Berita Mobil Sumber informasi

Sektor Industri Otomotif Indonesia Paling Besar Kedua Setelah Thailand

Penulis: Santo Evren Sirait

Jakarta – Industri otomotif di Indonesia menjadi salah satu sektor andalan pemerintah karena memiliki peran besar terhadap tumbuhnya perekonomian. Menurut Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Harjanto, industri otomotif tergolong sektor padat karya dan telah membuka peluang besar bagi penyerapan tenaga kerja lokal.

Pada 2016, industri otomotif di Indonesia telah mempekerjakan sebanyak 1,5 juta orang. Jumlah tersebut terbagi ke dalam berbagai sektor. Mulai dari industri perakitan, komponen lapis pertama sampai ketiga, hingga tingkat bengkel resmi untuk sales, service, dan spare parts.

“Selain itu, rantai industri otomotif dari hulu ke hilir juga melibatkan banyak sektor industri lain,” ungkapnya.

Tak heran lanjut Harjanto, jika industri otomotif berkembang, maka sektor industri pendukungnya juga akan ikut berkembang. Berkembangnya industri otomotif dalam negeri tentunya akan menambah daya tarik lebih bagi para investor menanamkan modalnya di Indonesia.

Apalagi Indonesia masih menjadi negara tujuan utama untuk investasi di sektor industri otomotif. Data dari ASEAN Automotive Federation, yang dipublikasikan dalam studi automotive-cluster.org menunjukkan, Indonesia saat ini merupakan salah satu pemain penting di industri otomotif Asia Tenggara.

“Indonesia adalah negara produsen otomotif terbesar kedua setelah Thailand. Tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, saat ini Indonesia juga terus digenjot untuk menjadi basis produksi global. Peluang investasi yang cerah mendukung perwujudan sasaran tersebut,” terang Harjanto

Perkuat Daya Saing, Produsen Terapkan Sistem Industry 4.0

Industry 4.0 pertama kali lahir di Jerman pada 2011. Sistem tersebut mengacu pada peningkatan otomatisasi, pengembangan teknologi dan sebagainya. Produsen otomotif nasional telah mampu menerapkan sistem Industry 4.0 dalam proses produksinya guna menguatkan daya saing.

“Dengan mengadopsi Industry 4.0, pabrik dibangun dengan flexible manufacturing system. Jadi, bisa memproduksi berbagai macam jenis produk dengan biaya yang lebih rendah,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Menperin juga memastikan, penerapan Industry 4.0 tidak akan menggantikan atau mengurangi peran tenaga kerja manusia, tetapi dapat mendorong peningkatan kompetensi mereka untuk memahami penggunaan teknologi terkini di industri.

“Masyarakat tidak perlu cemas dengan perkembangan Industry 4.0 karena tidak akan mengurangi lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts