Tips dan Trik

Tips Beli Vespa Bekas, Perhatikan Hal Ini!

Vespa bekas banyak diminati karena hobi. Foto /carmudi.

Bogor – Di kalangan hobi motor, nama Vespa sudah melegenda di mana-mana. Pamornya yang mendunia menyisakan sisi romantis di hati masyarakat Indonesia. Vespa bekas pun kerap jadi buruan di tengah gempuran motor-motor pabrikan Jepang yang kini telah menguasai pasar otomotif Tanah Air.

“Vespa bekas sekarang, mah, tinggi harganya.” Eddy Bono pemilik bengkel Vespa Bonovespa di kawasan Bogor.

Di sela kesibukannya, Ketua Harian Scooter Owner Group (SOG) chapter Bogor tersebut memberikan beberapa tips membeli Vespa.

Periksa Nomor Mesin dan Rangka

Seperti membeli sepeda motor pada umumnya, periksalah kondisi mesin lebih dulu lalu sesuaikan nomor rangka dengan yang surat-suratnya. Meskipun surat-surat Vespa kebanyakan jarang diurus tapi banyak juga yang melakukan pemalsuan. Ini yang harus diperhatiakan oleh pembeli.

Pemalsuan dilakukan dengan cara mengubah nomor rangka atau sengaja digores agar tidak terlihat. Meskipun Vespa tua, hindari membeli Vespa yang surat-suratnya”kampakan”.

“Kalau begitu, kan, orang yang mau beli bisa percaya-percaya saja. Padahal nomor rangkanya nggak terlihat jelas,” ujar Bono.

Pada dasarnya, rata-rata pembeli Vespa adalah karena faktor hobi. Keaslian surat-surat sangat menjadi pertimbangan. Hal ini demi terjaganya harga Vespa agar tetap stabil bahkan naik.

Mesin Vespa memang seringkali menjadi momok bagi mereka yang kurang mengerti mesin. Tapi hal itu disanggah oleh Bono. Menurutnya Vespa sering mogok karena kurang perawatan saja.

“Bukan hanya perawatan, Vespa juga butuh perhatian lebih,” ujar Bono. “Saat hendak beli, lebih baik dilakukan testride terlebih dahulu. Dari situ akan terasa apakah mesin masih enak jalan atau tidak,” ujarnya.

Periksa Bodi

Bodi Vespa yang unik cukup mudah menilainya. Ada beberapa poin yang bisa dilihat, mulai dari bagian dek, sasis dan nat (garis) bodi. Ketiga poin itu bisa jadi indikator apakah Vespa tersebut bekas kecelakaan dan patah atau tidak.

Bono pun mengakui biasanya mencari motor Vespa bekas jarang peduli dengan kondisi bodinya. “Nanti kalau punya uang lagi, bisa direstorasi. Paling lama sebulan, lah.” kata Bono.

Vespa bekas

Dek keropos bisa menjadi indikator kondisi Vespa bekas. Foto /carmudi.

Di bagian dek biasanya akan mudah terlihat perawatan oleh pemilik sebelumnya. Dek yang keropos bisa jadi cukup lemah dibawa perjalanan jauh. Bagian sasis juga harus dilihat. “Sasis dan dek sebenarnya itu jadi satu. Tapi nggak usah khawatir, Vespa kuat, kok,” ujarnya.

Aksesoris

Motor Vespa juga terdapat beberapa aksesoris yang harus dilihat. Persoalan aksesoris ini perihal original atau hasil repro (modif). Aksesoris yang hendak diperiksa misalnya adalah bagian kepala (batok), lampu rem belakang, spion, klakson dan handling.

Vespa bekas

Lampu belakan Vespa Sprint. Foto/Carmudi

Surat-Surat

Soal surat kelengkapan harus diperiksa juga. Seperti yang dijelaskan di poin pertama, surat kelengkapan berfungsi untuk mencegah penipuan.

“Sebenarnya, pajak motor Vespa itu jarang ada yang bayar. Tapi kelengkapan surat wajib punya agar nggak disangka penadah motor curian,” tutup Bono. (dol)

Dimas Hadi

Memulai karir sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di Carmudi Indonesia. Sebelumnya aktif menulis bermacam esai sosial-budaya dan beberapa karya tulis lainnya sejak 2009. Email : [email protected]
Follow Me:

Related Posts