Reviews

Test Drive Mitsubishi New Pajero Sport, Melahap Bebatuan di Kawasan Puncak 2

Sebelumnya kami sudah membahas mengenai eksterior serta interior dari test drive Mitsubishi New Pajero Sportdi sini.

Nah, sekarang saatnya kita membahas mengenai rasa berkendara dari SUV andalan dari Mitsubishi ini ya.

Carmudi berkesempatan mendapatkan unit test selama lima hari untuk mencoba mengendarai Mitsubishi New Pajero Sport ke habitat aslinya, yaitu tempat dengan kontur jalan semi off-road seperti di kawasan Puncak 2, Bogor, Jawa Barat.

mitsubishi new pajero sport

Test drive Mitsubishi New Pajero Sport di Puncak 2, Bogor.

Mungkin banyak yang belum tahu, Puncak 2 sendiri merupakan jalur alternatif yang menghubungkan antara Jonggol dengan Cipanas, Cianjur. Untuk menuju jalur tersebut Carmudian bisa melewati jalan yang menuju Gunung Pancar dari arah Sentul Selatan.

Jalur Puncak 2 sendiri memang belum banyak diketahui oleh mayoritas warga Jakarta dan Bogor. Hal inilah yang membuat kami ingin melakukan test drive Mitsubishi New Pajero Sport melahap jalur tersebut.

Dimensi dan Performa Mesin Mitsubishi New Pajero Sport

Sebelum membahas performa mesinnya, kami ingin membahas mengenai dimensi Mitsubishi Pajero Sporti ini terlebih dahulu.

Maklum, jalur yang akan dilewati menuju Puncak 2 dikenal sempit dan dihiasi tanjakan curam serta tikungan tajam ke kanan maupun kiri.

Kebayang, dong, kalau harus berpapasan dengan mobil besar dari arah berlawanan repotnya kayak apa?

mitsubishi new pajero sport

Test drive Mitsubishi New Pajero Sport Carmudi

Beberapa kali saya bersama rekan saya Mada Prastya sempat kerepotan ‘menekuk’ bodi Pajero Sport kala menanjak.

SUV dengan panjang 4.825 mm, lebar 1.815 mm, tinggi 1.835 mm, serta ground clearance (jarak terendah ke tanah) 218 mm ini sempat beberapa kali harus menepi lantaran berpapasan dengan mobil dari arah berlawanan.

Beruntung unit test yang kami kendarai sudah dilengkapi dengan pelipatan spion elektrik, sehingga ketika berpapasan dengan mobil dari arah depan kami bisa dengan mudah menekuk spion tanpa harus bersinggungan.

Soal performa mesin rasanya tak perlu diragukan lagi. Mitsubishi New Pajero Sport dibekali dengan mesin diesel berkapasitas 2.442 cc, 4 silinder, MIVEC, turbocharge.

test drive new pajero sport

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 178 hp @3.500 rpm dengan torsi maksimum di angka 430 Nm @2.500 rpm. Tenaga tersebut disalurkan lewat penggerak 4 roda menggunakan transmisi otomatis 8-percepatan.

Pada saat awal jalur pendakian, jalur tanjakan yang harus kami lewati memang belum terlalu curam. Namun sekitar lebih kurang 20 menit berkendara, ternyata jalur di depan saya lama-kelamaan punya tanjakan dan turunan yang cukup curam.

Torsi besar di rpm bawah Pajero Sport ini harus diakui cukup gurih. Cukup menggunakan mode D dan penggerak 4×2 pun SUV satu ini masih bisa menanjak dengan mantap.

Mencicipi Mode 4X4

Selama perjalanan, saya mematikan AC sembari membuka sunroof untuk menikmati udara sejuk khas pegunungan. Cuaca saat kami melewati jalan tersebut kebetulan sedang sejuk seperti mendung mau hujan.

test drive new pajero sport

Sekitar 10 menit melewati tempat wisata Leuwihejo, kebetulan saya dan Mada melihat area bebatuan yang cukup terjal.

Rasa penasaran pun membuncah untuk mengajak mobil yang kami kendarai untuk sedikit ‘bermain’ di bebatuan tersebut.

“Wih, ada tanjakan curam isinya batu-batu semua, tuh, Da,” ujar saya. Mada pun refleks mengatakan,”Yuk, cobain nanjak pake mobil ini!”.

test drive new pajero sport

Test drive Mitsubishi New Pajero Sport melewati medan bebatuan.

Saya pun segera membagi tugas dengan Mada yang saat itu menjadi fotografer saya. Sebelum menanjak, saya memasukkan penggerak 4×4 yang terletak di bagian konsol tengah.

Untuk memindahkan penggerak 4×4, Carmudian cukup memutar sambil menekan putaran yang diarahkan ke bagian 4LLc yang ada di bagian paling kanan.

