HomeSumber informasiSyarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SIM C 2020

Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SIM C 2020

SIM
Syarat, biaya, dan prosedur SIM C. (Foto: Ilustrasi)

Jakarta – Setiap pengguna kendaraan harus memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Untuk pengguna kendaraan motor, diwajibkan memiliki SIM C. Carmudi telah rangkum syarat membuat SIM C, serta prosedur, dan biaya pembuatannya.

SIM merupakan bukti registrasi dan identifikasi pemberian polri pada seseorang yang memiliki kendaraan serta sudah memenuhi semua persyaratannya.

Menurut Undang-Undang (UU) No. 22 tahun 2009 pasal 77 ayat 1, disebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki SIM sesuai jenis kendaraannya.

Selain itu, disebutkan juga bahwa SIM diklasifikasikan dalam dua kategori, yaitu SIM perseorangan dan umum. Menurut UU No. 22 tahun 2009 pasal 80, SIM perseorangan dibagi menjadi beberapa jenis sebagai berikut.

SIM A

SIM ini untuk pengguna mobil penumpang dan barang perseorangan dengan berat muatan maksimal 3.500 kg.

SIM B1

SIM ini bagi pengguna mobil penumpang dan barang perseorangan dengan berat muatan lebih dari 3.500 kg.

SIM B2

Bagi pengguna kendaraan alat berat, kendaraan penarik, ataupun kendaraan gandengan perseorangan yang memiliki berat muatan melebihi 1.000 kg.

SIM C

Untuk pengguna kendaraan sepeda motor.

SIM D

Bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kendaraan khusus.

Syarat Membuat SIM C

syarat membuat sim c
SIM C. (Foto: Finansialku)

Seperti sudah dijelaskan, SIM C diperuntukan bagi para pengguna kendaraan motor dan wajib dimiliki agar bisa berkendara di jalan. Namun, mungkin banyak yang belum tahu apa saja syarat untuk membuat SIM tersebut.

Berdasarkan UU No. 22 tahun 2009 pasal 81, terdapat beberapa syarat bagi pengguna kendaraan motor yang ingin memiliki SIM C sebagai berikut.

  • Usia minimal 17 tahun. Ini tidak hanya berlaku untuk membuat SIM C, tapi juga untuk SIM A dan SIM D
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Sudah memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  • Sudah mengisi formulir permohonan tertulis atau mendaftar secara online pada situs resmi polri (korlantas.polri.go.id)
  • Memiliki pengetahuan seputar peraturan-peraturan lalu lintas serta teknik dasar untuk mengendarai kendaraan motor
  • Bisa membaca dan menulis
  • Bisa mengikuti tes ujian teori dan praktik sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan

Prosedur Pembuatan SIM C

Jika sudah melengkapi semua syarat di atas, pemohon akan melalui prosedur pembuatan SIM C berikut ini yang dilansir dari berbagai sumber.

  1. Memakai pakaian dan sepatu yang rapi. Jangan memakai baju warna biru untuk keperluan foto SIM
  2. Mendatangi polres terdekat
  3. Siapkan pasfoto berukuran 3×4 dan fotokopi KTP sebanyak 4 lembar
  4. Melakukan pemeriksaan kesehatan di tempat yang sudah ditentukan pihak polres
  5. Mengumpulkan semua berkas, termasuk surat kesehatan ke dalam map biru, lalu letakkan di loket pendaftaran
  6. Kemudian, petugas loket akan memeriksa berkas tersebut
  7. Jika dianggap sudah memenuhi semua persyaratan, Carmudian akan diminta untuk mengisi formulir permohonan pembuatan SIM C
  8. Selain itu, Carmudian juga akan diminta untuk membayar uang administrasi di loket pembayaran
  9. Petugas akan memanggil nama pemohon satu per satu untuk masuk ke ruang ujian teori
  10. Jika lulus tes teori, pemohon akan diminta untuk melakukan tes praktik mengendarai kendaraan motor secara langsung
  11. Jika lulus tes praktik, pemohon akan melakukan proses identifikasi; pemotretan foto SIM, tanda tangan, serta sidik jari
  12. SIM pemohon akan segera dicetak dan bisa diambil setelah petugas memanggil nama pemohon tersebut

Tidak ada perubahan prosedur pengurusan SIM C di tengah pandemi covid-19 saat ini. Namun, semua pemohon SIM wajib menggunakan masker dan menjaga jarak dengan lainnya.

