Home » Berita » Soal Batas Usia Kendaraan Komersial, Ini Komentar Gaikindo

Soal Batas Usia Kendaraan Komersial, Ini Komentar Gaikindo

Scania K410iB, Bus Terbaru United Tractors (Foto: Carmudi)

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang mewacanakan pembatasan usia kendaraan komersial bukan penumpang seperti yang banyak dibicarakan oleh sebagian pemilik mobil pribadi. Tujuan dari pembatasan usia kendaraan komersial tertentu adalah untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya dan bisa mengurai kemacetan.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyambut baik wacana tersebut. Menurutnya selain bisa mengurangi kemacetan di jalan raya, tujuan lainnya yaitu demi keamanan dan kenyaman pengemudi serta pengguna jalan lainnya.

“Sementara saat ini wacana untuk kendaraan komersial atau untuk kendaraan pengangkut. Tujuannya itu baik untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan. Karena mobil-mobil komersial penggunaannya sangat tinggi dipakainya bisa sampai 24 jam sehari, sehingga pemeliharaan dan kondisi kendaraannya akan cepat aus atau rusak,” kata Nangoi.

Dirinya menambahkan pembatasan usia kendaraan sangat dibutuhkan. Ibarat orang sudah tua, lanjut Nangoi tidak akan kuat jika terus menerus di ajak berlari. “Nah ini adalah untuk keamanan supaya tidak terjadi kecelakaan atau pun mogok di jalan. Karena kalau Anda perhatikan yang bikin macet itu kadang-kadang karena kendaraan mogok. Kebanyakan yang mogok kendaraan komersial,” sambung dia.

Berdampak Positif ke Penjualan

Nangoi kembali menegaskan bila nantinya ada pembatasan usia kendaraan komersial tidak ada masalah sama sekali. Ini justru sebagai suatu perbaikan kualitas pengangkutan. Di samping itu pengusaha bus atau truck semakin cepat untuk mengganti kendarannya yang lama.

“Pasti pengaruhnya positif malah naik penjualannya,” papar Nangoi.

Jika kendaraan komersial banyak yang baru, lantas bagaimana dengan versi bekasnya yang bisa dikatakan masih layak jalan? Menurut Nangoi hal itu bisa diatasi. Sebut saja satu di antaranya bisa dimanfaatkan sebagai alat transportasi untuk antar jemput anak sekolah.

“Bus antar kota yang sudah lewat batas usia yang ditentukan mungkin bisa digunakan itu untuk bus seklolah. Di mana kecepatan bus sekolah itu cuma 50 smapai 60 kilometer perjam kemudian paginya cuma di pakai angkut anak sekolah, siangnya antar pulang dari sekololah, kemudian bebannya juga tidak berat. Sehingga kendaraan tua masih bisa dimanfaatkan,” pungkas Nangoi.

STNK
Previous post
Urus STNK Hilang, Prosesnya Capek dan Tidak Semudah yang Dibayangkan
Next post
DFSK Flight Service Bantu Konsumen Mudahkan Perawatan