Home » Berita » Sekarang Polisi Gunakan Speed Gun di Jalan Tol

Sekarang Polisi Gunakan Speed Gun di Jalan Tol

Jakarta – Kecepatan berkendara di jalan tol sebenarnya sudah dibatasi, minimum 60 kilometer dan batas kecepatan maksimum 80 kilometer per jam. Namun pada kenyataannya tak jarang pengguna jalan tol tak mengindahkan peraturan ini.

Bahkan hal ini memungkinkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Petugas polisi PJR biasanya menggunakan cara konvensional untuk melakukan tilang.

Petugas PJR biasanya mengikuti laju mobil atau kendaraan lainnya yang diperkirakan melaju dengan kecepatan tinggi dengan mobil patroli. Ini untuk memperkirakan berapa angka kecepatannya di spedometer kendaraan yang diikuti.

Biasanya cara ini banyak diperdebatkan, tak jarang mereka menyangkal dan alasannya macam-macam, tak ada bukti yang kuat. Namun kali ini pengguna jalan tak bisa menyangkal lagi karena petugas polis dibekali dengan alat speed gun.

Penggunaan Speed Gun di Jalan Tol

Pelanggaran batas kecepatan maksimum di jalan dapat dideteksi polisi lalu lintas melalui sebuah alat pengukur kecepatan. Alat ini berbentuk kamera digital yang dinamakan speed gun.

Dengan penggunaan alat ini diharapkan dapat menekan angka pelanggaran batas kecepatan. Serta menindak pengendara yang tak memprioritaskan keselamatannya atau pengguna jalan lainnya.

Mulai awal bulan ini, bagi pengguna jalan tol Cipali (Cikopo-Plimanan) harus berhati-hati dan sebaiknya mengikuti rambu batas kecepatan. Pihak kepolisian akan siaga dengan alat barunya yaitu speed gun.

Tol Cikopo
Pintu gerbang Tol Cikopo. Foto/viva.

Polisi akan berada di titik-titik tertentu dan dibekali alat ini untuk membidik kendaraan yang diduga melanggar batas kecepatan. Lalu hasil bidikan akan menunjukkan pelat nomor kendaraan, lokasi, waktu, dan seberapa kencang laju kendaraan.

Setelah dibidik dan ditembak, alat tersebut akan mengeluarkan kertas yang berisi data rekam kecepatan mobil. Hasil bidikan speed gun akan diinformasikan kepada polisi lalu lintas lainnya melalui handy talkie.

Sehingga polisi di titik berikutnya akan menghentikan kendaraan tersebut dan langsung memberhentikan pengendara. Bahkan polisi memberlakukan sistem tilang elektronik (e-tilang) di sepanjang jalur Tol Cikopo–Palimanan.

Bukti tilang dari polisi diberikan pada pengendara dan hanya bisa dibayarkan melalui Bank, ATM atau E-Banking milik pengendara.

Terobosan ini untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur Tol, khususnya Tol Cipali. Karena, sebagian besar penyebab kecelakaan di Tol Cipali, pengendara yang melebihi kecepatan. (Dol)

Previous post
Isi Pasar Adventure Touring, Honda Luncurkan CRF1000L Africa Twin dan Honda CRF250RALLY
Next post
'True Adventure' Honda CRF1000L Africa Twin