Pihak polri sendiri sudah menerapkan protokol kesehatan seperti melakukan pengecekan suhu, serta menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

Perlu diketahui, tes praktik SIM motor telah menggunakan sistem e-Drive, dimana tes praktiknya akan dipantau melalui sistem tersebut tanpa ada petugas di lapangan.

Biaya Membuat SIM C

syarat membuat sim c
Perpanjang SIM C berlaku di seluruh Indonesia. (Foto: Ilustrasi)

Meski sudah diberlakukan Smart SIM, biaya pembuatan SIM tidak berubah, masih sama dengan harga SIM model sebelumnya.

Dilansir dari situs web humas polri, berikut ini biaya pembuatan SIM C pada Desember 2020.

  • Pembuatan SIM C baru Rp100 ribu
  • Perpanjang SIM C RP75 ribu

Disarankan untuk tidak membuat SIM nembak. Bagi sebagian orang, nembak SIM merupakan cara yang cepat dan efektif. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk membuat SIM nembak sangat besar, bahkan lebih mahal dibandingkan dengan biaya membuat SIM resmi.

Berdasarkan penelurusan yang sudah Carmudi lakukan, pemohon SIM nembak dikenai biaya bervariasi.

Pihak oknum biasanya meminta uang berkisar antara Rp500 hingga Rp1 juta untuk satu SIM. Meski biaya SIM nembak ini sangat mahal, nyatanya masih banyak orang yang memilih untuk membuat SIM tersebut dibandingkan SIM resmi.

Wacana Penggolongan SIM C

syarat membuat sim c
Wacana SIM C. (Foto: Ilustrasi)

Pihak Polri sempat berencana untuk menggolongkan SIM C berdasarkan kapasitas mesin sepeda motor pada 2016 lalu. Namun, rencana tersebut terus mundur hingga sekarang karena kendala dana untuk menyiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan.

Petunjuk untuk melaksanakan penggolongan SIM C ini sudah tertuang dalam Surat Pembaruan bernomor ST/2653/XII/2015 yang berisi dua keputusan mengenai klasifikasi SIM C dan batas waktu perpanjang SIM.

Dilansir dari laman NTMC Polri, nantinya tidak semua pengguna motor bisa mengantongi SIM C. Ini disebabkan SIM tersebut akan terbagi dalam tiga golongan berdasarkan kapasitas mesin motor (cc).

Berikut ini 3 golongan SIM C yang direncanakan.

  • SIM C, untuk sepeda motor berkapasitas mesin kurang dari 250 cc
  • SIM C1, untuk sepeda motor berkapasitas 250-500 cc
  • SIM C2, untuk sepeda motor berkapasitas mesin 500 cc ke atas

Pemilik SIM C2 seharusnya tidak perlu lagi membuat SIM C atau C1 karena pihak polri menilai pemilik SIM C2 sudah melewati fase pada level SIM di bawahnya.

Di sisi lain, bagi pemilik SIM C1 yang ingin mengendari motor 500 cc ke atas, harus upgrade ke SIM C2. Aturan ini melengkapi UU no. 22 tahun 2009 asal 77 ayat 1 yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Untuk ujian praktiknya sendiri, rencananya akan menggunakan motor berkapasitas 250 cc dan 500 cc, tergantung dari SIM yang diajukan.

Peserta ujian tersebut tentunya harus bisa menjaga keseimbangan saat bermanuver dengan motor 250 cc ke atas sebagai poin utama penilaian. Materi ujian praktek SIM C ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan SIM C biasa.

Beberapa teknik yang harus dikuasai, yaitu teknik melewati lintasan slalom atau zigzag, lintasan angka 8, serta lintasan putar balik tanpa turun kaki.

Mengenal SIM Umum

syarat membuat sim c
Mengenal SIM umum. (Foto: Ilustrasi)

Sempat disinggung sebelumnya, ada dua kategori SIM, salah satunya SIM umum. Berdasarkan UU no. 22 tahun 2009 pasal 82, SIM umum terbagi menjadi beberapa jenis sebagai berikut.

  • SIM A umum bagi pengemudi kendaraan bermotor umum dengan berat muatan maksimal 3.500 kg
  • SIM B1 umum bagi pengguna mobil penumpang dan barang umum dengan berat muatan lebih dari 3.500 kg
  • SIM B2 umum untuk pengguna kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan gandengan dengan berat muatan lebih dari 1.000 kg

 

Penulis: Nadya Andari

Editor: Dimas

Baca Juga: Cara Cepat dan Mudah Cek Resi Tilang

Previous post
Daftar Kode Kedipan Motor Honda, Kenalin Biar Enggak Cemberut!
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
Next post
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Pertamina Resmi Beroperasi