HomeSepeda motorTest Ride BMW F900R, Enak Banget Buat Harian

Test Ride BMW F900R, Enak Banget Buat Harian

Jakarta – Setelah kita bahas soal spesifikasi BMW F900R, kita lanjut ulas hasil test ride, nih. Memang, sepeda motor berdesain roadster ini dijual dengan banderol harga Rp422 jutaan (off the road) akhirnya bikin penasaran gimana sih rasa tunggangannya?

Tanpa panjang lebar, yuk, simak hasil ulasan test ride BMW F900R dari Carmudi berikut ini.

Sensasi Berkendara

Kesan pertama muncul waktu menyalakan BMW F900R ini, gampang banget! Cukup kantongi aja kunci keyless dan tekan tombol start/stop button yang ada di bagian tengah.

Setelah layar menyala, maka kalian bisa langsung start motor ini. Begitu di-start, jujur, suara motor ini lumayan adem dan enggak seberisik yang kalian bayangkan.

Suaranya halus dan enggak terlalu bergetar juga. Saya yang punya tinggi sekitar 170 cm memang agak sedikit jinjit buat duduk di motor ini pas lagi diam. Tapi masih okelah untuk ukuran saya.

Kopling pun saya tarik, saya mulai mencoba menjinakkan motor ini. Begitu masuk gigi 1, hentakan tenaga dari motor ini berasa gede banget.

Kalau kalian enggak biasa bawa motor gede (moge), jangan pernah langsung menarik gas sampai penuh. Dijamin badan kalian bakal ketarik ke belakang seketika dan kaget.

Selama 10 menit pertama saya beradaptasi dengan kopling, bukaan gas, rem depan, dan rem belakang. Memang, saat 10 menit pertama ini rasanya sedikit deg-degan karena tenaga motornya lumayan gede.

Posisi tangan selama saya duduk berkendara juga nyaman banget. Tangan terbuka melebar dengan posisi yang sigap. Punggung juga enggak berasa pegal-pegal berkat nyamannya posisi duduk ini.

Adrenalin Berdegup Kencang

Setelah mulai terbiasa, saya pun langsung mencoba ‘mengajak main’ monster ini. Hasilnya, adrenalin saya bisa dibuat berdegup kencang berkat tarikan mesin dari motor ini.

“Gila ini motor enak banget. Enggak kayak yang gue pikirin tentang tampilan motor ini,” kata saya dalam hati. Jujur awalnya saya cukup mengesampingkan rasa berkendara motor ini.

Kirain enggak enak, tahunya nyaman banget!

Jika ketemu trek lurus, saya mencoba menarik tuas gas sembari menundukkan badan sedikit ke arah depan agar badan tidak tertarik ke belakang. Baik rem depan maupun belakang punya kemampuan yang sangat baik.

Baru ditoel sedikit aja remnya langsung memerintahkan roda untuk berhenti. “Wah, ini sih enak banget buat harian,” kata saya lagi dalam hati.

Oh iya, handling dari BMW F900R ini layak banget buat diacungi jempol. Kalau sudah terbiasa membawa motor ini, rasanya bukan seperti mengendarai sebuah moge.

Tapi lebih mirip mengendarai motor yang ukurannya lebih kecil. Karena handlingnya benar-benar enak, nikmat dan nyaman buat diajak berbelok.

Karena ini adalah test ride, saya enggak mau terlena dengan membawa BMW F900 ini menikung kencang. Cukup dinikmati saja berbagai tikungan yang ada di hadapan saya sudah bisa membuat senang, kok.

Mesin Tidak Panas

Satu hal yang membuat BMW F900 R benar-benar nyaman selama test ride; enggak ada gejala mesin yang sangat panas seperti yang dipikirkan oleh saya sebelumnya.

Saya sebelumnya pernah mencicipi BMW R Nine T Scrambler. Motor itu rasanya punya panas mesin yang cukup membuat badan gerah.

Nah, motor roadster ini benar-benar tidak terasa panas. Hanya ada rasa hangat saja, itupun terasa sesekali di bagian betis.

Karena motor ini memakai radiator dan punya ekstra fan, makanya suhu mesinnya bisa terjaga. Apalagi diajak buat macet-macetan, rasanya ini adalah motor yang paling bisa diajak buat harian.

Rasa hangat ini bakal terasa di betis bagian bawah saat ekstra fan menyala untuk mendinginkan mesin. Saat mesin sudah dalam suhu normal, rasa hangat tersebut juga akan hilang sendiri. Apalagi kalau riding jalan jauh dengan kecepatan 70-80 km per jam, malah tidak terasa sama sekali.

Selama lebih kurang 3 hari, saya membawa motor ini untuk berkeliling Jakarta. Karena cukup nyaman, saya pede membawanya sampai ke Bogor dan perginya pun siang hari saat panas-panasnya.

Punya Fitur Tersembunyi

Hampir terlupa, motor BMW F900R ini punya fitur tersembunyi bernama Gearshift Assistant Pro. Fitur ini mirip-mirip sama quickshifter, jadi kalian enggak perlu repot menarik tuas kopling saat lagi melaju.

Fitur ini bisa digunakan untuk menaikkan dan menurunkan gigi saat lagi berkendara.

Mantap kan?

Hal terakhir yang bisa saya katakan tentang motor yang memakai penggerak rantai ini adalah benar-benar nikmat.

Konsumsi BBM BMW F900R

Walaupun dipakai panas-panasan cukup nikmat saat test ride, BMW F900R sebenarnya punya konsumsi bahan bakar yang oke lah. Namun demikian, ingat, para konsumen BMW biasanya bukanlah orang yang memikirkan konsumsi bahan bakar.

Tapi yang menjadi kekurangan BMW F900R adalah kapasitas tangkinya yang terasa kecil karena punya kapasitas 13 liter dengan kapasitas cadangan 3,5 liter.

Konsumsi BBM selama 3 hari pemakaian tercatat mencapai 17-18,5 km per liter. Angka ini sebenarnya cukup oke lah untuk ukuran motor berkapasitas mesin di atas 700 cc.

Karena sistem pembakarannya sudah injeksi, dan emisi yang dihasilkan pun rendah makanya konsumsi bahan bakarnya cukup baik.

Cuma, kembali lagi, kapasitas tangki BMW F900R kami rasa cukup kecil.

Yang jelas, motor yang punya 3 warna mulai dari Black Storm Metallic, San Marino Blue Metallic, dan Hockenheim Silver Metallic layak buat dibeli.

Tapi harus ingat, layak dibeli bagi mereka yang suka dengan motor dan pastinya punya uang buat membelinya.

Maklum, harganya bisa dapat Toyota Kijang Innova, nih! Hehehehe…

Tertarik membeli?

 

Foto: Rizen Panji

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga: Review Spesifikasi BMW F900R, Punya Mesin Buas dan Fitur Melimpah

Previous post
Salon Mobil Premium Langganan Mobil Eksotis
Servis Mobil Hyundai
Next post
Hadirkan Layanan Baru, Servis Mobil Hyundai Tak Perlu ke Bengkel