Home » Berita » Setelah Indonesia, GM juga Berhenti Jual mobil Chevrolet di Thailand

Setelah Indonesia, GM juga Berhenti Jual mobil Chevrolet di Thailand

GM Indonesia
Logo Chevrolet

Bangkok – Bisnis General Motors (GM) kian menyedihkan. Setelah sebelumnya mengumumkan akan berhenti menjual mobil Chevrolet di Indonesia, kini giliran Thailand yang akan mengalami nasib serupa. GM sudah memutuskan untuk berhenti menjual dan memproduksi mobil Chevrolet di Thailand. Perusahaan juga berencana menghentikan aktifitas produksi mobil dan segera menjual pabrik Chevrolet Rayong.

“Pemanfaatan pabrik yang rendah serta penjualan mobil di pasar domestik dan ekspor yang rendah berdampak pada bisnis secara signifikan,” ungkap Andy Dunstan, President and Managing Director Strategic Markets, Alliances & Distributors, GM International Operations, seperti dikutip dari Bangkok Post.

Meski berhenti jualan mobil Chevrolet, GM memastikan garansi dan perbaikan mobil serta suku cadang kendaraan masih bisa dilayani di diler resmi. Tak cuma memikirkan pelanggan, GM juga fokus pada nasib karyawan. GM akan memberikan apa yang menjadi hak para karyawan.

“GM akan memberikan para karyawannya paket pesangon yang lebih baik daripada yang disyaratkan dalam undang-undang perburuhan Thailand,” kata Presiden GM Asia Tenggara, Hector Villarreal.

Rencnanya pabrik mobil Chevrolet yang sudah tidak dipakai lagi akan dijual ke China Great Wall Motors (GWM) pada akhir tahun ini.

“Akuisisi pabrik GM di Rayong, Thailand akan membantu pengembangan bisnis Great Wall Motors di Thailand dan pasar ASEAN. Great Wall Motors akan melebarkan pasar di seluruh wilayah ASEAN dengan Thailand sebagai pusatnya, dan mengekspor produknya ke negara-negara ASEAN lain, seperti ke Australia, “kata wakil presiden strategi global GWM, Liu Xiangshang.

Sebagai informasi GM masuki Thailand pada Januari 2000, kemudian membangun dua fasilitas pabrik Rayong’s WHA Eastern Seaboard Industrial Estate. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan sebanyak 180.000 unit, sedangkan pabrik mesin berkapasitas 120.000 unit pertahun.

GM memiliki 1.900 karyawan di Thailand dengan 1.200 di lokasi pabrik.

GM Tidak Memperoleh Untung di Indonesia

Sebelum menyatakan mundur dari Thailand, GM sudah lebih dulu mengumumkan segera berhenti jual mobil di Indonesia terhitung mulai Maret 2020. Keputusan sulit tersebut terpaksa diambil oleh GM setelah melalui berbagai pertimbangan yang menyeluruh.

“Secara global, GM telah mengambil langkah-langkah yang sulit untuk memfokuskan aset dan sumber daya yang dimilikinya. Keputusan yang sulit ini konsisten dengan strategi global GM untuk tetap berfokus pada pasar yang memiliki jalur yang jelas untuk mencapai keuntungan yang berkesinambungan,” ungkap Hector dalam keterangan resmi yang diterima Carmudi, Senin (28/10/2019).

Program menarik Chevrolet
Program menarik Chevrolet

Villarreal menambahkan bahwa di Indonesia pihaknya tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungan berkesinambungan.

“Faktor-faktor ini juga membuat kegiatan-kegiatan operasional kami menjadi semakin terpengaruh oleh faktor-faktor yang lebih luas di Indonesia, seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing,” sambungnya.

Sama seperti di Thailand, GM masih bertanggung jawab soal layanan purna jual bagi setiap pemilik mobil Chevrolet di dalam negeri.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Previous post
Punya Tiga Fitur Baru, Daihatsu Rocky Dipastikan Mendarat di Indonesia 2021
Honda Prospect Motor
Next post
Tak Hanya Lokalisasi dan Investasi, Honda Akan Buat Mobil Baru di Indonesia