Mobil

Spesifikasi Esemka Garuda 1, Mampu Saingi Fortuner dan Pajero?

Spesifikasi Esemka Garuda 1 memang masih terbatas mengingat peluncuran mobil ini juga belum jelas. Namun jika ingin mengetahui gambarannya maka bisa menengok data mobil yang menjadi basisnya.

Spesifikasi Esemka Garuda 1

(Foto: Facebook)

Indonesia masih memiliki mimpi untuk punya mobil nasional. Dulu, negara ini sempat punya Timor dan Bimantara. Dan sekarang tugas mewujudkan impian tersebut berada di pundak PT Solo Manufaktur Kreasi lewat brand Esemka.

Dalam situs web resminya, Esemka menjelaskan kemunculannya diprakarsai sekelompok orang yang memiliki cita-cita membuktikkan Indonesia mampu membuat mobil sendiri.

Contoh hasilnya ialah Esemka Rajawali yang disebut-sebut menjadi salah satu kendaraan dinas Presiden RI Joko Widodo.

Dari yang awalnya hanya komunitas, Esemka pun beralih ke jalur industri dalam bentuk perseroan terbatas. Sahamnya dimiliki oleh swasta nasional. Produk yang telah resmi dijual antara lain Esemka Bima 1.2 dan Esemka Bima 1.3.

Namun, bukan hanya itu karena dalam beberapa tahun belakangan Esemka juga diketahui memiliki sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) bernama Garuda 1.

Esemka Garuda 1

Wujudnya pertama kali muncul sekitar awal tahun 2018. Waktu itu beredar spyshot sebuah mobil SUV dengan logo Esemka dan tulisan “Garuda 1” di pintu bagasinya. Dalam foto yang beredar tersebut mobil ini terlihat tengah “digendong” sebuah truk.

Spesifikasi Esemka Garuda 1

Tak butuh waktu lama bagi calon mobil penumpang pertama Esemka ini untuk menjadi bahan perbincangan.

Sayangnya, suara yang muncul ke permukaan tidak seratus persen positif. Kejelian mata netizen mendeteksi adanya bau-bau menjiplak pada sosok Esemka Garuda 1.

Dilihat dari penampilan luarnya, mobil ini memang identik dengan mobil China, yakni Foday Landfort.

Hasil Rebadge Foday Landfort

Foday Landfort

(Foto: Paultan)

Istilah “hanya ganti logo” atau “mobil jiplakan” pun melekat pada sosok Esemka Garuda 1. Belakangan diketahui bahwa mobil yang tertangkap kamera tersebut adalah sebuah prototipe.

Sampai pada poin ini penting untuk mengetahui maksud mobil prototipe dalam industri otomotif. Pada umumnya mobil semacam ini hanya menjadi contoh dan bukan dijual untuk umum.

Sejumlah sumber menyebut mobil prototipe sama halnya dengan mobil konsep. Keberadaannya ditujukan untuk memamerkan arah perkembangan terhadap suatu produk.

Mobil yang disebut sebagai prototipe Esemka Garuda 1 juga sempat terlihat ikut “mejeng” saat seremoni peresmian pabrik Esemka digelar 7 September 2019 silam.

Mobil itu diparkir berdampingan dengan prototipe Esemka lainnya, seperti pikap bertenaga listrik dan mobil anti peluru berbasis Volvo XC90.

Dengan status prototipe maka bisa saja model akhirnya nanti berbeda dengan apa yang publik sudah lihat selama ini.

Satu hal yang cukup disayangkan, kebanyakan brand mobil memiliki prototipe yang desainnya orisinal. Bukan justru meminjam produk yang sudah ada dari brand lain.

Namun, bagaimana jadinya jika produk yang diluncurkannya nanti ternyata sama persis? Itu artinya Esemka Garuda 1 memang benar-benar produk rebadge, cuma ganti logo.

Hal ini memang membuat Esemka Garuda 1 jadi terkesan kurang menarik. Terlebih lagi bagi kalangan yang berekspektasi mobil nasional artinya harus buatan anak bangsa.

Jika demikian adanya maka Esemka Garuda 1 sama saja dengan proyek mobil nasional Timor yang sejatinya adalah Kia Sephia.

Terlepas dari itu semua, proses rebadge, rebranding, atau yang juga disebut badge engineering sebenarnya merupakan hal yang lumrah dalam dunia otomotif. Sebuah brand menjual produk dari brand lain menggunakan logo baru dilakukan untuk memangkas biaya produksi.

Belakangan pun diketahui bahwa Foday Landfort bukan hanya menjadi basis Esemka Garuda 1. Melainkan juga sebuah mobil yang dipasarkan di Timur Tengah dengan nama Sandstorm Al Reem.

Spesifikasi Esemka Garuda 1 Sektor Mesin

Foday Landfort China

Spesifikasi Esemka Garuda 1 untuk pasar Indonesia belum beredar secara resmi. Namun jika benar mobil ini adalah hasil rebadge Foday Landfort maka ada dua tipe sumber tenaga tersedia.

Mesin yang pertama merupakan buatan Mitsubishi dengan kode 4G69S4N. Mesin berbahan bakar bensin tersebut memiliki kapasitas 2.500 cc dengan tenaga tertinggi 134 hp dan torsi puncak 200 Nm.

Sementara pilihan kedua adalah mesin diesel dengan kapasitas 1.900 cc yang bisa menghasilkan tenaga tertinggi 136 hp dan torsi maksimum 300 Nm. Untuk pilihan mesin yang satu ini turut dilengkapi dengan force induction berupa turbo.

Sedangkan untuk pilihan transmisinya antara lain manual 5 kecepatan atau otomatis 6 kecepatan. Transmisi pada mobil ini bertugas untuk menyalurkan tenaga mesin menuju roda belakang.

Namun, selain itu Foday Landfort juga tersedia dalam pilihan sistem penggerak roda four wheel drive.

Jika dilihat dari spesifikasi mesinnya maka posisi mobil ini di pasaran cukup dekat dengan produk seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport.

Hal itu masih ditunjang lagi dengan penggunaan rangka berjenis body on frame atau ladder frame pada Foday Landfort.

Spesifikasi Esemka Garuda 1 (Foday Landfort)

Mesin
  • 2.400 cc bensin
  • 1.900 cc turbo diesel
Tenaga maksimum
  • 134 hp (bensin)
  • 136 hp (diesel)
Torsi maksimum
  • 200 Nm (bensin)
  • 300 Nm (diesel)
Transmisi5 MT / 6 AT
Sistem penggerakRWD / 4WD
Panjang 4.771 mm
Lebar 1.870 mm
Tinggi 1.828 mm
Wheelbase 2.790 mm
Curb weight1.885-1.955 kg

Penampilan Eksterior dan Interior

SUV Esemka

(Foto: Esemka)

Eksterior SUV Esemka Garuda 1 sebenarnya memiliki desain yang tergolong menarik. Proporsi dari bagian depan sampai belakang terlihat pas.

Secara keseluruhan tampangnya pun memperlihatkan kesan tangguh. Poin yang satu ini cukup penting mengingat mayoritas konsumen mobil penumpang menginginkan kendaraan yang rupawan.

Dibanding Foday Landfort, Esemka Garuda 1 memiliki perbedaan besar di bagian wajah. Terutama pada gril depan yang diisi panel garis-garis horizontal.

Desain semacam ini jauh lebih modern dibanding desain gril orisinal Foday Landfort yang berupa garis-garis vertikal berjumlah lima buah.

Kesannya terlalu berusaha keras meniru Land Cruiser Prado. Belum lagi ditambah penggunaan warna krom yang porsinya terasa melebihi batas.

Namun jika melihat agak ke bawah lagi, justru lower milik Foday Landfort pantas mendapatkan apresiasi lebih. Bentuknya yang tipis dan memanjang nampak lebih sederhana.

Desain yang simpel artinya memiliki peluang lebih besar untuk diterima konsumen secara luas.

Kecuali bagi mereka yang justru menyukai tampilan agresif dan sporty seperti tercermin pada lower grille Esemka Garuda 1. Itupun tampilannya mirip body kit aftermarket kacang-kacangan.

Tak ketinggalan, beberapa foto Esemka Garuda 1 menunjukkan mobil ini juga memiliki sunroof.

Sedangkan untuk interior, sejauh ini informasi yang diketahui Foday Landfort memiliki varian dengan konfigurasi 7-seater. Joknya sudah dibungkus bahan kulit begitu juga untuk lingkar setirnya.

Panel meternya menggunakan gabungan antara analog dan digital. Sementara pusat hiburan dipercayakan pada head unit berukuran 7 inci.

Penempatan head unit cukup unik dengan posisinya yang sedikit menjorok ke dalam. Bagian atasnya dilengkapi semacam kanopi. Desain tersebut mungkin saja ditujukan agar head unit tetap terlihat jelas di bawah terik matahari.

Namun desain seperti itu agak kontras dengan tren yang berkembang. Sekarang head unit justru kerap diposisikan lebih menonjol atau dikenal dengan istilah floating.

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts