Mobil

Sudah Tutup Usia, Perawatan Isuzu Panther Ternyata Gampang

isuzu panther

Isuzu Panther generasi pertama, mobil bekas yang harganya kini Rp 40 Jutaan (Foto: Wikipedia)

Jakarta – Siapa tak kenal Isuzu Panther. Ya, mobil bermesin Diesel yang legendaris ini akhirnya tutup usia atau discontinue. Perawatan Isuzu Panther juga dikenal sangat mudah dan tidak menyusahkan.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sudah menyatakan resmi menyuntik mati produksi mobil ini. Walaupun resmi tutup usia, tetapi ketersediaan spare partnya masih terjamin hingga 8 tahun kedepan.

Isuzu Panther sendiri sebenarnya sudah terjual hampir 500 ribu unit sejak pertama kali dirilis. Berapa jumlah pastinya yang pernah terjual di Indonesia?

“Mobil ini sebenarnya sudah terjual sebanyak 433.117 unit. Itu tercatat sejak tahun 1991 sampai akhir 2020 lalu,” kata Attias Asril, General Manager Marketing Division PT IAMI, Rabu (10/2/2021).

Sebelum membahas bagaimana mengenai perawatan Isuzu Panther, ketahui dulu cerita awal mobil ini dilahirkan. Beberapa waktu lalu Ifan Ramadhana selaku pecinta otomotif mengadakan bincang bersama Patar Hutauruk.

Isuzu Panther Carmudi

Patar Hutauruk sendiri merupakan mantan Senior Service Manager PT Pantja Motor. “Ada cerita menarik kenapa mobil ini diberi nama Panther. Karena biar bisa menerkam Toyota Kijang,” ujar Patar dalam siaran live Instagram bersama Ifan.

Isuzu Panther yang pertama kali dirilis memakai mesin berkode C223. Mesin ini adalah mesin Diesel berkapasitas 2.300 cc yang digunakan di tubuh Panther sampai tahun 1996.

Patar mengakui pada saat Panther lahir pertama kali, mobil tersebut dilayani di bengkel Daihatsu. “Jadi Isuzu ini belum ada bengkel, masih menumpang dengan Daihatsu. Kebetulan mekanik yang bakal menangani Isuzu ini saya yang melatih,” katanya.

Pria berkacamata inilah yang bertugas mengurusi layanan purna jual. Mulai dari bengkel, suku cadang sampai training mekanik untuk bengkel.

Perawatan Isuzu Panther

Menurut Patar, untuk perawatan Isuzu Panther ini sendiri sangatlah mudah. ” Cukup rajin mengganti oli mesin, filter oli mesin dan mengecek air radiator saja. Karena mobil Diesel benar-benar gampang mengurusnya,” lanjut pria ramah ini.

Perawatan tersebut merupakan perawatan yang sangat disarankan buat pengguna Panther saat masih baru. Pada kondisi bekasnya pun sebenarnya masih sama dan tidak berbeda cukup jauh.

Sebab, dengan rajin mengganti oli mesin dan filter oli mesin sudah berkontribusi menjaga performa mesin. “Mesin Diesel itu kompresinya tinggi, jadi oli mesinnya tidak boleh telat dan filter olinya harus diganti,” sambung Patar.

mesin diesel panther

Mesin Diesel Isuzu Panther.Foto/Carmudi Indonesia/Ben

Karena menurutnya filter oli jika tidak diganti masih bisa menyimpan oli kotor sampai setengah liter. Akan lebih baik jika saat mengganti oli filter juga diganti.

Tujuannya agar oli kotor yang tersisa di filter oli tidak tercampur dengan oli bersih. Karena oli yang kotor ini lama kelamaan bisa mempengaruhi kinerja di komponen dalam mesin.

Pada mobil Diesel yang sudah agak tua, sebaiknya ada komponen yang wajib diperiksa. Komponen tersebut adalah filter solar yang bertugas menyaring bahan bakar yang masuk ke injektor.

Filter solar yang kotor bisa menyebabkan injektor menjadi kotor dan mampet. Jika sudah mampet, maka mesin tidak bisa mendapatkan suplai bahan bakar yang baik.

Baca juga:

Kaki-kaki Ringkih, Benarkah?

Lalu, ada penyakit lain yang sering dialami oleh para pengguna Panther, yakni kaki-kaki ringkih. Patar dengan lantang mengatakan hal tersebut bukanlah penyakit dari LMPV legendaris itu.

“Kalau dibilang kaki-kaki ringkih enggak juga. Karena biasanya yang bilang kaki-kakinya ringkih ini adalah mereka yang mengganti dengan ban ukuran besar milik SUV dan peleknya dibesarkan,” tegas Patar.

perawatan isuzu panther

Isuzu Panther jadi idola karena irit dan murah biaya perawatannya

Mengganti ukuran pelek dan ukuran ban dengan yang lebih besar inilah yang membuat kaki-kaki Panther menjadi cepat rusak. Bahkan tidak sedikit yang mengalami ball joint patah atau long tie rod menjadi patah.

“Orang Indonesia kan tau sendiri suka mengubah spesifikasi. Padahal kita di pabrik itu sudah menghitung keperluan mobil seperti bobot, ukuran pelek, ukuran ban dan sebagainya,” pungkas Patar.

Nah, gimana menurut kamu. Masih menganggap perawatan Isuzu Panther itu sulit? Setelah diberi tahu informasi oleh pakarnya, ternyata cukup gampang kan ngerawat mesin Diesel legendaris yang satu ini.

 

Penulis: Rizen

Editor: Lesmana

Rizen Panji

Hobinya jelas, menghabiskan bahan bakar mesin 6 silinder di akhir pekan. Seleranya juga sudah jelas, mobil tua yang pintunya cuma dua. Oh iya, dirinya sangat mencintai interior mobil yang bersih dan simpel. Kalau ada yang mau ngasih mobil dengan ciri tersebut, akan diterima dengan senang hati..

Related Posts