Produk

Tanpas Asbestos, Kampas Rem Mobil Bosch Ramah Kesehatan dan Tetap “Ngegigit”

Jakarta – Bosch melalui divisi Automotive Aftermarket memperkenalkan kampas rem mobil Bosch Reliable Braking Performance. Produsen menyebutkan produk kampas rem yang dihadirkannya kali ini memiliki performa setara komponen bawaan pabrik.

Dijelaskan pula, Bosch Reliable Braking Performance cocok dengan berbagai jenis rem cakram kendaraan roda empat.

Kampas Rem Mobil Bosch

(Foto: Bosch)

“Brake pad Bosch Reliable Braking Performance memberikan pengalaman mengerem yang stabil dan optimal, didesain khusus untuk pasar Indonesia, sehingga dapat digunakan pada 85% populasi mobil di Indonesia,” kata Arditya Wicaktama, Channel Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, Selasa (21/9/2021).

Bukan hanya menawarkan performa yang baik. Produk ini juga diklaim lebih ramah kesehatan dan lingkungan karena menggunakan bahan non asbestos.

Di samping itu, penggunaan material non asbestos juga menghasilkan debu sisa-sisa pengereman dalam jumlah yang lebih sedikit.

Untuk diketahui, proses pengereman pada kendaraan terjadi karena kampas rem menekan brake disc sehingga terjadi gesekan yang ekstrem. Bahkan, gesekan tersebut bisa membuat komponen mencapai suhu 650 derajat celcius.

Dari gesekan tersebut akan muncul debu atau serbuk sisa-sisa pengereman yang bersarang di sekitar roda mobil. Risiko bagi kesehatan muncul apabila debu tersebut tertiup angin lalu terhirup ke paru-paru.

Tanpa menggunakan bahan asbestos, kampas rem mobil Bosch Reliable Braking Performance dapat dikatakan lebih ramah kesehatan dan lingkungan.

Bosch Reliable Braking Performance

(Foto: Bosch)

Di lain sisi, Pemerintah Republik Indonesia sendiri menekankan bahaya penggunaan asbes yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2001 dengan mengategorikannya sebagai bahan berbahaya dan beracun.

Indikasi Kampas Rem Habis

Terkait penggantian, ada beberapa hal yang menjadi tanda menurunnya kualitas kampas rem. Pertama, mobil butuh waktu lebih banyak untuk berhenti sempurna di suatu titik.

Kedua, terdengar suara gesekan ketika mengerem. Ketiga, mobil bergerak ke arah yang tak beraturan ketika dilakukan pengereman.

Kampas rem sendiri akan lebih cepat habis dari normalnya apabila mobil kerap melewati situasi lalu lintas stop and go atau sering digunakan di daerah yang banyak jalan turunan.

“Pastikan brake pad yang dipilih tepat, serta lebih ramah lingkungan untuk memberikan performa rem terbaik,” kata Ardi.

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts