Home » Berita » Tak Hanya Lokalisasi dan Investasi, Honda Akan Buat Mobil Baru di Indonesia

Tak Hanya Lokalisasi dan Investasi, Honda Akan Buat Mobil Baru di Indonesia

Honda
Masuk di 2017 PT Honda Prospect Motor (HPM) agen pemegang merek mobil Honda di Indonesia rayakan produksi satu juta unit. Foto/Carmudi Indonesia/Don.

Jakarta – Raksasa otomotif asal Jepang kembali berinvestasi di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada saat berkunjung ke Tokyo, Jepang November 2019.

Setidaknya ada beberapa pabrikan otomotif yang siap mengucurkan investasi di dalam negeri, sebut saja satu di antaranya Honda. Honda ingin merealisasikan investasi sebesar Rp5,1 triliun pada periode 2019-2023 di Indonesia.

“Investasi tersebut untuk model baru dan pendalaman industri, lokalisasi dan sebagainya. Karena memang salah satu nilai positif dari Honda adalah menempatkan pusat penelitian dan pengembangannya di Indonesia,” ungkap Menperin Agus kala itu.

Pada kesempatan terpisah, Yusak Billy selaku Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) membenarkan bila Honda telah berniat untuk kembali berinvestasi di Indonesia.

“Pengembangan model (mobil) dan pengembangan lokalisasi (komponen lokal karena lokalisasi itu sangat penting bagi kami untuk mendukung program pemerintah. Jadi komponen lokal kami terus di tingkatkan supaya daya saing makin tinggi. Sekarang Honda Brio penggunaan komponen lokalnya sudah sekira 89 persen,” kata Yusak, belum lama ini di Jakarta.

Terkait mobil baru apa yang akan dikembangkan, Yusak belum mau menyebutkannya secara rinci. “Ya salah satunya produk refreshment. Ya produk refreshment itu maksudnya pengembangan model baru, itu diluar elektrifikasi (kendaraan listrik,” terang dia.

Penggunaan Komponen Lokal Terus di Tingkatkan

Dari semua produk Honda, hanya Brio saja yang menggunakan komponen lokal dalam jumlah banyak, sementara produk lainnya di bawah 89 persen. Seperti Honda Mobilio saat ini baru menggunakan sekira 85 persen komponen lokal, Honda BR-V 83 persen, Honda Jazz 70 persen, Honda CR-V sekira 45 sampai 50 persen.

Honda akan terus melakukan pengembangan sehingga nantinya bisa meningkatkan penggunaan komponen lokal di hampir semua produk yang di pasarkan di dalam negeri.

“Meningkatkan terus penggunaan komponen bisa mengurangi ketergantungan importasi. Jadi kami harus lakukan lokalisasi pengembangan pabrik-pabrik. Lalu penggunaan pemasok lokal, jadi kalau banyak pakai pemasok lokal maka penggunaan mata uang asing akan berkurang. Kompetitifnes semakin tinggi,” terang Yusak.

Yusak berharap kedepan semua mobil-mobil Honda akan menggunakan komponen lokal. “Semua model Honda kami pasti lakukan itu,” tandas dia.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Program menarik Chevrolet
Previous post
Setelah Indonesia, GM juga Berhenti Jual mobil Chevrolet di Thailand
Next post
Virus Corona Bikin Penjualan Mobil di China Memburuk