4LLc merupakan high range with locked center differential, sedangkan 4HLc merupakan high range. Kedua fitur 4×4 ini punya fungsi yang berbeda. Berikut ini ulasannya:

  • 4HLc

4HLc sendiri cocok digunakan untuk melahap jalan dengan kontur jalan berpasir, atau tertutup salju. Torsi yang dihasilkan akan didistribusikan secara merata ke 4 roda. Mode ini cocok digunakan untuk melahap trek offroad yang berat.

  • 4LLc

4LLc sendiri cocok digunakan untuk melewati jalan tanjakan dan turunan curam, jalan bebatuan kasar yang disertai pasir, lumpur, hingga trek offroad yang lebih berat. Torsi mesin nantinya akan didistribusikan secara merata dengan rasio gigi paling rendah.

Secara prinsip, 4LLc dan 4HLc sama namun bedanya 4LLc hanya bekerja menggunakan torsi yang lebih besar.

Untuk mengaktifkan 4LLc, pengemudi wajib berhenti sejenak dan memasukkan transmisi ke posisi N baru memutar pilihan 4×4 yang ada di konsol tengah.

Melahap Bebatuan

Sekadar gambaran, medan tanjakan dengan bebatuan dan pasir yang saya lalui memiliki kecuraman sekitar 30—40 derajat. Setidaknya trek tersebut cukup untuk memuaskan rasa penasaran menggunakan fitur 4×4 yang ada di New Pajero Sport.

Tuas 4×4 sudah diposisikan ke 4LLc, persneling pun berada di D. Secara perlahan mobil menanjak dengan mudah tanpa harus menginjak pedal gas dalam-dalam.

Luapan tenaganya terasa sangat besar walaupun posisinya sedang menanjak. Mada beberapa kali berteriak sembari mengarahkan saya untuk menghindari bebatuan.

Namun bukannya menghindar justru saya malah sengaja melindas bebatuan tersebut. Rasanya seperti ada kepuasan batin ketika menanjak menggunakan mode 4×4 bersama generasi terbaru dari Pajero ini.

test drive new pajero sport

“Wuuuuuuh, asyik banget ini, Da!” seru saya kepada Mada. Sembari membidikkan kamera ke arah mobil, Mada juga beberapa kali mengatakan untuk berhati-hati.

Maklum, jalur yang saya lalui ternyata merupakan jalan dua arah untuk tembus ke daerah Sentul. Beberapa kali kami berpapasan dengan sepeda motor trail yang juga melewati jalan tersebut.

Suspensi Mitsubishi New Pajero Sport

Selama di medan berbatu yang saya lalui, saya merasa suspensi depan mobil cukup empuk. Sedangkan di suspensi bagian belakang terasa lebih keras.

Mungkin saja jika mobil terisi penuh suspensi belakangnya akan lebih empuk. Maklum, saya hanya menggunakan mobil berdua dengan Mada dan kondisi mobil juga terbilang kosong.

Bahkan selama arah pulang saya beberapa kali melewati lubang yang cukup dalam memang merasakan bantingan mobil ini cukup keras.

Padahal sebelum memulai perjalanan saya sudah mengisi tekanan angin di angka 34 psi, jauh lebih rendah ketika saya mengambil Pajero yang ternyata bannya diisi angin di angka 40 psi.

Konsumsi BBM

Selama lima hari menggunakan Mitsubishi New Pajero Sport, konsumsi BBM yang berhasil saya catat ada di angka 1:11 km/liter untuk pemakaian kombinasi dalam kota. Sedangkan angka terboros yang saya catat ada di 1:5 km/liter dengan pemakaian injak gas dalam-dalam.

Namun, angka tersebut menurut kami terbilang sepadan dengan tenaga yang dihasilkan. Harus diakui, SUV satu ini memang lebih asyik digunakan di rute semi offroad dibandingkan jalan aspal.

Beberapa kali saya sempat berpikir kepada para pemakai Pajero Sport yang kerap kebut-kebutan di tol. Apa ya enaknya melaju kencang dengan Pajero Sport ini? Bantingannya cukup keras, dan ketika dipakai ngebut di tol pun terasa cukup limbung.

Seharusnya mereka yang menggunakan SUV macam ini dianjurkan tidak melaju hingga lebih dari 140 km/jam. Sebab SUV ladder frame bukanlah mobil yang ditujukan untuk akselerasi, melainkan ketangguhan di berbagai medan.

Mobil seharga Rp748 jutaan yang saya ‘siksa’ sebentar ini rasanya cukup oke untuk diajak berkelana ke manapun. Apalagi New Pajero Sport juga punya fitur yang melimpah di tipe tertingginya.

Baca Juga:

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Foto: Mada Prastya/Carmudi

Rizen Panji

Hobinya jelas, menghabiskan bahan bakar mesin 6 silinder di akhir pekan. Seleranya juga sudah jelas, mobil tua yang pintunya cuma dua. Oh iya, dirinya sangat mencintai interior mobil yang bersih dan simpel. Kalau ada yang mau ngasih mobil dengan ciri tersebut, akan diterima dengan senang hati..

Related Posts