Tips dan Trik

Servis Mesin Mobil Sendiri di Rumah dengan Cek Bagian-Bagian Ini

Servis mesin mobil sendiri di rumah memang tak sepraktis jika menyerahkannya ke bengkel. Namun, ada kepuasan tersendiri setelah melakukannya.

Servis Mesin Mobil Sendiri

Aktivitas melakukan perawatan mobil secara mandiri cukup relevan dengan situasi yang berkembang belakangan ini. Seperti diketahui, pembatasan kegiatan masyarakat membuat banyak bengkel tak bisa beroperasi dengan kapasitas penuh.

Akibatnya, agak sulit bagi pemilik mobil untuk mendapatkan pelayanan seperti biasanya. Walaupun, hal tersebut bukan berarti layanan bengkel menghilang sepenuhnya.

Beberapa bengkel resmi menerapkan sistem booking bagi konsumen yang ingin melakukan perawatan. Sementara itu, bengkel umum nampak tetap banyak yang beroperasi, tapi dengan jam operasional lebih singkat.

Di lain sisi mobil akan selalu membutuhkan perawatan agar tetap berada dalam kondisi prima. Pada titik inilah servis mesin mobil sendiri di rumah dapat menjadi pilihan.

Servis Mesin Mobil Sendiri, Ini Bagian yang Harus Dicek!

Satu hal yang perlu dipahami, maksud dari kata servis di sini artinya perawatan atau pengecekan yang sifatnya ringan.

Mengutip informasi di situs web Suzuki, servis dapat diartikan sebagai pengecekan bagian-bagian kendaraan yang kerap mengalami keausan atau kotor.

Idealnya, servis mobil dilakukan oleh teknisi profesional dengan peralatan yang memadai. Hal ini cukup penting diingat terlebih jika mobil yang Carmudian miliki masih dalam masa perlindungan garansi.

Karena servis yang dilakukan oleh pihak selain bengkel resmi berpotensi menggugurkan garansi.

Namun, jika kondisi mobil adalah sebaliknya maka sah-sah saja melakukan servis di bengkel umum atau bahkan seorang diri jika merasa mampu.

Nah, istilah servis sering disamakan dengan tune up padahal keduanya memiliki perbedaan.

Masih menurut sumber yang sama, tune up dijelaskan sebagai penanganan yang lebih jauh pada aspek-aspek teknis kendaraan. Misalnya pengaturan katup atau komponen-komponen di dalam mesin agar bekerja seperti kondisi baru lagi.

Tune up jelas memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi lagi. Namun, ulasan kali ini hanya akan fokus pada aktivitas servis saja.

Lantas, bagian apa saja yang perlu diperiksa? Berikut penjelasannya.

1. Membersihkan Filter Udara

Membersihkan filter udara

Hal pertama yang dapat dilakukan dalam upaya servis mesin mobil sendiri ialah membersihkan filter udara.

Filter udara atau yang juga dikenal sebagai saringan hawa memiliki peran penting dalam menunjang kinerja mesin. Bagian ini berfungsi menjadi jalan masuknya udara yang dibutuhkan pada proses pembakaran.

Lebih penting lagi, bagian ini memastikan udara yang masuk dalam mesin kondisi bersih. Karena itu idealnya filter udara diganti secara berkala maksimal setiap 20.000 km.

Di sela-sela interval tersebut, Carmudian dapat melakukan pembersihan. Penting untuk dicatat, cara membersihkan filter udara berbeda-beda tergantung materialnya.

Jangan mencuci filter udara yang terbuat dari kertas atau karton. Alih-alih, gunakan angin bertekanan untuk menghilangkan kotoran yang bersarang di permukaannya.

Tapi untuk filter udara berbahan spons atau kain bisa saja dicuci. Agar hasilnya lebih maksimal, bisa ditambah penggunaan produk air filter cleaner atau degreaser khusus yang cukup banyak beredar di pasaran.

2. Periksa Kondisi Busi

busi iridium NGK

Selain pasokan udara yang bersih, proses pembakaran di dalam mesin mobil juga perlu ditunjang pengapian yang baik.

Oleh karena itu, Carmudian juga perlu melakukan pengecekan busi yang bertugas menyediakan percikan api.

Kondisi busi itu sendiri bisa menjadi gambaran proses pembakaran yang terjadi di dalam mesin. Caranya dengan melihat elektroda atau bagian ujung busi yang berbentuk lengkungan.

Jika warnanya coklat maka busi mendekati akhir masa pakainya. Warna hitam atau gosong berarti campuran bahan bakar terlalu banyak.

Warna putih dapat diartikan campuran udara yang terlalu banyak. Sedangkan warna abu-abu artinya pembakaran berjalan normal.

Hal lain yang juga bisa ditemui adalah busi berwarna hitam dan basah oli. Hal ini merupakan indikasi oli mesin masuk ke ruang bakar, bisa jadi karena ring piston sudah lemah.

3. Cek Aki Mobil

Cek Aki mobil

Cara termudah melakukan pengecekan aki ialah dengan menggunakan battery tester.

Ketika mesin mati idealnya aki memiliki voltase 12,45 volt sedangkan ketika mesin menyala voltasenya antara 13-14 volt. Di luar itu berarti aki dalam kondisi yang tidak baik.

Bagi mereka yang tak memiliki battery tester, cek aki bisa dilakukan dengan cara lain. Pertama-tama kenali dulu tipe akinya.

Untuk aki basah, tengok volume cairan elektrolit apakah berada di batas atas atau bawah. Jika sudah mendekati batas bawah berarti harus segera ditambah.

Kemudian untuk aki kering bisa melihat indikator warna yang biasanya terdapat pada bagian atas aki.

Jika aki masih bagus biasanya ditunjukkan dengan warna biru. Sebaliknya, jika kondisi sudah lemah umumnya ditunjukkan dengan warna putih.

4. Tambah Air Radiator

Mengisi air radiator

Radiator merupakan perlindungan bagi mesin mobil agar terhindar dari overheat.

Perawatan yang bisa dilakukan sendiri ialah memastikan cairan coolant di dalamnya terisi sesuai volume yang dibutuhkan.

Perlu diingat, pastikan mesin mobil dalam kondisi dingin sebelum menyentuh radiator apalagi hendak membuka tutup tabung utamanya.

Amannya, lakukan pengecekan radiator saat pagi hari ketika mobil belum digunakan.

Kemudian, coba tengok volume coolant yang ada di tabung reservoir (tabung cadangan) yang biasanya berwarna putih agak transparan. Pada tabung tersebut terdapat tanda batas minimum dan maksimum.

Jika cairan coolant di dalamnya berada di bawah batas maksimum maka lakukan penambahan cairan coolant. Tidak direkomendasikan menggunakan air tanah karena bisa bikin bagian dalam radiator berkarat.

Kalau mobil Carmudian tidak memiliki tabung reservoir maka bisa lakukan penambahan langsung ke tabung utama.

5. Ganti Oli Mesin

Ganti oli mobil

Carmudian juga bisa melakukan penggantian oli atau pelumas sebagai bagian dari servis mesin mobil sendiri di rumah.

Penggantian oli mesin direkomendasikan setiap 10.000 km atau 6 bulan. Patokan tersebut adalah batas maksimal.

Jika mobil rutin digunakan terlebih kerap melewati kemacetan maka harus melakukan penggantian lebih awal.

Ada beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk ganti oli mesin mobil. Meliputi dua buah dongkrak, kunci ring 17 atau 19 tergantung mobil, oli baru sesuai kapasitas yang dibutuhkan, seal tape, wadah untuk oli bekas.

Secara umum langkah-langkah ganti oli mobil adalah sebagai berikut:

  • Parkir di tempat yang rata kemudian ganjal roda belakang
  • Pasang kedua dongkrak di bagian crossmember (sayap bawah)
  • Kendurkan baut pengisian atas (tak perlu sampai terlepas)
  • Taruh wadah oli bekas di bawah drain plug (baut pembuangan)
  • Buka drain plug menggunakan kunci ring yang sudah disiapkan
  • Biarkan oli keluar menuju wadah
  • Sambil menunggu, ganti seal tape pada baut drain plug
  • Setelah tidak ada lagi oli menetes, pasang kembali baut drain plug
  • Tuangkan oli baru melalui baut pengisian atas
  • Tutup baut pengisian oli
  • Cek volume oli mesin melalui dipstick

Jika dipstick menunjukkan volume oli sudah mencukupi maka bisa nyalakan mesin sambil cek apakah ada kebocoran.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan pemilik untuk servis mesin mobil sendiri di rumah. Dengan peralatan yang relatif minim, merawat kendaraan juga bisa dilakukan secara mandiri.

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *