Home » Berita » Surabaya Sudah Terapkan e-Tilang Lewat Kamera CCTV, Salip Jakarta

Surabaya Sudah Terapkan e-Tilang Lewat Kamera CCTV, Salip Jakarta

Penulis: Wahyu Perdana Putera

Jakarta – Kecelakaan lalu lintas berada pada urutan kesembilan di dunia sebagai penyebab kematian. Di Indonesia pada 2016 tercatat lebih dari 105 ribu kecelakaan lalu lintas yang mana menyebabkan lebih dari 25 ribu orang meninggal. Setiap jamnya tercatat 3 orang meninggal karena kecelakaan di jalan.

Sebagian dari para korban meninggal dalam usia yang produktif. Ini secara tidak langsung akan memberikan dampak baik psikologis maupun finansial pada keluarga yang
ditinggalkan.

IRSA (Indonesia Road Safety Awards) 2017 yang kembali digelar lewat dukungan Adira Insurance dan SWA sebagai wujud apresiasi pada kota dan kabupaten terbaik di Tanah Air . Terkait hal penerapan tata kelola keselamatan jalan.

Ini diharapkan dapat menyemangati kota dan kabupaten yang berpartisipasi dan menginspirasi daerah lainnya untuk dapat mengembangkan program-program keselamatan jalan dan tata kelola keselamatan jalan dengan lebih baik.

“Kita masih belum sampai pada level negeri maju karena tingkat fatalitas kecelakaan masih tergolong tinggi. Salah satu tantangan terbesar adalah menurunkan kecelakaan sepeda motor dan pejalan kaki. Saya harapkan IRSA bukan hanya sekedar award, tetapi menjadi inspirasi bagaimana kita mendorong peningkatan keselamatan jalan di Indonesia yang lebih baik lagi,” ujar Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro selaku Mentri PPN/Kepala Bappenas pda acara penganugerahan IRSA 2017 di Jakarta, (7/12).

Surabaya Jadi Contoh Kota dengan Program Keselamatan Jalan Terbaik

Salah satu contoh kota di Tanah Air dengan program keselamatan jalan terbaik adalah Surabaya.  Telah menerapkan program e-tilang lewat kamera CCTV, speed trap atau speed camera, alat parkir meter dengan sistem cashless. Serta pemasangan solar cell di lampu lalu lintas hingga fasilitas pejalan kaki yang lengkap.

“Penerapan speedtrap dan camera cctv sangat efektif. Ada efek jera ketika tilang diantarkan petugas langsung ke rumah. Saat ini memang kamera baru bisa mengambil sisi kanan, kiri dan belakang kendaraan. Sisi depan belum karena kami masih khawatir akan privasi pengemudinya, mungkin ada pejabat atau lainnya. Maka dari itu masih banyak yang mengelak karena mengaku mobil dipinjam dan lain-lain,” kata Ir. Irvan Wahyudrajad M.MT, selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Julian Noor, Presiden Direktur Adira Insurance menyatakan kekagumannya melihat lahirnya program-program inovatif baru yang secara serius diterapkan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten setempat ketika mengikuti ajang IRSA ini.

“Semangat dari program IRSA adalah untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten agar terus bekerja keras menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan di
lingkungan pemerintahannya sehingga tercipta keselamatan jalan yang aman.” terang Julian.

Nah, Surabaya sudah berani menerapkan e-tilang nih? Jakarta kapan?

Isuzu Panther
Previous post
Nasib Isuzu Panther di Indonesia Kian Mengambang
Robotik
Next post
Lengan Robotik Delta Electronics Permudah Produksi Suku Cadang Otomotif