Home » Berita » Studi Baru, Fitur Keselamatan Aktif Mobil Mampu Tekan 50% Angka Kematian

Studi Baru, Fitur Keselamatan Aktif Mobil Mampu Tekan 50% Angka Kematian

fitur keselamatan mobil
Teknologi keselamatan menjadi fitur standar

Washington – Seiring dengan kemajuan teknologi, fitur keselamatan mobil juga terus mengalami perkembangan. Secara umum fitur keselamatan terbagi dua yaitu aktif dan pasif. Fungsi utama dari keduanya sama, untuk melindungi pengemudi maupun penumpang bahkan pengguna jalan lainnya dari cedera berat akibat kecelakaan. Selain itu bertugas untuk menghindari atau mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Fitur keselamatan di mobil memiliki porsi penting. Tak heran bila akhir-akhir ini banyak produsen mobil terus mengembangkan dan berkonsentrasi pada teknologi keselamatan. Ini semata-mata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengurangi kecelakaan hingga angka kematian di jalan raya.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Consumer Reports (CR) menemukan bahwa fitur keselamatan aktif yang terpasang di mobil dapat menurunkan angka kematian di jalan sebesar 50%. Asalkan semua mobil keluaran terbaru, mulai dari varian rendah sampai tinggi sudah dibekali dengan teknologi keselamatan aktif sebagai fitur standar.

Menurut penelitian, diperkirakan 20.000 nyawa bisa diselamatkan setiap tahun berkat adanya fitur keselamatan. Tetapi di satu sisi para pembuat mobil akan mengajukan biaya ekstra jika pelanggan menginginkan fitur keselamatan tambahan. Akibatnya, perlu waktu lama untuk memasukkan sistem keselamatan baru ke semua model mobil dan menjadikan fitur keselamatan tertentu sebagai perangkat standar.

“Alih-alih memberikan keamanan untuk semua, para pembuat mobil membebani pelanggan supaya membayar ekstra untuk fitur mobil yang menyelamatkan jiwa. Dibutuhkan beberapa dekade untuk teknologi keselamatan supaya menjadi perangkat standar pada semua mobil baru. Pembuat kebijakan harus memilih jalur yang berbeda – jalur yang akan menyelamatkan nyawa,” kata CR Safety Policy Manager, William Wallace, dikutip dari Carscoops, Rabu (1/7/2020).

Wallace mendesak para pemangku kepentingan berperan untuk mengutamakan keselamatan pengemudi dan penumpang dengan meminta agar fitur-fitur yang menyelamatkan nyawa menjadi standar pada semua mobil baru.

“Teknologi keselamatan sudah ada dan bisa untuk mengurangi angka kematian di jalan raya. Apabila tidak ada maka akan menambah jumlah nyawa yang hilang di jalan akibat kecelakaan,” sambung Wallace.

Fitur Keselamatan yang Bisa Mengurangi Angka Kematian

CR dalam studinya melihat ada sekira 11.800 nyawa terselamatkan berkat empat sistem keselamatan yang saat ini sudah banyak terpasang di mobil-mobil baru. Keempatnya memiliki peran yang berbeda-beda, seperti Automatic Emergency Braking, Lane Departure Warning, Blind Spot Detection, dan pedestrian detection system.

Fitur modern di mobil
Fitur-fitur modern yang ada pada mobil baru. Foto/Istimewa.

Selain itu, 1.300 nyawa dapat diselamatkan apabila mobil sudah mengadopsi teknologi vehicle-to-vehicle communication. Sementara antara 3.700-7.400 jiwa dapat diselamatkan jika semua mobil dilengkapi dengan teknologi pencegahan mengemudi dalam keadaan mabuk.

“Ada sejumlah besar perdebatan mengenai kebijakan untuk mempromosikan mobil yang bisa dikendarai sendiri (otonom). Tetapi prioritas utama adalah teknologi yang menyelamatkan jiwa yang kita miliki saat ini, dan memastikan fitur keselamatan ada di setiap mobil baru sesegera mungkin,” pungkas Wallace.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Tak Perlu ke Bengkel, Perawatan Mobil Peugeot Bisa Dilakukan di Kantor

Previous post
Tak Perlu ke Bengkel, Perawatan Mobil Peugeot Bisa Dilakukan di Kantor
Next post
Ingin Kredit Honda PCX, Segini Besaran DP Supaya Cicilannya Murah