Home » Berita » Tilang Elektronik untuk Sepeda Motor di Depok Mulai Berlaku

Tilang Elektronik untuk Sepeda Motor di Depok Mulai Berlaku

Sosialisasi penindakan tilang kepada pengendara yang terobos jalur sepeda. Foto: Istimewa

Jakarta – Sebagai upaya mempermudah melakukan penindakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas, pihak kepolisian di beberapa daerah menerapkan sistem tilang elektronik (Electronik Traffic Law Enforcement/E-TLE). Sistem ini mengandalkan kamera khusus yang ditempatkan di sejumlah titik. Kamera akan merekam setiap pergerakan kendaraan bermotor di jalan raya.

Penerapan sistem tilang elektronik terbilang sangat efektif menjaring para pelanggar lalu lintas. Oleh karena itu Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok ikut menerapkan tilang elektronik.

Kini sistem tilang elektronik mulai berlaku di Depok. Sebagai awalan, sistem tilang elektronik akan diberlakukan bagi pengendara motor yang masuk jalur cepat Jalan Margonda Raya, Depok.

Kasat Lantas wilayah Depok, Kompol Erwin Aras Genda mengatakan, sebelum melaksanakan penindakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada para pengendara selama satu minggu. Setelah tahap tersebut, pelanggar akan langsung kena tilang. Sistem tersebut juga berlaku bagi para sopir angkot yang nekat melewati jalur cepat.

“Terhitung mulai tanggal 17 Agustus 2020 akan mulai dilakukan penindakan tilang terhadap kendaraan roda dua dan angkutan umum yang menggunakan lajur cepat,” kata Kompol Erwin, seperti dkutip dari NTMC Polri, Rabu (12/8/2020).

Lebih lanjut Erwin menjelaskan alasan pemberlakuan tilang eletronik bagi sepeda motor dan angkot yang masuk jalur cepat untuk mengurangi angka kecelakaan.

“Untuk mengurangi pelanggaran serta menekan angka kecelakaan lalu lintas khususnya korban fatalitas meninggal dunia,” tambahnya.

Polisi akan melakukan sosialisasi tilang elektronik setiap hari. Dengan adanya sosialisasi tersebut, pengguna jalan diharapkan lebih tertib dalam berlalu lintas.

“Sehingga nanti ketika kena tilang elektronik tidak kaget,” pungkasnya.

Dalam skema e-Tilang, pengendara yang tidak bayar denda akan diblokir STNK-nya

Depok Menjadi Penyumbang Terbesar Pelanggaran

Hasil evaluasi Operasi Patuh Jaya beberapa waktu lalu mencatat, Kota Depok sebagai penyumbang terbesar pelanggaran lalu lintas di jalan raya. Dalam upaya menertibkan dan mendisiplinkan para pengguna jalan yang hobi melakukan pelanggaran, Satlantas Polres Metro Depok bekerja sama dengan pemerintah setempat memberlakukan E-TLE.

Rencana itu telah melalui serangkaian kajian bersama Ditlantas Polda Metro Jaya, dan survei dari vendor.

“Harapan kami awal Agustus pemasangan sarana dan prasarana, sehingga pertengahan September E-TLE ini bisa dilaunching,” tambahnya.

Adapun titik yang menjadi target pemasangan E-TLE adalah di kawasan Margonda dan di Jalan Raya Bogor.

“Pertama kita prioritaskan ada di simpang Margonda – Juanda, mungkin juga akan kita lengkapi di Cisalak (Jalan Raya Bogor), dan daerah – daerah yang sering melawan arus. Ini menjadi sasaran pertama program ini,” pungkas Erwin.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Previous post
Jangan Kebawa Nafsu, Ini Cara Bijak Beli Mobil Melalui Lelang
Next post
Perluas Platform ke Digital, BMW Indonesia Luncurkan Diler Online