Home » Sumber informasi » Surat Tilang Hilang Bikin Galau, Begini Cara Mengurusnya

Surat Tilang Hilang Bikin Galau, Begini Cara Mengurusnya

Surat tilang
Surat tilang yang hilang bisa tetap melakukan pembayaran denda (Foto: Carmudi Indonesia).

Jakarta – Surat tilang baik lembar warna merah atau biru menjadi bukti dan jaminan untuk menebus SIM atau STNK yang ditahan pihak kepolisian saat kita melakukan pelanggaran. Namun, bagaimana bila surat tilang itu hilang sebelum persidangan atau menebus di kantor Kejaksaan?

Apakah kita tetap bisa menebus surat kendaraan yang ditahan?

Proses tilang dilakukan oleh polisi biasanya saat razia atau jika pengendara melanggar rambu lalu lintas. Ketika terbukti melanggar, pihak kepolisian akan melayangkan surat tilang kepada pengendara sebagai bukti hukuman denda.

Jika surat tilang hilang, denda tetap harus dibayarkan. Apabila kita tidak kunjung membayar denda tilang, dokumen yang ditahan polisi tidak bisa diambil.

Kalian jelas tidak bisa menggampangkan dokumen yang ditahan dianggap hilang dan bikin baru. Sebab pihak kepolisian memiliki catatan apabila SIM atau STNK seseorang sedang ditahan karena pelanggaran lalu lintas.

Artinya, kalian tidak bisa mengakalinya dengan membuat baru STNK dan SIM pengganti yang ditahan. Mau tidak mau, kalian perlu membuat surat kehilangan untuk kertas tilang tadi.

Andaikata surat tilang tersebut hilang, tentu kalian wajib melaporkan kehilangan tersebut ke kantor polisi terdekat, setidaknya ke kantor Polsek. Cara ini dilakukan untuk membuat surat kehilangan sebagai pengganti surat tilang.

Lantas, bagaimana tata caranya mengurus surat tilang tersebut?

Prosedur Membuat Laporan Kehilangan Surat Tilang

Polisi hanya mempebolehkan berboncengan saat PSBB untuk pengemudi dan penumpang yang satu tujuan atau domisili.

Kalian mungkin tidak hafal nomor SIM yang sedang ditahan polisi karena melanggar lalu lintas.

Nah, saat melaporkan surat tilang hilang ini maka polisi di kantor Polsek akan membuat surat kehilangan sebagai pengganti. Untuk membuatnya tidak perlu ke kantor polisi di wilayah kalian terkena tilang.

Kalian harus ingat kapan terbitnya surat tilang tersebut, jenis pelanggaran, dan masuk wilayah hukum mana.

Misalnya saja kalian warga Jakasampurna (Bekasi) terkena tilang di Lagoa (Jakarta Utara), maka laporan kehilangannya Kantor Kepolisian Lalu Lintas yang satu wilayah dengan kejadian tilang, yaitu Polresta Jakarta Utara.

Setiap surat tilang pasti ada tanggal dan lokasi penindakan. Kamu sebaiknya meminta salinannya di kantor Polantas untuk mengurus proses tilang hingga selesai. Nah, surat ini sebenarnya masuk kategori surat tilang pengganti.

Surat tersebut bisa digunakan untuk kepengurusan termasuk untuk mengurus pengembalian barang bukti. Tentu dengan lampiran bukti pembayaran denda atau putusan pengadilan.

Proses pengurusan kehilangan memang memakan waktu dan juga tenaga. Untuk itu kalian memang harus memiliki salinan surat tilang tersebut, bisa fotokopi, atau difoto memakai ponsel untuk arsip cadangan.

Mengurus Surat Tilang Hilang di Wilayah Jawa Timur

Beda cara urus tilang slip merah dan tilang slip biru (Foto PGSJ)

Bagi pelanggar yang surat tilangnya hilang dan kebingungan untuk bisa membayar denda di daerah Jawa Timur, maka bisa mendatangi Kantor Gakkum Colombo.

Sebagaimana dikutip dari Surabaya Raya, portal berita Polresta Surabaya, pihak kepolisian sudah menyediakan print out berkas tilang.

Data tilang bisa dicari dan dilacak dari nopol, nomor SIM, nama, dan alamat pelanggar.

Silakan datang dengan membawa identitas lengkap tentunya yang bersangkutan sendiri bisa datang ke Kantor Gakkum Colombo. Staff tilang siap melayani proses administrasi dari kehilangan tersebut.

Membuat Surat Kehilangan di Polsek Terdekat

Pihak kepolisian Polres Metro Bekasi memberikan penjelasan mengenai kampanye keselamatan berkendara

Cara ini bisa kalian lakukan apabila memiliki salinan surat tilang baik secara fisik atau digital. Kamu bisa mendatangi kantor Polsek terdekat dari rumah.

Untuk itu, kalian perlu memiliki salinan surat tilang untuk arsip baik berupa fotokopi berwarna, print hasil scan, atau foto di ponsel.

Berikan salinan surat yang hilang atau tunjukkan foto yang sudah kamu ambil setelah mendapat surat tilang. Selanjutnya pihak kepolisian setempat akan memberikan surat keterangan kehilangan surat tilang.

Surat keterangan kehilangan bisa menggantikan fungsi surat tilang. Surat kehilangan ini nantinya bisa digunakan untuk kepengurusan termasuk untuk mengurus denda tilang dan pengambilan dokumen yang ditahan.

Kalian cukup menunjukkan surat kehilangan dari polisi beserta dengan salinan surat tilang yang asli saat akan membayar denda di pengadilan atau Kejaksaan.

Jelaskan kepada petugas di pengadilan atau Kejaksaan apabila surat tersebut digunakan sebagai pengganti surat tilang yang hilang.

Menjaga Surat Tilang Tidak Hilang, Gampang-gampang Susah

uji coba tilang elektronik
Pada Tilang Elektronik, Surat Tilang Akan Dikirim ke Alamat Pemilik Kendaraan (Foto: Ilustrasi)

Surat tilang ini fungsinya menggantikan dokumen yang ditahan untuk sementara oleh pihak kepolisian. Artinya, surat tilang bisa berfungsi sebagai SIM atau STNK pengganti untuk sementara waktu. Untuk itu, surat tilang jangan sampai hilang.

Nah, karena fungsinya sebagai surat pengganti sementara, maka harus disimpan dengan aman. Ingat, jangan tinggalkan di rumah karena perlu dibawa saat berkendara sebagai bukti pelanggaran apabila kembali diberhentikan oleh polisi.

Apesnya, kalau ternyata dompet kecopetan maka surat tilang pun ikut hilang.

Ingat, ada masa berlaku surat tilang yang biasanya tiga bulan untuk menebus dokumen yang disita oleh polisi.

Jika sampai melebih batas waktu pengambilan tersebut, Kejaksaan akan mengirimkan surat kepada Satlantas dan Samsat untuk melakukan pemblokiran sementara terhadap SIM atau STNK manakala melakukan perpanjangan.

Pemblokiran baru bisa dibuka setelah para pelanggar tetap memenuhi tanggungan sebelumnya karena tidak mengambil SIM ataupun STNK di Kejaksaan.

Maka dari itu paling baik adalah segera selesaikan pembayaran tilang sesegera mungkin. Jangan menunda hingga berbulan-bulan, karena bisa saja lupa dan parahnya lagi surat tilang sampai hilang.

Mekanisme Pembayaran Tilang Konvensional, Pakai Surat Pengganti karena Hilang

Suasana Loket Tilang di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Foto: Carmudi)

Saat ini terdapat dua mekanisme pembayaran tilang yang diterima oleh pelanggar lalu lintas.

Pertama adalah pembayaran konvensional dan selanjutnya secara elektronik. Karena ini berkaitan dengan surat tilang yang hilang maka kita akan membahas pembayaran secara konvensional.

Bagi kamu yang terkena sanksi tilang, sekarang ini biasanya mendapatkan surat tilang biru. Artinya, pelanggar lalu lintas tidak lagi bisa mengikuti sidang tilang di pengadilan seperti ketika mendapat surat tilang berwarna merah.

Cara bayar dan urus tilang untuk slip biru ini harus datang ke Kejaksaan Negeri wilayah, di mana kamu terkena tilang untuk membayar denda. Kalian tinggal membayar di loket khusus tilang yang ada di tiap kantor Kejaksaan Negeri.

Pelayanan tilang ini tersedia di loket khusus yang dibuka mulai pukul 08.00 sampai 15.00. Loket tilang dibuka hari Senin-Jumat, dengan waktu istirahat antara pukul 12.00 sampai 13.00.

Banyak yang mengira, ketika mendapat tilang slip biru akan sangat memberatkan karena harus membayar denda maksimal. Sebenarnya tidak, kamu nantinya akan membayar denda dengan nominal yang cukup terjangkau.

Bahkan, beberapa Kejaksaan Negeri ada yang mencantumkan besaran denda tilang yang dikenakan pada tiap pasal dan bukan denda maksimal. Anggapan slip tilang biru bakal mempersulit bagi para pelanggar lalu lintas sudah sirna.

Kalian cukup serahkan surat tilang pengganti atau surat keterangan hilang dari kepolisian yang telah dilampirkan salinan tilang. Jangan lupa, beri penjelasan kepada petugas kalau surat tilang kalian hilang sehingga memakai surat pengganti.

Tunggu sebentar dan nanti nama kamu akan dipanggil dan membayar nominal denda sesuai yang diminta petugas Kejaksaan. Setelah membayar, kalian akan menerima pengembalian dokumen yang sempat ditahan.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

Bagaimana Cara Mengurus Surat Kendaraan Lelang?

Previous post
Catat! Ini Peraturan Pengendara Mobil dan Sepeda Motor Selama PSBB
Next post
Bulan Depan Kawasaki H2R Sudah Tidak Diproduksi Lagi

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *