepada beberapa toko untuk memesan spare part. Biasanya spare part slow moving cukup sulit didapatkan dan harganya cukup mahal.

“Kalau spare part slow moving agak lama dapatnya, karena inden sama toko. Biasanya sih titip toko. Kalau spare part fast moving sih masih gampang dicari,” pungkasnya.

ford everest 2009
ford everest 2009. (Foto: Istimewa CMS)

Soal harga, ia mengakui kalau harga spare part Ford Everest juga agak mahal. Hal ini dikarenakan ketersediaan spare partnya itu sendiri yang sudah mulai jarang. Tapi untuk bengkel spesialis biasanya tetap menyediakan part fast moving maupun slow moving.

Harga Bekas Ford Everest

Nah, bicara soal harga nih ternyata harga bekas Ford Everest ini lumayan menarik. Untuk generasi pertama tahun 2003-2006 harga bekasnya cukup murah.

Menurut listing Carmudi, harga bekas Ford Everest generasi pertama dibanderol Rp80 jutaan sampai Rp110 jutaan. Sedangkan generasi kedua dari tahun 2006 sampai 2015 harganya berkisar Rp120 jutaan sampai Rp200 jutaan.

Harga pasaran Ford Everest generasi pertama dan kedua ini bisa dibilang sudah setara dengan LCGC baru. Misalnya Toyota Agya baru, dijual Rp143 jutaan sampai Rp170 jutaan.

Sedangkan Toyota Calya dijual Rp147 jutaan sampai Rp166 jutaan. Harga ini bisa dibilang cukup menggiurkan untuk tahun 2020. Harga LCGC bisa dapat SUV bongsor 7 penumpang. Lumayan asik kan?

Penulis: Rizen

Editor: Lesmana

Program Aftersales Toyota
Previous post
Toyota Hadirkan Program Aftersales Spesial
Spesifikasi Fortuner dan Kijang Innova Terbaru
Next post
Rilis 15 Oktober, Ini Spesifikasi Singkat Fortuner dan Kijang Innova Terbaru