Mobil Reviews

Test Drive DFSK Glory 580: Di Luar Ekspektasi

kekurangan DFSK Glory 580

DFSK Glory 580 mencoba menggebrak segmen SUV Indonesia

Jakarta – Demi terus mencoba peruntungannya di segmen SUV medium, gelaran event test drive DFSK Glory 580 telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Glory 580 cukup menyita perhatian konsumen dan para kompetitor karena menghadirkan beragam fitur melimpah. Namun tetap dibanderol harga murah, yakni mulai dari Rp308 juta saja.

Sebelum sesi test drive DFSK Glory 580 dimulai, tim Carmudi mencoba untuk melihat dapur pacunya. Glory 580 tersedia dalam dua pilihan mesin yaitu mesin 1.800cc (tipe Comfort M/T) dan 1.500cc Turbo (Tipe Comfort A/T dan Luxury). Meskipun ada embel-embel turbo, apakah performa DFSK Glory 580 ini sesuai ekspektasi?

Test Drive DFSK GLory 580

Beberapa waktu lalu tim jurnalis Carmudi mendapat kesempatan untuk mencoba varian tertinggi Glory 580 ini. Dengan mesin 1.500cc Turbo CVT, tim melakukan test drive DFSK Glory 580 dengan menempuh perjalanan Purwakarta – Bandung. Medan jalan dinilai cukup ideal karena mampu menguji performa mid-SUV asal Cina ini.

Perjalanan langsung dimulai dengan menginjak pedal gas. Sayangnya, ekspektasi akan embel-embel turbo sekejap hilang. Pasalnya, CVT yang bekerja di awal terasa sangat berat. Butuh injakan lebih dalam agar mobil mau bergerak maju.

Tapi setelah ban bergerak, sifat positif CVT-nya mulai terasa. Rasanya halus tanpa ada perpindahan gigi. Untuk turbonya sendiri jelas terasa lag di sekitar 2000-an RPM.

CVT Glory 580 tipe Luxury

CVT Glory 580 dinilai perlu banyak pengembangan. (Foto: Carmudi.co.id)

Melewati jalanan berkelok, setirnya terasa lumayan berbobot, tidak seringan mobil besutan Wuling. Intinya, untuk setir tergolong sangat “fun to drive” ketika bermanuver. Tak hanya itu, faktor kualitas joknya yang tebal pun kompak mendukung kenyamanan berkendara.

Memasuki jalan tol, keunggulan mesin turbo langsung muncul saat pedal gas diinjak lebih dalam lagi. Saat gas diinjak hingga di atas 2.000an RPM jarum speedometer pun dengan cepat menyentuh angka 80an km/jam. Tapi untuk reaksi cepat dengan kickdown, respon CVT ini tergolong lambat dan tidak punya teknologi step yang menirukan turun gigi seperti di Honda CR-V, Civic atau CVT canggih lainnya.

Fitur Berkendara Di Luar Ekspektasi

Menilik pada fitur sport mode, memang membuatnya jadi lebih agresif, atau ke mode manual agar seakan-akan bisa naik-turunkan transmisinya. Tapi semuanya masih sangat terasa artificial. Jadi, keseluruhan kualitas CVT dinilai biasa saja, masih kalah dengan CVT besutan kompetitor.

Anehnya, setelah melaju agresif di tol, CVT jadi tidak lancar. Seakan-akan ada jeda saat menginjak pedal gas. Hal ini sempat beberapa kali membuat tim Carmudi kesulitan di jalanan menanjak, terutama dari posisi diam.

Fitur Hill Start Assist di Glory 580 ini kami nilai juga tidak responsif. Setelah kick-down, masih butuh sekitar 5 detik sampai mobil mau menanjak. Kami mengira ini hanya masalah spesifik di unit ini saja, tapi lebih dari setengah awak media yang mengikuti event test drive DFSK tersebut merasakan hal yang sama.

Secara garis besar, kenyamanan dan kestabilan DFSK Glory 580 ini boleh mendapat pujian. Tapi mesin 1.500cc Turbo yang diusungnya, meskipun di atas kertas punya angka tenaga besar, jauh dari ekspektasi. Terakhir, pada bagian CVT sangat jelas butuh banyak pengembangan lagi.(dol)

 

Untuk review DFSK Glory 580 yang lebih lengkap, simak video berikut ini.

Dimas Hadi

Memulai karir sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di Carmudi Indonesia. Sebelumnya aktif menulis bermacam esai sosial-budaya dan beberapa karya tulis lainnya sejak 2009. Email : [email protected]
Follow Me:

Related Posts

/