Home » Mobil » Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Mazda CX-30 dengan Mazda3

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Mazda CX-30 dengan Mazda3

Mazda CX-30. Foto/Nadya

Jakarta – Perlu diketahui, mobil crossover yang telah dilucurkan oleh PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) pada awal 2020, yaitu Mazda CX-30, menggunakan platform yang sama dengan Mazda3. Untuk fitur keduanya juga sama semua, “Tidak ada kurang, tidak ada lebih,” kata Kenny Wala, Product Planner PT EMI, pada awak media di acara Test Drive Mazda CX-30 beberapa waktu lalu.

Namun, Mazda3 dan CX-30 tetap memiliki beberapa perbedaan, salah satunya dimensinya. “Dimesinya ini (Mazda CX-30) panjangnya lebih pendek dari Mazda3. ground clearance-nya sendiri kalau Mazda3 140 mm dan Mazda CX-30 180 mm,” ujar Kenny saat diwawancarai Carmudi, Kamis (27/02/2020).

Dari segi dimensi, Mazda CX-30 memiliki ukuran panjang 4.395 mm, lebar 1.795 mm, dan tinggi 1.540 mm. Sedangkan, Mazda3 memiliki ukuran panjang 4.475 mm, lebar 1.795 mm, serta tinggi 1.465 mm.

Kenny juga mengatakan bahwa travel suspensi yang dimiliki CX-30 berukuran lebih besar dan panjang sehingga terasa lebih ‘empuk’ dibandingkan dengan Mazda3. Menurutnya, Mazda3 menggunakan travel suspensi yang lebih kaku.

Selain perbedaan yang disebutkan Kenny di atas, terdapat berbagai perbedaan lainnya antara Mazda3 dan CX-30. Dilansir dari berbagai sumber, perbedaan keduanya yang belum disebutkan adalah desain eksteriornya. Pada bagian bawah lampu depan CX-30, terdapat aksen krom yang lebih panjang dibandingkan Mazda3. Selain itu, lampu belakang CX-30 hanya memiliki satu bulatan, sedangkan Mazda3 memiliki dua bulatan.

Dari harganya sendiri, keduanya memiliki selisih perbedaan harga yang cukup jauh. Mazda3 dibanderol seharga antara Rp497,8 sampai Rp546,8 juta. Sedangkan CX-30, seharga antara Rp478,8 hingga Rp518,8 juta. Dengan demikian, Mazda3 memiliki harga jual yang lebih mahal dibandingkan dengan CX-30.

Desain Terinspirasi dari Keindahan Jepang

Tampilan Mazda CX-30.

Dalam merancang CX-30 ini, Mazda telah mengusung filosofi KODO terbaru yang menganggap mobil adalah suatu karya seni. Desain CX-30 sendiri terinspirasi dari keindahan Jepang, yaitu Yohaku, Sori, dan Utsuroi. Mazda kini mengusung konsep desain ‘Less is More’, dimana sesuatu yang kurang memiliki value lebih.

“Yohaku itu berarti keindahan dari ruang kosong, dimana nggak terlalu banyak garis tajam. Jika kita lihat desain mobil dari sisi samping sampai belakang, bentuknya kayak mobil biasa. Tapi, Mazda sendiri melihat ruang kosong ini justru lebih indah dibandingkan ruang yang banyak garis tajamnya. Kalau Sori itu garis depan dari belakang yang menyatu, memiliki karakter gitu. Tampilan cahayanya tidak ada yang berubah dari depan sampai belakang. Jadi, kelihatannya tidak ada yang ‘peyot’ gitu,” jelas Kenny.

Kenny mengakui bahwa ia lebih menyukai Utsuroi, “Utsuroi itu permainan cahaya dan bayangan. Itu yang bentukin kayak bentuk ombak atau es dari sisi samping. Refleksi cahayanya tuh bermain disitu. Balik lagi ke ‘Less is More’, dengan yang lebih simpel justru malah lebih kayak karya seni,” tutup Kenny.

Penulis: Nadya

Editor: Lesmana

Previous post
Khawatir Virus Corona, Geneva Motor Show 2020 Batal Terlaksana
Pertashop diharapkan bisa membantu distribusi bahan bakar di kecamatan tanpa SPBU
Next post
Pertashop, Cara Pertamina Rangkul Pedagang Bensin Eceran