Home » Berita » Selama PSBB, Penjualan Motor Baru Capai Rapor Merah

Selama PSBB, Penjualan Motor Baru Capai Rapor Merah

Penjualan motor baru lesu karena efek Covid-19 (Foto: Honda)

Jakarta – Industri otomotif begitu terpukul karena adanya pandemik Covid-19 di Indonesia. Pabrik banyak yang stop produksi sementara dan di sisi lain Masyarakat juga menahan diri untuk tidak membeli motor baru selama masa pandemik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Imbasnya, penjualan motor baru menjadi lesu.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Johannes Loman. Menurut Loman, ia memperkirakan bila imbas dari pandemik Covid-19 ini membuat penjualan roda dua menurun hingga setengahnya bila dibandingkan tahun lalu. Angka ini termasuk tinggi karena bagi masyarakat Indonesia, sepeda motor merupakan kendaraan penunjang kegiatan sehari-hari.

“Mengenai total market, kita prediksi 6,4 juta unit mungkin turun 40-50 persen. Kenapa bisa begitu, saya melihat bawah motor itu alat produksi. Jadi, pembeli motor pasti dipakai untuk mencari mata penghasilan, untuk hal produktif bukan konsumtif,” ucap Loman saat di seminar online beberapa waktu lalu.

Faktor yang membuat orang menahan diri untuk beli motor yaitu karena kebijakan perusahaan pembiayaan yang kian ketat selama masa pandemik Covid-19 berlangsung. Sebagaimana kita ketahui, penjualan motor baru lebih banyak disokong melalui pembelian secara kredit. Leasing semakin memperketat persyaratan kredit untuk menghindari pembeli yang gagal bayar.

“Sejumlah 70 persen pembelian motor di Indonesia dilakukan melalui kredit. Seperti kita ketahui, bahwa finance company juga mengalami masalah dalam hal collection dan juga pendanaan. Jadi mereka sangat selektif, sehingga jumlahnya pembeli yang diberikan kredit juga menurun drastis,” jelasnya.

Penjualan Motor Baru Bergantung Daya Beli Masyarakat

Honda Rebel dan CRF1100L Africa Twin mengusung spesifikasi baru

Loman menjelaskan, di tengah situasi seperti sekarang ini, masyarakat memilih akan menahan diri untuk membeli motor baru. Bisa dibilang, para konsumen roda dua menjadi pihak yang cukup terdampak dari menurunnya situasi ekonomi imbas pandemik Covid-19. Penjualan motor baru pun langsung menurun tajam setelah pemerintah mengumumkan skema pembatasan sosial dan bekerja atau belajar di rumah.

“Dampak di roda dua sangat dahsyat, April turun hingga 70 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pembeli motor merupakan konsumen yang paling terdampak situasi ekonomi. Ketika melihat akan ada masalah ekonomi, maka konsumen akan stop membeli motor,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Executive Vice President PT Astra Honda Motor ini.

Penulis: Yongki

Editor: Lesmana

Previous post
Tiga Keistimewaan Sepeda Motor Listrik Gesits Bertanda Tangan Jokowi
Wajah depan Toyota Alphard
Next post
Apa Saja yang Harus Diperhatikan Waktu Membeli Toyota Alphard Bekas?

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *