Home » Sepeda motor » Serba-Serbi Honda Astrea Grand, Motor Bebek Sejuta Umat Paling Bandel

Serba-Serbi Honda Astrea Grand, Motor Bebek Sejuta Umat Paling Bandel

Honda Astrea Grand populasinya masih banyak di luar Jakarta

Jakarta – Kalangan milenial sekarang ini begitu antusias dengan hadirnya All New Honda Super Cub. Bebek modern bergaya jadul ini kembali membangkitkan memori masa lampau bagi banyak orang. Khusus untuk Indonesia, kita punya Honda Astrea Grand yang melegenda sebagai motor bebek sejuta umat.

Astrea Grand ini dalam silsilahnya termasuk cicit dari Super Cub. Alasannya, motor ini menjadi kelanjutan era setelah Super Cub, Astrea 700, Astrea 800, dan Astrea Star lalu Prima. Soal performa, tidak usah diragukan lagi sekalipun cuma berbekal mesin 95 cc.

Honda Astrea Grand masih kuat diajak naik turun jalan pegunungan tanpa masalah. Performa di jalan mendatar pun lumayan oke, karena masih kuat digeber sampai kecepatan 90-an kilometer per jam. Kalah deh motor bebek injeksi 110-125 modern yang cuma kuat digeber hingga 100 km/jam.

Astrea Grand Bulus

Honda Astrea Grand pertama kali dirilis sekitar tahun 1991. Nah keluaran pertama ini disebut Grand Bulus karena bentuk lampu belakang yang cembung mirip bulus alias kura-kura. Tiga tahun berselang, Federal Motor selaku agen pemegang merek kemudian merilis pembaharuan Astrea Grand. Pada facelift ini perbedaannya pada desain lampu belakang yang memiliki desain seperti duck tail dengan tambahan spoiler.

Honda Astrea Grand

Soal ketersediaan suku cadang pun masih sangat mudah, karena pemilik Astrea Grand ini masih sangat banyak di kota-kota kecil. Jelas saja, Astrea Grand termasuk motor bebek paling laku pada masanya. Ukurannya proporsional dengan posisi duduk pengendara dan ‘boncengers’ yang nyaman bahkan untuk jarak jauh sekalipun.

Belum lagi, konsumsi bensin Astrea Grand ini iritnya kebangetan. Bahkan ada anekdot yang menyebut, bila tangki Astrea Grand ini cuma nyium aroma bensin saja sudah mau jalan. Touring jarak jauh pakai Astrea Grand dijamin tidak tekor duit bensin.

Begitu melegendanya, beberapa waktu lalu Astrea Grand hasil restorasi kabarnya laku terjual seharga Rp80 juta. Penasaran soal Honda Astrea Grand, yuk kita bahas lebih dalam soal bebek sejuta umat ini.

Sekilas Perjalanan Honda Astrea Grand

Sempat disinggung di atas, Honda Astrea Grand diperkenalkan pertama kali oleh Federal Motor pada 1991 menggantikan Astrea Prima. Bagi yang belum tahu, Federal Motor adalah distributor dan manufaktur motor Honda sebelum era PT Astra Honda Motor. Kehadiran prinsipal Honda Motor Corporation membuat nama Federal Motor berganti menjadi Astra Honda Motor di tahun 2001.

Honda Astrea Grand keluaran pertama (Foto: MPM)

Pada versi awal, Astrea Grand ini memiliki desain lampu belakang membulat mirip punggung kura-kura sehingga disebut sebagai Grand Bulus. Tiga tahun kemudian, Federal Motor memperbaharui desain Astrea Grand terutama di bagian lampu belakang dengan menambahkan spoiler duck tail.

Sebagai edisi penutup, Federal Motor merilis Astrea Impressa yang desainnya mirip seperti Astrea Grand namun lebih ramping. Peluncuran Astrea Impressa ini berbarengan dengan rilis Astrea Supra yang desainnya lebih sporty. Ketika krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997, Federal Motor kembali mengeluarkan paket motor bebek murah dan kembali mengadopsi model Honda Astrea yang dinamai Honda Astrea Legenda.

Astrea Legenda memiliki teknologi yang lebih maju, tapi tetap mengadopsi mesin yang sama dengan Honda Astrea Grand, yang memiliki kapasitas mesin 100 cc. Begitu digemarinya desain khas Astrea Grand hingga ke era Legenda, PT Astra Honda Motor bahkan merilis Legenda 2 sebagai edisi terakhir klan Astrea Grand di Indonesia.

Desain Astrea Grand Khas Motor Era 90-an

Pada awal dekade 1990-an, persaingan pasar otomotif menghadirkan tiga merek yang menyediakan motor bebek yaitu Honda, Yamaha, dan Suzuki. Dari ketiganya, hanya Honda lah yang setia dengan mesin 4-tak. Yamaha dan Suzuki masih memakai mesin 2-tak sekalipun kapasitas mesinnya 100 cc pembulatan.

Headlamp Astrea Grand

Tak ayal, segmen pengguna motor juga terbagi-bagi. Honda Astrea lebih banyak dibeli oleh kalangan dewasa seperti bapak-bapak PNS, ibu rumah tangga, hingga pemuda berpemikiran lurus enggak neko-neko. Karakter pengguna bebek Suzuki hampir sama dengan Honda, bedanya hanya mereka mencari motor yang lebih kencang bermesin 2-tak. Yamaha yang menyediakan Force-1 series membidik segmen anak muda atau kalangan dewasa berjiwa sporty.

Dari segi fitur, Honda ini paling sederhana dibanding Suzuki dan Yamaha. Namun, Honda berusaha membuat motor yang paling bandel dan tahan lama terutama pada mesinnya. Astrea Grand masih memakai rem tromol di kedua roda dan mesin 4-tak. Desain joknya juga rata tidak seperti Yamaha yang ‘boncengers’-nya sedikit nungging.

Desain buntut Astrea Grand

Karena masih keturunan langsung dari Super Cub, maka Astrea Grand ini memakai rancangan rangka monokok. Maksudnya, rangka ini merupakan kombinasi antara pipa dengan pelat baja yang disatukan. Nah, pipa ini sebagai rangka utama dan pelat baja ini berfungsi untuk bodi yang kemudian ditutupi cover plastik.

Desain lampunya khas 90-an dengan gaya persegi panjang dan agak sipit. Supaya tidak terkesan jadul, maka bentuk lampu belakang memiliki spoiler. Sementara itu, suspensinya memakai teleskopik biasa di depan dan belakang yang terkenal empuk.

Shock Teleskopik Astrea Grand

Tidak ada yang istimewa dari desain Astrea Grand, karena Federal Motor sebagai produsen merancang motor bebek ini sebagai kendaraan fungsional. Mau dipakai antar anak sekolah bisa, mau dipakai buat angkut barang atau hasil pertanian juga ayo saja. Astrea Grand terkenal dengan mesin yang bandel dan sasis motor ini terbukti awet dan kuat.

Kelebihan Honda Astrea Grand

Klan Astrea Grand ini punya kelebihan yang sulit ditandingi oleh motor-motor lainnya, bahkan hingga saat ini yaitu IRIT. Tenaganya memang tidak besar tapi performanya cukup istimewa untuk ukuran bebek 4-tak dengan mesin tidak sampai 100 cc. Konsumsi bensin terboros pada Astrea Grand standar dengan seliter bensin bisa mencapai 55 kilometer.

Begitu iritnya, pengguna Astrea Grand sering lupa kapan terakhir kali isi bensin. Punya motor ini, siap-siap saja jadi ‘musuh SPBU’. Untuk pemakaian normal ke sekolah atau ke kantor dengan jarak 20 kilometer, mungkin bisa sekali isi bensin dalam seminggu.

Nah, itu bicara soal irit, performa larinya juga tidak bisa dianggap enteng dan kuat melewati jalur pegunungan. Asal dengan perawatan yang benar, Astrea Grand ini masih sanggup berlari hingga 90 km/jam atau bahkan dipaksa hingga 100 km/jam. Kemampuannya tidak kalah dengan bebek modern 110 cc dan mendekati performa bebek 125 cc injeksi, loh.

Selain itu, desain jok yang rata jaminan kenyamanan. Baik pengendara atau ‘boncengers’ tidak cepat merasa pegal karena duduk di busa yang tebal. Posisi kaki seperti duduk normal di kursi membuat tidak mudah kesemutan. Untuk di pedesaan, motor ini jaminan nyaman dipakai berkendara jarak jauh.

Kelemahan Astrea Grand Gampang ‘Patah Tulang’

rangka Honda Astrea Grand patah

Sekuat-kuatnya motor produksi motor, tetap ada saja kelemahannya. Nah, untuk kelemahan Astrea Grand ini biasanya patah sasis. Sebab, desain monokok yang menggabungkan pelat bodi dengan rangka underbone ini memang rigid tapi kurang awet. Pertemuan dua jenis bahan berbeda karakter ini memang susah disatukan, meskipun menyatu namun akhirnya bisa lepas juga.

Biasanya kalau sudah patah di sambungan pipa underbone ini, perlu las ulang untuk menyambung kembali. Tukang las sampai hafal apabila ada Astrea Grand datang kepadanya, pasti hanya untuk las rangka yang patah di sambungan antara sasis pipa dan pelat besi. Selain rangka yang rentan patah, sambungan bodi juga bisa bergetar karena kendur akibat usia motor yang sudah tua.

Harga Pasaran Astrea Grand Murah Meriah

Tahun lalu, ada seorang pemilik Astrea Grand menjual motor kesayangannya itu seharga Rp80 juta. Ia mengaku bila Astrea Grand yang dijual itu adalah hasil restorasi memakai berbagai komponen asli. Nah, sebenarnya harga pasaran Astrea Grand di diler motor bekas tidak sampai semahal itu.

Apalagi, populasi Astrea Grand juga masih cukup banyak di kota-kota kecil Jawa atau luar Jawa. Seiring meningkatnya permintaan motor-motor jadul, harga bekas Astrea Grand ikut naik tapi pastinya tidak lebih dari angka Rp10 juta. Pasaran Honda Astrea Grand keluaran 1994-1997 berkisar antara 2,5 sampai 3,5 juta tergantung kondisi dan kelengkapan surat-surat.

Honda Astrea

Unit yang cukup mahal biasanya adalah Grand Bulus, bisa dijual dengan harga di atas Rp5 juta sampai Rp10 juta. Tingginya harga Grand Bulus ini disebabkan karena unitnya yang langka di pasaran. Sangat sulit mencari unit Grand Bulus yang masih utuh tidak dipreteli bodinya.

Memang, jumlah unit yang dijual tidak sebanyak motor tahun muda. Namun, rata-rata kondisi yang ditawarkan berdasarkan listing dari Carmudi cukup baik dengan bodi minim kerusakan. Untuk unit yang dijual di luar Jakarta, kondisinya masih oke dan tinggal dipoles saja agar bodinya yang usang kembali mengkilap.

Jadi, tidak usah khawatir bila Carmudian berniat mencari unit Astrea Grand dalam kondisi baik. Sebagai saran, coba cari unit di luar Jakarta karena biasanya motor di daerah lebih terawat. Unit Astrea Grand di luar Jakarta biasanya bodinya utuh, jarang ada yang dipreteli oleh pemiliknya.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Previous post
Masih Rahasia, TAM Berencana Luncurkan 4 Mobil Baru Lagi
Next post
Respon Positif Honda ADV150 Apakah Akan Muncul 250cc