Home » Mobil » Yuk, Hitung Simulasi Kredit Mitsubishi Xpander, Cicilan Termurah Mulai Rp 5,5 Jutaan

Yuk, Hitung Simulasi Kredit Mitsubishi Xpander, Cicilan Termurah Mulai Rp 5,5 Jutaan

Mitsubishi Xpander
Simulasi Kredit Mitsubishi Xpander menyediakan banyak opsi cicilan Foto/Carmudi.

Jakarta – Xpander besutan kubu tiga berlian berhasil menyaingi eksistensi Toyota Avanza, Honda Mobilio, serta Suzuki Ertiga yang lebih dulu keluar. Dengan segala kelebihan yang dimiliki, Mitsubishi Xpander berhasil menjadi primadona baru. Bagi kalian yang ingin beli Mitsubishi Xpander secara kredit, sebaiknya lakukan simulasi perhitungan DP dan cicilannya.

Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang saat ini berlaku, minimum uang muka yang disarankan yaitu sebesar 30 persen dari harga jual kendaraan. Namun, masih banyak diler yang menyediakan minimum uang muka sebesar 15 persen dari harga kendaraan berdasarkan aturan OJK terdahulu. Skema uang muka ini dibuat untuk memberikan keringanan kepada para pelanggan tetap mereka untuk perhitungan uang muka atau cicilan tiap bulan.

Simulasi kredit untuk Mitsubishi Xpander ini besarannya berbeda-beda di tiap perusahaan pembiayaan. Hal ini tergantung dari lama tenor dan besaran uang muka yang harus dibayar. Hasilnya, besaran cicilan yang ditanggung konsumen pun bisa besar atau kecil. Sebagai catatan, perhitungan simulasi kredit Mitsubishi Xpander Exceed dan Ultimate belum termasuk pajak, biaya administrasi, asuransi, dan suku bunga.

Dalam perhitungan kredit ini, semakin singkat tenor maka cicilan dan uang muka yang dibayar makin besar. Nah, semakin lama jangka waktu kredit yang diajukan maka besaran cicilan yang harus dibayar semakin ringan. Perhitungan akan berubah apabila kalian meminta uang muka ringan, maka jumlah cicilan otomatis menjadi lebih besar.

Dalam penawaran awal, pihak sales akan mengajukan nilai angsuran dengan uang muka sebesar 20 sampai 30 persen dari harga jual. Negosiasi yang bisa dilakukan oleh calon pembeli bisa mencakup diskon harga, besaran uang muka minimum dan cicilan per bulan. Negosiasi juga bisa meminta gimmick bonus aksesoris atau asuransi kendaraan.

Untuk memudahkan dalam penghitungan simulasi kredit ini, kita ambil contoh dari Mitsubishi Xpander tipe Ultimate AT sebagai varian atas keluarga Xpander. Harga yang ditawarkan tiap leasing atau diler tidak seragam, begitu juga untuk perhitungan uang muka dan cicilan tiap bulan yang harus dibayar.

Baca juga:

Fitur Rahasia Mitsubishi Xpander yang Jarang Diketahui Orang

Hitungan Harga Mobil On the Road di Brosur

mobil lmpv
Mitsubishi Xpander (Foto: MMKSI)

Dalam menentukan harga on the road, tiap main dealer memberikan harga yang sedikit berbeda dari harga yang ditentukan ATPM. Biasanya, harga tersebut lebih murah, tapi masih bisa ‘digoyang’ lagi saat transaksi pembelian. Harga yang tercantum di brosur biasanya belum termasuk diskon pembelian yang diberikan pihak sales.

Soal diskon perhitungannya cukup bervariasi, sales counter bisa memberi potongan harga sangat besar tapi tidak ada bonus aksesoris. Sebaliknya, ada sales yang memberikan segudang bonus aksesoris. Nah, saat mendapat bonusnya berupa kelengkapan aksesoris ini, cermati apa saja yang akan diberikan dan berapa harga di pasaran.

Perhitungan ini untuk membandingkan secara rinci total harga aksesoris dibandingkan dengan diskon harga. Pihak sales kadang tidak berkata jujur soal nilai aksesoris yang diberikan. Mereka membuat pembeli percaya bila ia telah diberi bonus besar sebagai pengganti diskon.

Simulasi Kredit dari Astra Credit Company

Lembaga pembiayaan di bawah naungan Astra Group ini menyediakan pilihan tenor kredit mulai dari satu sampai empat tahun. Sementara itu, besaran uang muka minimum yang harus dibayar pembeli yaitu 25 persen dari harga mobil. Sekarang, yuk kita hitung simulasi yang disediakan Astra Credit Company untuk Mitsubishi Xpander tipe Ultimate AT seharga Rp250.400.000.

Bisa dilihat dari tabel di bawah, perhitungan uang muka berbeda-beda sesuai dengan lama tenor cicilan. Bahkan, untuk tenor cicilan selama setahun besaran uang mukanya mencapai 32,4 persen. Untuk cicilan paling ringan, kalian bisa mengambil tenor selama empat tahun dengan angsuran sebesar Rp5.570.000

 Tenor1 Tahun2 Tahun3 Tahun4 Tahun
Uang MukaRp81,190,000Rp73,500,000Rp70,870,000Rp69,670,000
AngsuranRp17,090,000Rp9,400,000Rp6,770,000Rp5,570,000

Kredit DP 0% Ala MAF

Sekalipun program DP 0 persen tidak dianjurkan oleh OJK maupun pemerintah, tapi masih ada diler maupun leasing yang tetap menyediakan DP 0 persen ini kepada calon pembeli mereka. Namun demikian, perhitungan yang mereka gunakan juga tak kalah berat untuk pengganti uang muka. Pasalnya, PT Mega Auto Finance (MAF) selaku pihak pembiayaan meminta pembayaran tiga kali uang muka di awal untuk DP 0 persen ini.

Sebenarnya bila dihitung lebih lanjut, perhitungan DP 0 persen ala MAF ini sedikit meringankan untuk pengganti uang muka. Namun demikian, besar angka cicilan yang ditanggung pembeli setiap bulannya jadi semakin membengkak.

Ambil contoh untuk lama tenor satu tahun dari Mitsubishi Xpander Ultimate AT seharga Rp255,4 juta, pembeli harus membayar cicilan sebesar Rp24.996.000 per bulan dengan waktu cicilan Sembilan bulan. Sementara untuk pengganti uang muka, pembeli harus membayar Rp74.988.000 di awal.

Tenor CicilanAngsuran 

 

Bayar Pertama, 3x Angsuran

9 BulanRp24.996.000
21 BulanRp13.665.000
33 BulanRp9.919.000
45 BulanRp8.227.000
57 BulanRp7.157.000

Nah, itu tadi adalah perhitungan simulasi kredit Mitsubishi Xpander dengan DP 0 persen. MAF sebagai rekanan jaringan diler Mitsubishi juga menyediakan simulasi kredit dengan cara normal atau ada perhitungan uang muka tersendiri  yang flat dan cicilan per bulan. Untuk perhitungan ini maka biaya cicilan dan uang muka lebih ringan.

TenorAngsuranBayar Pertama (DP)
12Rp21.216.532Rp53.020.000
24Rp11.719.424Rp53.020.000
36Rp8.598.971Rp53.020.000
48Rp7.175.789Rp53.020.000
60Rp6.267.623Rp53.020.000

Asuransi Sebelum Pengajuan Kredit

Hal penting yang perlu kalian ketahui saat memulai kredit mobil ialah soal asuransi selama kredit berjalan. Sebab, akan sangat disayangkan apabila mobil mengalami insiden atau kerusakan selagi cicilan belum lunas. Bagi sebagian orang, beli mobil baru menjadi investasi.

Paket yang ditawarkan untuk kredit mobil biasanya sangat menggiurkan. Carmudian bahkan juga tidak perlu repot-repot memilih asuransi untuk kredit mobil. Perlu Carmudian ketahui bahwa biasanya asuransi yang ada dalam paket kredit mobil pasti lebih mahal jika dibandingkan dengan mendatangi langsung perusahaan asuransi.

Biasanya, beban biaya asuransi pada tahun pertama diakumulasikan di tahun kedua masa kredit, termasuk juga biaya-biaya asuransi all risk lainnya di tahun pertama. Jadi, bayar asuransi di tahun kedua besarnya dua kali lipat. Ada dua jenis risiko yang ditanggung oleh asuransi, yaitu jenis Total Lost Obly (TLO) dan All Risk. Jenis risiko Total Lost Only (TLO) rate-nya lebih kecil dari pada all risk.

Perbandingan rate-nya cukup jauh dari masing-masing jenis asuransi. Untuk rate TLO yaitu 0,8% sedangkan untuk rate all risk 1,3-3%. Besaran rate dihitung dari nilai mobil. Dalam hal ini TLO hanya menjamin kerugian apabila mobil mengalami kerusakan di atas 75% nilai kendaraan, sedangkan untuk kerusakan minor tidak ada penggantian.

Pada umumnya perusahaan leasing hanya mau jika nasabahnya mengambil asuransi TLO. Hal yang bisa kamu coba lakukan adalah dengan bernegosiasi kepada pihak leasing. Kamu bisa meminta pihak leasing untuk memberikan daftar perlindungan apa saya yang termasuk dalam asuransi all risk. Lumayan kan, bisa dapat perluasan jaminan seperti banjir, sabotase, kerusuhan dan lain-lain.

Ini berarti kalian memakai dua jenis asuransi sekaligus selama masa cicilan, maka premi asuransi yang ditanggung menjadi besar. Sebagai gambaran, kami berikan contoh rincian premi asuransi kredit mobil dengan harga mobil sebesar Rp250 juta. Berikut rincian total bayar preminya.

  • Premi murni 2,5% Rp6.250.000
  • Jaminan banjir 0,35% Rp875.000
  • Kerusuhan 0,35% Rp875.000
  • Sabotase 0,15% Rp375.000
  • Total Premi Rp8.375.000

Baca juga:

Kekurangan Mitsubishi Xpander, Tak Semua Orang Mengalaminya

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Previous post
Jangan Salah Kaprah, Teknologi SHVS di Suzuki Ertiga Beda dengan Full Hybrid
Next post
Calon Legenda, Harga Kawasaki Ninja 150 RR Kalahkan Ninja 250 CC