BeritaMobilReviewsSumber informasi

TEST DRIVE: Toyota Rush Baru Jadi Lebih Oke, Meski Belum Sempurna

JakartaToyota All new Rush 2018 akhirnya muncul ke permukaan. Generasi pertamanya yang sudah eksis sejak 2010 di Indonesia dinilai sudah terlampau lama. Toyota Rush saat itu muncul sebagai low SUV dengan harga murah. Jika dibandingkan dengan MPV kekinian, mulai dari handling, suspensi hingga fitur yang serba mengecewakan.

Bagi pengguna mobil MPV sekarang mungkin akan sangat terkejut jika mencoba Rush generasi lama karena sangat limbung, meskipun di trek lurus dengan kecepatan 100 km/jam. Tapi, kesimpulan awalnya, Toyota Rush 2018 ini akan jauh lebih baik dibandingkan versi lawasnya.

Mesin ‘Full’ Baru

Bukan lagi tipe 3EZ atau mesin Avanza lama, mesin Toyota Rush 2018 kini telah dibekali mesin yang full baru. Artinya, bukan hanya menyematkan teknologi Dual VVT-i tapi juga tipe mesin 2NR-VE. Ya, cukup familiar dengan tipe mesin ini? Tipe mesin tersebut digunakan juga untuk Avanza paling anyar.

Meskipun tipenya sama namun jenisnya ternyata berbeda dengan yang dimiliki Yaris dan Sienta, karena Toyota Rush 2018 berpenggerak roda belakang. Di atas kertas ternyata tenaga yang dihasilkan mesin baru tidak sehebat tipe lama. Namun, karena selisihnya hanya berbeda sekitar 4-5 hp, perbedaan tersebut tidak begitu terasa di pemakaian sehari-hari.

Soal tarikan Toyota Rush 2018 ini bisa dibilang cukup responsif di putaran atas. Misalnya, ketika berada di kecepatan 70-80 km/jam untuk menuju 100 km/jam lumayan ringan. Selain itu di gigi pertama juga cukup cekatan. Ini jelas menguntungkan saat di tengah kemacetan.

Hanya saja, untuk mencapai kecepatan tinggi terasa sangat berat jika dimulai dari kecepatan rendah maupun sedang. Hal tersebut terjadi karena Toyota Rush 2018 ini masih menggunakan transmisi jadul 4-percepatan. Selain lambat, perpindahan naik-turun giginya juga terasa kasar.

Masih Ada Limbung Sedikit

Masih soal kecepatan, Toyota Rush dan saudaranya Daihatsu Terios keluaran lama sangat terkenal limbungnya. Tapi di generasi baru ini limbung itu ‘hampir’ hilang. Bisa dikatakan hampir karena memang tidak sepenuhnya hilang.

Ini karena ground clearance yang lebih tinggi dari sebelumnya, bahkan lebih tinggi daripada Toyota Fortuner. Meskipun begitu perubahan drastis ini patut diapresiasi sangat baik.

Bantingan Jadi Lebih Bersahabat

Bicara bantingan, suspensi Rush versi lama lagi-lagi mencatat rapot merah. Pasalnya, suspensi yang digunakan Rush jadul sangat kasar dan kurang konsisten. Tapi di generasi baru ini semuanya menjadi jauh lebih baik.

Saat melewati speed bump di kecepatan rendah sudah tidak terlalu kasar. Beda cerita dengan jok tengah, bantingan masih sangat terasa dan mengganggu. Namun dari keseluruhan bantingannya ‘it’s much better‘.

Soal visibilitas, pillar-eye yang terlalu landai memang membuat blind-spot yang cukup banyak saat belok kanan. Toyota Rush 2018 juga telah disematkan fitur Hill-Start Assist untuk membantu pengemudi berhenti dan jalan di tanjakan.

Fitur ini memang bukan fitur baru, hanya saja patut dibanggakan karena tidak banyak mobil Toyota yang menggunakan fitur ini. Yang jelas perubahan yang diberikan Toyota pada Rush paling baru cukup lumayan, sebanding dengan harganya. (dol)

Dimas Hadi

Memulai karir sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di Carmudi Indonesia. Sebelumnya aktif menulis bermacam esai sosial-budaya dan beberapa karya tulis lainnya sejak 2009. Email : [email protected]
Follow Me:

Related Posts